Ke Isekai Bersama Sistem Harem

Ke Isekai Bersama Sistem Harem
11) Kuotta Tak Mampu Menahan Gejolak Anu-nya


__ADS_3

Kuotaa menyuruh Gadis Elf untuk duluan ke meja makan yang di maksud, sementara dia mau pergi ke toilet sebentar untuk pipis dan membersihkan tanganya dari debu dan kotoran, lagian ia juga merasa daerah vitalnya terasa sedikit lengket akibat ereksi berat karena terus-terusan di hadapi dengan gadis-gadis cantik melulu.


Gadis Elf itu mengiyakan ucapan Kuotaa dan langsung menuju ke Meja makan yang di maksud, setiba di meja makan ia berniat duduk di sebelahnya Dewi Ayanng Nikkah yang masih sedang asik makan dengan sangat lahap.


"Permisi ...! aku izin duduk di dekatmu ya? ... Oh ya namamu tadi siapa ya aku lupa kalau aku Ayuta ...?" Ujarnya Gadis Elf sambil sedikit cengengesan, dan ia juga sedikit menggaruk kepala bagian belakang nya yang tidak gatal.


Dewi Ayanng Nikkah menghentikan aksi makannya yang rakus, ia mengambil satu gelas air meminum berisi es jeruk, lalu meminumnya satu tegukan dengan gaya yang sangat anggun dan elegan, setelah ia berdeham sedikit ia pun menjawab dengan gaya formal, meletakan jari-jemari tangannya yang di lentikkan keatas belahan dadanya dengan kesan membanggakan diri.


"Perkenalkan Aku adalah Dewi Ayanng Nikkah, Dewi yang sangat Mulia bergelar Dewi Pesona Kasih Sayang di singkat DPKS." Setelah mengatakan itu ia mengulas senyum miring sambil sedikit mengintip reaksi Gadis Elf, Dewi berharap Gadis Elf itu terpukau kagum pada pesonanya.


"Terimakasih ...! aku akan mengingatnya, kalau begitu aku duduk di dekatmu ya Dewi DPKS?" Gadis Elf kembali bertanya sambil berusaha tetap menjaga senyuman manisnya, di batinya ia bertanya-tanya apakah benar gadis di hadapannya ini seorang Dewi, lalu kenapa dia bisa ada di Dunia ini.


Dewi Ayanng Nikkah menjawab dengan ramah, "Silahkan-silahkan duduk di dekatku ...! kau akan mendapatkan berkah jika selalu dekat dengan seorang Dewi, tapi di lain waktu, nanti kau harus membayar pajaknya ya!"


Mendengar itu Gadis Elf nampak berekspresi sedikit tertekan dan menelan ludah getir, "Baiklah lain kali aku akan membayar pajaknya." Setelah mengatakan itu ia pun langsung duduk di kursi.


Di benaknya Dewi Ayanng Nikkah ia sangat senang akhirnya sudah ada satu orang yang sudah bisa menghargainya di Dunia baru ini, ia berharap masih ada orang lainya lagi yang bisa mempercayainya kalau dia benar-benar seorang Dewi DPKS.


"Silahkan di makan aku pesan banyak sekali, anggap saja rumah sendiri dan kita bebas makan di sini .... hihihiihhi." Dewi Ayanng Nikkah berbicara sambil mengayun-ngayunkan ke dua paha ayam yang ada di kedua genggaman tanganya dan ia juga melemparkan senyum manis ke pada Gadis Elf.

__ADS_1


"Iya Terima kasih banyak Dewi. Aku makan sekarang." Gadis Elf ini tersenyum yang di paksakan, karena ia sedang berusaha menahan tawa saat melihat di sekitaran pinggir mulut bahkan hidung sampai dengan dagu sang Dewi itu di penuhi banyak sekali bekas beraneka ragam makanan.


Di batinya gadis elf, dia juga tidak habis pikir, "Bagaimana Bisa dia tidak sadar kalau di sekitaran bibirnya itu celemotan yak, ampiun apakah dia ini beneran Dewi?"


"Oh ya aku liat tadi Kuotaa ke Toilet ya?" Dewi bertanya memastikan.


