
Petugas Yell meletakkan buku itu di atas meja yang ada di depannya Kuotta bersama ketiga Istrinya, lalu setelahnya Petugas cantik ini duduk di kursi kosong yang ada di seberang keempat orang itu dan ia kembali berkata, "Sekarang aku tunggu kalian untuk berpikir mau pilih menjadi Pahlawan apa? apakah ingin menjadi PALKON atau PALBAS ...?!"
Dewi Ayanng Nikkah mengambil buku yang ada di meja dan langsung menyimpannya kedalam kantong ajaib yang ada di bagian dada atau lebih tepatnya di dalam B*H bagian terdalamnya.
Melihat momen aneh itu membuat Petugas Yell sempat menajamkan penglihatannya kearah dada sang Dewi dengan erekspresi keheranan.
"Bagaimana pendapatmu Kuotta kita pilih yang mana?" Dewi bertanya sambil memegang dagunya dengan ekspresi yang seolah sedang berfikir.
Sementara Yukita tidak bersuara, dia hanya ikutan sedang berfikir sambil meletakkan pipinya ke tangan kanan, dan Enyu hanya bergantian memperhatikan wajah Kuotta, Yukita, Dewi secara bergantian dengan tatapan bingung, soalnya Enyu tidak terlalu mengerti kalau di suruh untuk memilih Palkon atau Palbas.
Kuotaa nampak sedang melamun dan berfikir, di benaknya ia beranggapan lebih baik memilih menjadi Pahlawan bebas saja, karena dia tidak ingin hidup terlalu di atur-atur, yang dia inginkan adalah hidup bebas lepas bersama ke empat istrinya yang cantik jelita.
Seandainya saja jika ia memilih menjadi Pahlawan kontrak itu berarti dia bakalan sama saja menjadi seperti Polisi atau Tentara yang ada di Dunia asalnya. Sungguh pekerjaan yang terikat seperti itu adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan bagi Kuotta.
"Sayang-sayang ku kemari sebentar!" Kuotta memanggil ketiga pasangannya dengan nada lemah lembut.
Mendegar itu membuat Ketiga Gadis cantik ini langsung menghadap dan sangat dekat dengan tubuh Kuotta, sehingga tingkah mereka terkesan sangatlah rahasia seperti sedang berembuk.
Sementara petugas itu hanya bisa menunggu sambil duduk santai dan pura-pura sedang membaca buku yang ia pegang.
__ADS_1
Kuota berbisik pelan kepada ketiga istrinya yang sedang menunggu nya berbicara, "Kalian sadarkan kalau jenis Pahlawan Bebas lebih enak? kalian gak maukan hidup terikat di atur-atur terus, enakan bebas kita bisa menghabiskan banyak waktu luang bersama-sama, kalau udah banyak uang kita juga bisa jalan-jalan keliling menikmati Dunia ini, oke ladies setuju kan?"
Ke tiga istri Kuotta mengangguk pertanda setuju, bahkan Enyu sangat senang mendengar kalimat menggiurkan dari kakaknya itu, "Enyu setuju sekali kak, ye ... kita nanti berpetualang keliling Dunia yeyeyeyeye ..." ungkapannya sembari mengangkat kedua tangan keatas.
Dewi Ayanng Nikkah menjawab Kuotta dengan mengatakan "Baiklah terserah kau saja, yang penting ada untungnya untukku, agar aku bisa kembali ke Dunia asalku."
Sementara Yukita menanggapi Kuotta sambil menunduk dan menahan perasaan malu-malu."Aku setuju! denganmu Kuotta, aku akan menuruti semua yang kau bilang dan akan selalu mengikuti mu selagi itu baik."
Petugas Yell kembali bertanya setelah menyadari mereka selesai berdiskusi. "Bagaimana sudah di putuskan mau pilih pahlawan kontrak atau pahlawan bebas?"
Kuotta memberitahukan kepada petugas Yell bahwa ia bersama ketiga pasangannya memilih ingin menjadi Pahlawan bebas saja.
Mendengar itu Petugas Yell mengulas senyum yang sedikit melengkung lalu berkata, "Baiklah kalau begitu Ini formulir pendaftaran yang harus kalian isi." ia menaruh 4 lembar kertas ke meja yang ada di hadapan Kuotta bersama ketiga gadis lainnya.
