
Setelah dari Bandara Rizal sengaja mengajak Mia mampir ke Mall untuk berbelanja baju dan barang-barang untuk Mia.
"Boneka nya bagus" gumam Mia saat melewati toko boneka
"Mia mau?" tanya Rizal dan di jawab gelengan oleh Mia
"Kenapa? kata nya bagus?"
"Bunda bilang akan membelikan boneka untuk Mia yang sama dengan boneka princess Mia dulu om"jawab Mia
"Boneka Princess?" tanya Rizal bingung
"Iya Om,dulu Mia ada boneka Princess yang tiap malam temani Mia bobok,itu hadiah dari ayah saat Mia ulang tahun tapi saat kami pergi dari rumah boneka nya nggak boleh di bawa" cerita Mia
"Siapa yang larang! ayah?" tanya Rizal penasaran
"Nenek....!! Nenek bilang kalau yang beliin boneka nya ayah jadi nggak boleh dibawa, apapun yang di beli oleh ayah tidak boleh bunda bawa" jawab Mia polos membuat hati Rizal terenyuh, ternyata di usia Mia yang akan beranjak enam tahun banyak menyimpan cerita sedih tentang orang tua nya yang bercerai,Rizal berpikir masih beruntung dirinya berpisah dari Olive tanpa memiliki anak yang akan terluka melihat perpisahan mereka.
Rizal menggendong Mia masuk ke dalam toko boneka tersebut.
"Mia boleh pilih mana saja yang Mia suka,ini hadiah dari om" ucap Rizal
"Tapi Mia nggak ulang tahun om" jawab Mia membuat Rizal gemas
"Anggap ini hari persahabatan kita" ujar Rizal lagi dan diangguki Mia setuju.
__ADS_1
Rizal menurun kan kembali bocah itu agar bisa memilih bonekanya,Mia mengambil satu boneka yang mirip dengan boneka Princess nya dulu.
"Hanya satu?" tanya Rizal dan di angguki Mia
"Satu lagi ya,kasihan Princess nya nggak punya teman di rumah nanti" bujuk Rizal dan akhirnya di angguki Mia setuju.
Rizal membawa barang belanjaan Mia,mulai dari baju,tas dan sepatu serta sendal baru di belikan oleh Rizal, dia benar-benar sudah jatuh hati pada bocah perempuan ini hingga sosok Olive bisa terlupakan oleh nya.
"Kita makan dulu Mi,om lapar!" ajak Rizal menggandeng tangan Mia masuk kesebuah restoran cepat saji
"Mia duduk di sini ya,Mia mau pesan apa?" tanya Rizal
"Apa aja om Mia suka" jawab Mia cepat
"Waahhh banyak banget om!!!" seru Mia girang
Mia boleh makan mana yang Mia mau ya kalau kurang nanti om pesan lagi"
"Mana muat perut Mia om" jawab Mia tersenyum manis
"Kata ustadz Suki sesuatu yang berlebihan itu nggak baik om,temen nya setan, dan kita harus berhemat karena hemat pangkal kaya om" ucap Mia pelan melihat kiri-kanan membuat Rizal terkaget,bocah sekecil Mia sudah bisa menasehati nya.
"Mia mau kaya?"
"Mau,kalau Mia kaya Mia mau ajak bunda pulang kampung Om,bunda sering cerita kalau di kampung bunda ada sungai jernih tempat eyang uti sama mbah sering mandi,Mia juga mau mandi di sana"
__ADS_1
"Emang nya nggak ada kamar mandi apa Mi sampai mandi di sungai?"
"Mia juga nggak tau om,Mia belum pernah ke sana" jawab Mia terkekeh geli dengan cerita nya sendiri
"Tadi Mia bilang bunda suka buat donat tapi kenapa om nggak pernah lihat Mia makan donat kalau di rumah?" tanya Rizal sambil mengunyah kentang goreng nya
"Kata bunda,kami harus berhemat om karena bunda sedang ngumpulin uang buat biaya sekolah nya Mia,bunda mau nya kalau Mia gede nanti Mia jadi dokter biar bisa ngobatin bunda kalau sakit"
"Mia mau jadi dokter?"
"Iya om,bunda bilang jadi dokter di kampung bunda aja nanti,biar bisa jaga bunda, eyang Uti sama Mbah,sama ngobatin orang kampung"
"Tapi nggak ada uang nya lo Mi kalau di kampung" ucap Rizal lagi sambil menyesap minuman nya,ntah kenapa dia semakin tertarik berbicara dengan bocah pintar ini.
"Kata bunda mengabdi om, membantu sesama manusia pahalanya besar lo,kalau ksta ustadz Suki biar Tuhan yang balas" bisik Mia pelan membuat Rizal semakin kagum dengan pemikiran bocah ini, cerita Mia benar-benar membuat Rizal merasa tertampar,dia saja yang sudah memiliki uang banyak tidak terpikir untuk mengabdi kan diri tetapi kenapa bocah ini sudah sampai berpikir kearah sana.
"Om...Mia kenyang,lihat tu perut nya udah gede gini nggak sanggup lagi om" tunjuk Mia pada perut nya
"Di bungkus aja ya Om buar Bi Sum sama bunda pasti mereka suka" usul Mia dan di angguki Rizal
Rizal memanggil pelayan untuk meminta burger dan ayam goreng nya di bungkus lalu di tambah porsinya untuk orang yang ada di rumah.
"Kalau Es krim masih muat?" goda Rizal
"Kalau es masih om" jawab Mia cepat membuat Rizal terkekeh dengan tingkah bocah ini, menurut Rizal kisah hidup Mia seperti nya seru untuk di telusuri,Mia anak yang periang dan cerdas,dia mudah bergaul dan bisa menempatkan diri nya dengan baik pasti sudah besar nanti dia akan jadi anak yang sukses.
__ADS_1