
Gadis Kucing tidak bersuara ia menanggapi ucapan Kuotaa hanya dengan anggukkan pelan kepalanya sambil berekspresi malu-malu.
Kuota kembali bertanya apakah Kakak di depannya yang seorang Dewi itu yang melarang nya menyentuh makanan, mendegar sindiran Kuotta itu membuat Dewi Ayanng Nikkah menejelitkan matanya kepada Kuotaa dengan perasaan kesal, sementara Gadis kucing tetap saja menggelengkan kepalanya pertanda semua ucapan Kuotaa itu salah.
"Baiklah kalau begitu kakak langsung ambilkan saja makanan ini untukmu ya, di makan ya biar kamu cepat sembuh, biar kamu sehat kuat dan jadi gadis yang cantik." Kuotaa mengatakan itu dengan ceria namun tiba-tiba ia sedikit merasa gejolak aneh sepertinya kejadian ini pernah terjadi di Indonesia, oh ya dia ingat, kata-kata barusannya itu sering ia lontarkan kepada adiknya yang telah lama meninggal lebih dari 3 tahun yang lalau.
"Di makan ya!" Tutur lembut Kuotaa sambil tersenyum dan menaruh piring yang telah ia isi dengan nasih dan beragam lauk yang sangat sedap di pandang mata ke meja tepat di hadapan gadis kucing yang sedang melamun.
Gadis Kucing bereaksi menoleh menatap kearah Kuotaa, ia memasati wajah kuotta lama sekali, sampai-sampai membuat Kuotaa merasa sedikit gugup akibat dari wajah gadis kucing ini sangatlah cantik dan imut sekali.
Saat masih saling bertatapan, tiba-tiba saja Kuotaa melihat Gadis Kucing itu mengalirkan air matanya yang deras, namun cepat-cepat Gadis kucing itu langsung memalingkan wajahnya dengan menunduk dan mengucek-ngucek kedua matanya mengunakan kedua tangan sembari berkata di sela-sela tangisan nya, "Ternyata kau memang dia-- ... hiks hiks."
"Eeeeee kenapa kau menangis apakah ucapan kakak tadi menyakiti mu ya, dan apa maksudmu ternyata aku memanglah dia ...??" Kuotaa bertanya keheranan.
"Hei Kuotaa! kau apakan dia? kenapa dia menangis?" Dewi Ayanng Nikkah bertanya seolah menuduh, ia menunjuk Kuotaa menggunakan garpu yang ada di tangannya.
"Aku tidak melakukan apa-apa kok, aku cu-- ..."
Ucapan Kuotaa terputus oleh Gadis kucing yang langsung menimpali sambil tersenyum rama dan menahan tangisannya saat sedang menatap kembali wajahnya Kuotaa.
Gadis Kucing ini berkata dengan kesan dan ekspresi yang sangat bersedih dan tersendat-sendat, "E-e-nyu cuma mau bilang telima kasih banyak kalena kakak telah datang untuk menolong Enyu, te-telima kasih banyak kalena kakak telah melepaskan segel budak dali lehel Enyu .... hiks hiks."
__ADS_1
Gadis kucing menangis sejadi-jadinya, sampai-sampai membuat kedua wanita yang ada di depan mereka menghentikan kegiatan makan-makanan mereka, mereka semua terkejut melihat Gadis kucing itu menangis dengan sangat haru.
Kuotaa nampak sedang terdiam kaku dan telah menjatuhkan sendok makanya, tiba-tiba dia juga langsung ikutan meneteskan air matanya begitu deras.
Kuotaa yang masih meneteskan air mata memegang kedua bahu dan menatap lekat-lekat wajah gadis kucing itu, "Apakah kau ini beneran Enyu? ... Enyu adik kesayangan ku dulu? ... adikku Kana Enyu yang sering meminta permen kakaknya? ... Kana Enyu yang selalu menunggu kepulangan kakaknya dari sekolah? ... Kana Enyu yang selalu merepotkan kakaknya ...??" Kuota mengatakan itu sambil menahan tangis.
Gadis Kucing mengiyakan semua pertanyaan Kuotaa dengan beberapa kali anggukkan pelan sembari menahan tangisan harunya yang ia balut dengan senyuman manis. "Iya kak ...! aku adikmu kana Enyu yang meninggal di rumah sakit, aku ingat saat di detik Kematianku kakak memelukku untuk terakhir kalinya."
Mendegar kesaksian penjelasan dari gadis kucing itu membuat Kuotta seketika langsung merangkul, memeluk erat gadis kucing yang ternyata adiknya, Kuotaa tak kuasa menahan tangisan haru bercampur bahagia, ia sangat mencintai adiknya, sudah 3 tahun lamanya ia di tinggal mati oleh adik yang sangat ia cintai, dan akhirnya saat ini Kuotaa sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan Adik tercintanya bernama Kana Enyu itu.
*****
Beberapa menit kemudian, susana yang tadinya tegang dan sedih seketika menjadi sangat harmonis dan bahagia, karena Gadis Kucing bernama Kana Enyu itu kini terlihat 100% sangat berubah menjadi ceria.
"Kakak ...! Enyu mau di suapin langsung dari tangan gak usah pakai sendok!" serunya dengan gaya khas kekanak-kanakannya.
"Oke baiklah adikku sayang." Kuotaa mencubit pelan pipi tembemnya Enyu dengan ekspresi gemes, setelahnya ia langsung memasukan makanan menggunakan tangannya tanpa sendok.
"Jadi dia ini beneran adikmu ya? ... tidak kusangka ternyata kalian bisa bertemu di Dunia ini ya." Dewi Ayanng Nikkah meratapi kedekatan kedua adik beradik itu dengan perasaan senang dan mengulas senyum manis.
Kuotaa menanggapi ucapan Dewi sambil masih menyuapi adiknya. "Awalnya tadi saat dia masih menjadi budak Pahlawan itu, aku sudah sedikit curiga sepertinya aku mengenalinya, tapi aku masih kurang yakin, aku sangat terkejut saat tadi dia bilang kalau dia beneran Enyu adikku, hanya saja ini versi tercantik dan terimutnya, aku sulit mengenalinya tadi, akibat kumis kucing tipis ini dan telinga serta rambutnya yang berubah warna menjadi cokelat keemasan, kalau dulunya sih warna rambutnya ini hitam." Di akhir kalimatnya Kuotaa berbicara sambil mengelus pelan kepala Adiknya.
__ADS_1
Sementara disisi Dewi Ayanng Nikkah yang dari tadi hanya melihat kedekatan kakak beradik itu, membuatnya diam-diam mengelus kepalanya sendiri seolah-olah sedang merasakan perasaan iri.
Kuotaa menanyakan kepada Enyu berapakah umur Enyu di Dunia baru ini,
Mendengar itu membuat Enyu sejenak melamun, ia sepertinya sedang mengingat berapakah umurnya saat ini sambil sedikit memonyongkan bibirnya yang imut lalu tak lama itu Ia menjawab, "Hmmmm 18 tahun."
Peryataan Enyu itu membuat Kuotaa dan Gadis Elf terkejut tidak percaya, mereka berdua sebelumnya beranggapan dengan sangat yakin kalau Umur Enyu itu sekitaran 6-7 tahunan, tapi semua anggapan itu sirna saat mendengar fakta secara langsung dari orang yang bersangkutan.
Lalu Kuotaa kembali bertanya kepada Enyu seolah mewakili pikiran gadis Elf yang sedang keheranan juga. "Kenapa Tubuh dan wajah Enyu kelihatan masih sangat mudah, kecil unyu-unyu begini? kakak pikir Enyu itu usianya sekitar 6-7 tahunan?"
Enyu menanggapi dengan berkata, "Kata ibu Las manusia Hewan akan belumul panjang dan rupa wajah kami juga akan tetap mudah meski kami sudah belusia ratusan tahun.
Dewi Ayanng Nikkah menimpali dengan berkata, "Enyu benar Kuotaa, ... sama juga seperti Ras Elf, