Ke Isekai Bersama Sistem Harem

Ke Isekai Bersama Sistem Harem
14) Perasaan Membuncah Makin Panas


__ADS_3

Melihat kejadian tak senonoh tepat di hadapan mereka, seketika membuat Sang Dewi dan Gadis Elf terperanjat kaget, raut wajah mereka berdua sama-sama memerah, berekspresi malu. Dengan reflek Gadis Elf menutup wajahnya mengunakan kedua tangan, tetapi diam-diam ia tetap saja mengintip momen langkah dan indah itu dari balik celah-celah jarinya yang sengaja ia longgar kan.


Dengan perasaan yang sangat aneh bercampur merinding Dewi Ayanng Nikkah menyahuti adik dan kakak yang masih asik berciuman dari mulut-kemulut, "Hei ...! kalian berdua tidak boleh melakukan itu di tempat umum, lagian kalian itu saudara."


Gadis Elf juga menimpali dengan gugup terbata-bata, "I-iya betul sekali tidak baik nanti banyak orang yang melihat tahu!"


Kedua gadis itu mengatakan ucapan mereka saat pipinya masih memerah karena malu.


Setelah selesai melepas ciumannya Kuotaa pun berkata dengan ekspresi cengengesan tidak enakan sambil menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal. "Hemhhhmmm ... Maaf kan aku, aku tidak bisa menolaknya kalau aku menolak nanti dia pasti menangis."


"Elee ... Alasan .... tidak masuk akal dasar pria pedofil ...!" Dewi menjawab dengan kesal.


Enyu menimpali sambil menatap sang Dewi dengan ekspresi marah, "Jangan malahi kakak ku ya ...! lagian apa salahnya kami ciuman hang? kata Ayah dan ibuku dulu kami boleh kok ciuman, dan juga mereka sudah menikahi aku dengan kakak."


Kata-kata itu sungguh membuat sang Dewi dan Gadis Elf terdiam kaku, mereka berdua membisu seribu bahasa dengan Ekspresi sedikit menganga.


Untuk menghilangkan kesalahpahaman, Kuotaa pun menjelaskan fakta yang sebenarnya tentang apa yang terjadi pada keluarga nya. "Enyu biar kakak yang menjelaskan! ... Sebenarnya kami berdua ini bukanlah saudara kandung. Aku sebenarnya anak adopsi dari kedua orang tuanya Enyu, mereka sengaja mengadopsi ku saat aku masih kecil, mereka mandul sangat lama, dan sekalian mereka berharap dengan kehadiranku bisa mendapatkan anak kandung, dan ternyata saat aku sudah besar, ibu angkat ku itu akhirnya melahirkan Kana Enyu yang sekarang menjadi adikku. Dan akibat Enyu yang terlalu mencintaiku akhirnya mereka sepakat menikahi kami meski dalam keadaan masih kecil.


"Jadi seperti itu ceritanya. ... Tapi kan tetap saja kau itu pedofil Kuotaa ... PE ... DO ...." Dewi Ayanng Nikkah menekankan kalimat terakhirnya dengan ekspresi jengkel dan menunjuk-nunjuk Kuotaa dengan jari telunjuknya yang berkuku Merah mudah.


"Ya terserah kau saja lah, yang penting kami kan udah nikah dan itu juga perintah kedua orang tua kami, aku tidak mungkin menolak, kami juga saling mencintai." Kuotaa mengatakan itu dengan santai dan memalingkan pandangannya yang sombong kesamping.


Enyu mengangguk antusias pertanda dia setuju sekali dengan semua ucapan kakaknya, "Betul-betul-betul, kami saling cinta ...! Kakak pedotil itu apa ya? apakah itu kata yang buluk, apakah Dewi te*tek besal ini mengejek kakak, kalau dia jahat biar Enyu gigit cakar dia!"

__ADS_1


Kuotaa menanggapi adiknya dengan senyuman ramah dan menahan tawa, "Tidak apa-apa Enyu, Dewi ini sangat baik hati kok, dia cuma mau bermain-main sama kakak, Pedofil itu artinya Permen yang sangat manis, dia bilang kakak ini seperti permen yang sangat manis dan tampan sekali." Diam-diam Kuotaa melirik dan mengedipkan mata genitnya kepada Dewi Ayanng Nikkah.


Mendengar ocehan dan godaan Kuotaa kepadanya membuat Dewi cantik itu salah tingkah, ia berdecih jutek, lalu melipat kedua tangannya di atas perut dan memalingkan wajahnya yang memerah karena malu.


Enyu nampak gembira dan berkata, "Ohhh kalau gitu nanti kakak beliin Enyu pelmen Pedotil ya ...! pelmennya yang banyak-banyak. ... Kakak Dewi dan kakak kuping panjang juga nanti kita kasih ya kak?"


"Iya iya tenang saja! nanti kakak belikan ...! kakak kan kaya raya ... hehehemhm...." tutur lembut Kuotaa sambil mengelus kepala adiknya dengan lembut dan mengulas senyum manis.


"Cihhh dasar pria laknat kakak sesat," umpatan pelan Sang Dewi yang hanya terdengar di telinganya Gadis Elf yang ada di sebelahnya. Dewi Ayanng Nikkah merebahkan kepalanya ke meja makan lalu setelah nya ia berkata dengan lelah, "Aku kasihan sekali melihat adiknya masa mudahnya direnggut oleh sosok pedofil dan anehnya juga kenapa kedua orang tuanya setuju??"


Gadis Elf menjawab pertanyaan Dewi dengan ekspresi datar, "Kau salah Dewi Ayanng, justru kebahagiaan terbesar dalam hidupnya Enyu itu adalah kakaknya sendiri. Aku sangat yakin Enyu rela mengorbankan seluruh hidupnya untuk kuotaa kakaknya."


Mendengar penjelasan itu Dewi Ayanng Nikkah hanya bisa terdiam dan melamun, lalu mereka berdua melanjutkan kegiatan makannya lagi.


Secepat kilat Kuotaa mengunakan telapak tanganya langsung menutup mulut mungil Enyu yang hampir saja keceplosan, karena fakta yang sebenarnya ternyata yang lengket dan bauh pandan di lengan bagian atasnya Kuotaa itu tidak lain dan tidak bukan adalah bekas sisa-sisa muntahan batang vitalnya yang saat sedang dimanjakan Kuotaa di toilet sebelumnya.


Sambil membungkam mulutnya Enyu, Kuotaa berbisik pelan di telinga Enyu dengan pelan, "Huss Jangan dibilang tentang Lendir itu, nanti ke dua kakak di depan kita ini marah-marah lagi!"


Enyu hanya bisa mengangguk pelan, "Hmmmm hmmm." sambil diam-diam menjilati telapak tangan kakaknya dengan polos.


Kuotaa melepas bekapan dari mulut adiknya, lalu mengelap tanganya ke celana, setelah di rasa Kuotaa situasi telah aman terkendali, ia pun menyahuti Gadis Elf dengan mengatakan, "Ayuta apakah tempat pendaftaran menjadi pahlawan itu jauh atau ada di sekitar sini?"


Gadis Elf bernama Ayuta itu menjawab santai, "Maaf ... aku mau menjelaskan sesuatu, sebenarnya aku juga tidak tahu tempatnya itu ada di mana."

__ADS_1


Kuotaa terkejut sambil mendaratkan kedua tangannya di atas meja makan. "Eeeee kok bisa tidak tahu? bukanya kau tadi bilang kau mau mengantarkan kami kesan? dan kau juga kan sudah menjadi Pahlawan? kau juga menunjukkan lencana kepahlawanan mu itu."


Gadis Elf itu menghilangkan lencana bintang yang ada di dadanya seperti di hembus angin, lalu ia menjawab dengan ekspresi cuek dan santai, "Ini Lencana bohongan yang aku buat menggunakan sihir manipulasi jadi aku bukanlah pahlawan... dan aku juga sebenarnya baru saja datang ke Dunia ini sama seperti mu Kuotaa."


Kali ini ucapan Gadis Elf itu bukan hanya mengejutkan Kuotaa, Dewi Ayanng Nikkah dan Enyu juga di buat terkejut bercampur bingung.


"Apa maksudmu??" ucapan Serempak Kuotaa bersama Dewi Ayanng Nikkah.


"Eeee ... iya apa maksudmu kakak kuping panjang." Timpalan Enyu yang juga ingin di lihat seolah mengerti dan serius.


"Cihh ternyata kau memang tidak bisa mengenaliku sejak awal ya No Limit, wajar sih karena kita memang tidak akrab sejak dulu." Gadis Elf mengatakan itu sambil membuang muka kesalnya kesamping.


Kuotaa masih saja berekspresi tidak mengerti ia sangat bingung dan bertanya-tanya keheranan.


"Apa maksudmu apa yang kau bicarakan aku tidak mengerti??"


"Iya apa maksudmu apa yang kau bicarakan kami tidak mengerti?" Ujarnya Enyu yang berniat menirukan kakaknya.


Gadis Elf menjawab pertanyaan Kuotaa tersebut, "Awalnya aku sangat marah dan dendam denganmu, tapi setelah aku pikir-pikir itu tidak ada gunanya lagi, nasih telah menjadi bubur, dan aku telah lebih memilih untuk bereinkarnasi ke dunia ini untuk menikmati apa yang aku cinta - citakan, dan entah kenapa aku tidak tahu bisa bertemu denganmu lagi, apakah ini semacam takdir atau apalah aku juga tidak mengerti."


...****************...


...To Be Continue...

__ADS_1


__ADS_2