Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku

Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku
Kasmaran


__ADS_3

Olive terlihat kesal melihat ponsel nya yang sudah di matikan beberapa hari ini dan saat menghidupkan nya tak ada satu pesan masuk pun dari Rizal,Rizal tak berusaha mencari atau menghubungi nya padahal dia sudah beberapa hari meninggalkan Jakarta,Olive menerima tawaran mama nya untuk pergi liburan ke Bali bersama keluarga besar Kania sepupunya karena ada Daniel anak pak Burhan yang akan meresmikan hotel terbaru nya di sana.


"Hay...." sapa Daniel saat melihat Olive duduk sendiri sambil menikmati angin malam


"Hmmm"


"Dingin live,nanti masuk angin" ujar Daniel menutup tubuh Olive dengan jaket nya karena Olive hanya mengenakan dress pendek selutut.


"Terima kasih" ucap Olive tersenyum kecil


"Sudah makan?" tanya Daniel basa-basi


"Sudah" jawab Olive singkat


"Berapa lama lagi di sini?" tanya Olive


"Mungkin Lusa,besok aku harus bertemu beberapa klien untuk penyerahan kerja sama resto ini,kenapa? mau pulang?" tanya Daniel dan di jawab gelengan oleh Olive


"Ada janji lain?"


"Tidak!!! hanya bertanya"

__ADS_1


"Kita belum keliling Bali Live,mama kamu pesan minta di bawakan oleh-oleh"ucap Daniel terkekeh kecil


"Mama memang begitu nggak usah di dengar" jawab Olive


"Seperti nya sudah malam tidak baik angin malam untuk kamu,nanti angin.Aku yang di marahi tante Anis karena tidak becus menjaga mu" canda Daniel membuat Olive tersenyum kecil dan berdiri


"Ayo aku antar ke dalam" ajak Daniel menuntun Olive.


****


Rizal membolak-balik dirinya di ranjang kenapa perasaan nya tak karuan saat ini,bayangan wajah Adis terlintas jelas di benak nya,Bahkan Rizal masih bisa merasakan tubuh Adis yang menimpanya tadi.


"Apa aku jatuh cinta " gumam Rizal pelan


"Jika tidak aku belum siap berjauhan dengan Mia, bocah itu terlalu menyita perhatian ku" lanjut nya bermonolog sendiri


Rizal bangkit dari ranjang dan turun ke bawah,dia memperhatikan pintu kamar Adis berharap Adis keluar dan dia bisa melihat wajah janda beranak satu itu tapi sepertinya Adis tak mendengar kan jeritan hati nya malam ini, pintu kamar Adis tertutup rapat tak ada tanda-tanda dia akan keluar padahal Rizal sudah menunggu lama di meja makan.


Rizal mengusap wajah nya pelan,kenapa dia jadi seperti orang kasmaran begini, tidak bisa tidur sebelum melihat wajah Adis.


"Bisa gila aku kalau begini " ucap Rizal kesal lalu beranjak naik ke atas,tapi saat akan naik terdengar pintu terbuka di bagi belakang membuat Rizal turun kembali.

__ADS_1


"Pak Rizal,kenapa?" tanya Bik Sum yang melihat Rizal berjalan cepat.


"Bik Sum... sa-ya pikir ta-di"


"Apa pak,maling??? hehehe mana ada maling di komplek perumahan elit ini pak,bisa di gebukin satpam banyak dia" jawab Bi Sum cepat


"Bisa saja kan bi, tidak ada yang tau,bibi kenapa keluar? ini sudah malam" tanya Rizal


"Saya haus pak,lupa bawa minum ke dalam" jawab bik Sum terkekeh kecil


"Bapak sedang apa?"


"Sama haus juga!" jawab Rizal cepat lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah ke arah atas, mungkin malam ini Rizal harus mencoba tidur meskipun tak melihat wajah Adis.


Rizal berjalan pelan kearah atas.


Tak berapa lama pintu kamar Adis terbuka, perempuan itu keluar dengan menguap.


"Lo bi Sum kenapa di luar?" tanya Adis


"Lapar sama haus Dis,tadi bibi tidur nya kecepatan jadi lupa makan malam" jawab Bi Sum,Adis hanya mengangguk kan kepala nya pelan dan berjalan ke arah kamar mandi dapur untuk buang air kecil.

__ADS_1


Kamar Adis dan bik Sum memang bersebelahan dan mereka memakai kamar mandi dapur untuk aktivitas mereka.


__ADS_2