"Aku tunggu di loketku, kalau kalian sudah selesai mengisinya tolong kumpulkan ke loket ku ya!" setelah mengatakan itu Petugas cantik berambut kuning ini langsung berjalan menuju loketnya kembali.
Sementara Kuotaa dan ketiga istrinya menjawab petugas itu dengan mengatakan 'iya' sembari dengan kompak menganggukkan kepala mereka.
Kuotta terkekeh pelan saat menyadari ternyata kertas lembaran yang ia terima ini rupanya hanyalah sekedar lembaran untuk mengisi identitas diri, tidak ada keterangan soal ujian teori seleksi pendaftaran seperti yang ia kira.
__ADS_1
Dan yang membuat mereka berempat sangat mengeluh ternyata lagi-lagi ada juga keterangan biaya administrasinya. Namun di keterangan formulir itu mengatakan bahwa biaya administrasinya boleh juga di selesaikan setelah berhasil lolos tahap seleksi bakat sihir dengan cara mempraktekkannya di depan petugas yang bersangkutan.
"Kita bayar administrasinya kalau kita lulus seleksi bakat sihir nya aja ya!" celetuk Dewi Ayanng Nikkah yang membuat Kuotta bersama Yukita dan Enyu langsung menoleh dengan ekspresi heran.
Kuotta menjawab Sang Dewi dengan mengatakan, "Kenapa tidak sekarang saja, apakah uang kita tidak cukup? padahal kan di sini keterangannya cuma 5 pru perorangan, jadi kalau empat orang, itu berarti 5 pru dikali 4 orang \= 20 pru, bagaimana cukup gak uang kita?"
"Kalau masih gak cukup Enyu tambah deh, 1 pru milik Enyu, ini uang Enyu pas nemu di pintu masuk tadi, hihihihihihi ..." Enyu berbicara sambil mengeluarkan uangnya dari saku rocknya yang pendek dan terekekeh unjung giginya yang manis sekali.
Sang Dewi tidak mengambil uang milik Enyu itu, ia justru menaruh uang itu kembali ke saku roknya Enyu dan berkata, "Terimakasih banyak Enyu! kau adik yang sangat baik sekali, kau simpan saja uang mu itu ya, sebenarnya aku cuma tidak mau menghabiskan uang ini." Dewi cantik itu berbicara sambil sesekali melihat kearah uang yang ia simpan di dadanya.
"Sudahlah tidak usah bersedih Ayanngku! ... kau tenang saja ya, dengan kekuatan mata istimewa ku ini, kita tidak mungkin kesulitan soal uang, nanti juga kan kita bakalan di upah kalau selesai menjalankan misi."
Yukita menimpali dengan nada malu-malu, "Iya Kak Dewi suami kita benar sekali, dia kan punya mata hebat dan tugas seorang suami juga memanglah di wajibkan mencari nafkah untuk menghidupi anak istrinya."
Setalah mengatakan itu Yuki sedikit menundukkan wajahnya. Sementara Kuotta yang mendengar ucapan itu membuat matanya tiba-tiba saja berkaca-kaca lalu dengan santai ia langsung memegang dan mengelus lembut tangan Yuki sembari berkata, "Terimakasih banyak istriku Yuki, meskipun aku sedikit tertekan, tapi aku sangat terharu akhirnya kau memanggilku dengan sebutan suami. Aku berjanji akan membahagiakan kalian semua."
Yuki sedikit tersentak kaget saat menyadari tanganya di elus-elus Kuotta. Baru di elus tanganya saja sudah membuat Yuki merasa seperti sedang terlentang nyaman di hamparan bukit hijau yang di penuhi bunga warna warni, apalagi kalau sampai ketahap ranjang? bisa-bisa Gadis Elf ini rela di jika harus di gempur Kuotta sampai puluhan ronde setiap harinya.
Yukita merasa wajah sosok pria yang ada di hadapannya ini sangatlah luar biasa tampan dan manis sekali, Yukita berpikir seandainya saja kalau sekarang ini bukan di tempat umum pasti bibir Kuotta yang sangat se*ksi itu telah ia lum*at dari sekarang sampai nanti malam.
__ADS_1
...****************...
...To Be Continue...