Ke Isekai Bersama Sistem Harem

Ke Isekai Bersama Sistem Harem
15) Kejutan Baru Bagi Kuotaa


__ADS_3

"Jangan bilang kalau kau adalah Aru- ...,"


Ucapan Kuotaa itu langsung terputus di timpali Gadis Elf dengan mengatakan, "Iya ... Aku Arunika Yukita, Gadis yang kau dorong sampai tewas, Aku Yukita teman sekelas mu dulu di SMA."


Tiba-tiba Kuotaa terbujur kaku, ia berekspresi muram dan sangat terkejut. "Eeee ...." Lalu ia dengan sangat cepat langsung bersujud di dekat kakinya Gadis Elf sembari berkata, "Maafkan aku Yuki ...! aku benar-benar minta maaf, aku tidak sengaja mendorong mu waktu itu, aku pikir kau akan di tabrak mobil. ... Beneran ini kecelakaan murni, tidak ada unsur kesengajaan, aku bersumpah demi Tuhan."


"Sudahlah tidak usah di ungkit- ungkit lagi, tindakan ceroboh bodoh mu itu memang sangatlah bodoh, lagian aku sudah memaafkan mu sejak awal." Arunika Yukita mengatakan ucapannya sambil melirik kearah bawah sedikit menyerong seolah bersikap cuek acuh tak acuh.


Kuotaa merasa sangat bersyukur dan puas sekali


setelah mendengarkan ungkapan pemberian maaf dari Yuki itu. Lalu ia mengangkat kepalanya dan berdiri kembali sembari berkata, "Terimakasih banyak Yuki! aku berjanji akan membalas kebaikanmu ini."


Yukita menanggapi dengan berkata, "Lebih baik kita selesaikan saja beragam tugas dan misi yang telah di beritahu Sistem kayangan itu, untuk memberantas kejahatan di Dunia ini, Dewi yang mengirimkan ku kedunia ini bilang kalau kita berhasil mengatasi Konflik di Dunia ini, maka Kita akan mendapatkan hadiah permintaan apa saja yang kita inginkan. ... Benarkan itu, Dewi Ayang Nikkah?" Yukita melirik sang Dewi sambil melengkungkan sudut bibirnya keatas.


Dewi Ayanng Nikkah menjawab setelah membalas dengan senyuman nya juga, "Hmm ... iya, kau benar sekali, bahkan jika kalian telah mencapai puncak kejayaan maka kalian bisa meminta untuk menjadi Dewa dan Dewi, tetapi itu juga berdasarkan presentasi keberhasilan kalian."


Yukita terlihat sangat senang mendengar penjelasan sang Dewi, kini ia nampak tersenyum seringai lalu berkata, "Itu lah yang aku inginkan kenapa aku mau pergi ke Dunia lain ini, itu karena aku ingin menjadi Dewi paling cantik yang kekal abadi di kayangan ... hmmmmm."


Dewi Ayanng Nikkah menyahuti Enyu dengan Nada pelan menimang, "Kalau adik Enyu mau jadi apa nanti ... kalau kita sudah berhasil menyelesaikan konflik di Dunia ini?"


Enyu menjawab sambil memeluk tangan Kuotaa dengan perasaan sayang, "Kalau Enyu hanya ingin selalu belsama kak Kuotta aja, selama-lama-lama-lamanya."


Mendengar ungkapan adiknya membuat Kuotaa tersenyum ramah, sambil mengelus kepala sang adik dengan lembut sembari berkata, "Iya adikku sayang yang paling imut sedunia, kita pasti akan bersama selama-lama-lama-lamanya."

__ADS_1


Enyu tertawa pelan unjuk giginya yang manis "Hihihihi ... kakak-kakak Gendong enyu!" seruanya sambil merentangkan tangan.


Kuotaa tidak bisa menolak, apa saja yang di minta sang adik kesayangannya harus ia penuhi sekarang itu juga, sekalipun jika itu permintaan yang aneh-aneh atau terkesan konyol dan sulit, ia tetap saja akan memenuhinya karena baginya, kebahagiaan adik harus di utamakan. "Baiklah ayo naik ...!" serunya sambil berjongkok bersiap-siap untuk mengendong Enyu di punggung belakangnya.


Enyu yang berada di punggung Kuotaa, di bawah kakaknya ini berlari pelan mengelilingi meja makan, sementara Yukita dan Dewi nampak hanya sedang memperhatikan sambil terekekeh pelan.


"Wihhhh selu-selu ... selu sekali kak ... hihihihi lagi-lagi!" Ujarnya Enyu setelah di turunkan Kuotaa.