Gadis Elf menjawab setelah selesai menelan makanannya. "Ia ... dia bilang tadi mau pipis, tapi aneh kok lama sekali ya? ... apa mungkin dia malahan jadi kepingin berak ??"


Disisi lain Kuotaa yang ada di toilet tiba-tiba saja bersin di iringi dengan cegukan, entah ia pikir akibat dari debu ataupun bauh pesing dan busuk dari kloset, yang jelas ia lebih berasumsi mungkinkah saja cegukan dan bersinnya itu di sebabkan oleh para gadis-gadis cantik itu sedang membicarakannya atau bahkan telah merindukannya. :v


Ternyata setelah pipis Kuotaa bukanya langsung keluar dari Toilet malahan ia sekaran ini justru sedang memanjakan batang vita*lnya.


"Cihhh dasar pria laknat, kenapa dia lama sekali sihh? ...dia itu beneran sedang Berak atau ngapain sihh ... padahal dia sedang di tunggu Gadis Kucing ini," Celetuk Dewi berekspresi kesal saat mengingat Kuotaa.


"Kenapa adik kecil ini menunggu Kuotaa?" Gadis Elf bertanya heran.


Dewi Ayanng Nikkah menjawab sambil sekilas mengangkat bahunya, "Entahlah dia tidak memberitahu, dia sepertinya masih trauma atau takut."


"Ada apa dengan mu dik ...? kenapa kau tidak mau makan padahal ini enak-enak lo?" Gadis Elf mencoba membujuk Gadis Kucing dengan nada yang sangat lembut.

__ADS_1


Dewi Ayanng Nikkah menimpali, "Aku sudah menyuruhnya untuk makan tapi dia tidak mau kalau Kuotaa belum kesini."


"Kok seperti itu??" celetuk Gadis Elf bertanya kebingungan.


"Entahlah Mungkin dia berpikir tidak baik makan duluan, sebelum orang yang menolongnya lebih dahulu makan." Dewi Ayanng Nikkah berkata setelah selesai mengambil sup.


"Wihhh sopan sekali kamu adik kucing. Mana imut banget lagi, apakah kamu mau jadi adik angkat kakak, nanti akan kakak penuhi semua keinginan mu." Gadis Elf itu menghapiri Gadis Kucing, ia mengelus lembut kepala Gadis Kucing dan mencubit gemes pelan kedua pipinya sambil berkata, "Yak ampiun gemes banget pipinya, meskipun kau sekarang ini kotor dan bauh, tapi tetap saja kau akan aku jadikan kucing imut kesayanganku." Gadis elf kini memeluk gadis kucing dengan perasaan yang sangat sayang dan gemes.


"Hei Elf ...! Ee maksudku Ayuta ...! kau tidak boleh mengambilnya dariku ...!" Dewi berkata kesal lalu menghapiri mereka berdua. "Dia ini telah menjadi adik angkatku tahu, cepat menyingkir darinya jangan kuat-kuat memeluknya dia itu masih sakit." Dewi Ayanng Nikkah melepaskan pelukan Ayuta dari Gadis Kucing.


"Ohh iya ... dik ...! kalau kakak boleh tahu siapa namamu? jangan takut, kakak orang baik kok! kakak tidak akan menjadikan mu budak." Gadis elf bertanya kepada Gadis kucing.


Dewi Ayanng Nikkah menimpali, "Dia tidak akan menjawab karena aku juga tadi sudah tanyakan."


Kuotaa akhirnya muncul juga di hadapan ketiga gadis yang ada di meja makan, pria itu mengulas senyum manis ramah terbaiknya. Ia Duduk di sisa kursi yang kosong yang ada di sebelah Gadis Kucing.


Kuotaa mendekat ke kearah Gadis Kucing, ia melihat bahwa gadis Imut itu sedang melamun dengan ekspresi sedih. Kuotaa menyahuti dan bertanya, "Kenapa kau tidak makan? apakah kau tidak suka dengan makanannya? padahal kelihatanya makanan ini enak-enak lo."


...****************...

__ADS_1


...To Be Continue...


__ADS_2