"Jadilah udah 5 kali putaran tadi, nanti kepala Enyu pusing kalau terus-terusan." Kuotaa mengelap keringat adiknya menggunakan bajunya.


"Kakak-kakak Enyu mau tanya, apakah Enyu yang sekalang ini cantik, ... Hmmm .. apakah kakak suka wajah Nyu yang sekalang ini?" Enyu bertanya sambil menepuk-nepuk pipinya.


"Kakak suka kok wajah Enyu yang sekarang ini, makin cantik dan makin imut aja, masih sedikit mirip dengan yang dulu. Kakak paling suka dengan kumis tipis, kuping ini serta ekornya Enyu." Kuotaa mengatakannya sambil menyentuh bagian-bagian yang ia maksud.


"Eeeee ... maaf ...! lagian ekor Enyu juga sih cantik sekali, sangat lembut dan dingin seperti sutra."


Enyu sedikit bingung dengan ucapan Kakaknya, "Hmmm .. benarkah? ... kalau gitu nanti Enyu tunjukkin juga badan bagian dalam Enyu pasti kakak suka, Enyu lasa ini lebih lembut dali ekol" ia mengatakan kalimat terakhirnya sambil mere*mas dadanya yang kecil sedikit tepos.


Mendegar ucapan familiar itu membuat Sang Dewi terkejut sambil menyeburkan air minum dari mulutnya sementara Yukita menjatuhkan potongan daging yang baru saja ia potong menggunakan pisau.


*****


Beberapa lama kemudian akhirnya mereka semua selesai juga menyantap makanan yang sangat banyak itu, selanjutnya mereka berniat menuju ke tempat untuk mendaftar kan diri menjadi seorang pahlawan kerajaan.

__ADS_1


Ternyata Kuotaa beberapa waktu yang lalu sendirian meninggalkan meja makan untuk menghampiri Pahlawan pria besar yang sebelumnya pernah ia potong kakinya, dari pembicaraannya Kuotta pun akhirnya mendapatkan informasi letak kantor pendaftaran Pahlawan tersebut.


Pahlawan pria besar itu mengatakan kepada Kuotaa, kalau lokasi tersebut terletak di pangkal perbatasan Kota. Nama Kantor tempat pendaftaran itu adalah Kantor PPKBA (Pahlawan Pertahan Keamanan Benua Allrassu)


Setelah selesai mendengar informasi dari Kuotaa, Dewi Ayanng Nikkah ini langsung memasukkan tanganya kedalam belahan dadanya, ia mengeluarkan peta dari dalam kantong ajaib yang ada di Bh bagian dalamnya dan langsung menaruhnya di atas meja yang telah di bersihkan pelayan.


Yukita dengan sangat cepat dan antusias langsung menutup mata Enyu agar tidak melihat penampakan peta Dunia yang 5 benuanya berbentuk seorang wanita dan pria sedang bercu*mbu dengan beragam gaya, namun tindakannya itu telat, Enyu sudah terlanjur melihatnya.


"Enyu kau masih kecil tidak boleh melihat ini! ... nanti Enyu pecah bulu," Seruan Yukita dengan pipinya yang memerah karena malu saat melihat peta itu kembali untuk kedua kalinya setelah dari Alam hampa.


Enyu merasa risih di tutup matanya, ia juga sangat bingung dengan apa yang di ucapkan Yukita, "Pecah bulu? ... bulu ekor Enyu maksudnya ya?? atau bulu kuping Enyu? perasaan bulu Enyu tidak kenapa-napa tidak pecah kok, kakak kuping panjang ini kenapa sihh aneh banget."


Kuotaa dengan santainya mengatakan, "Enyu! maksudnya itu nanti Enyu malahan kepikiran dengan gaya yang ada di gambar ini."


"Tidak apa-apa kok lagian Enyu dulu juga kan sering beginian di kamarnya kakak." Enyu mengatakan itu sambil melepaskan tangan Yukita dari menutup matanya.


"Apa ..?" Yukita dan Dewi Ayanng Nikkah nampak sama-sama terkejut dan berekspresi kesal.


"Hei Kuotaa ...! apa saja yang kau lakukan bersama adikmu di kamar hang? cepat jawab mengaku kau ! dasar pedo." ujarnya Dewi Ayanng Nikkah berekspresi berapi-api.


Enyu menimpali dengan kesal sambil menatap tajam ke arah Dewi Ayanng Nikkah, "Heiiii ... nenek peyot jangan malahin kakak Kuotaa ku ya ...! dasal te*tek besal, paha besal, pokoknya semuanya besal."


...***************...

__ADS_1


...To Be Continue...


__ADS_2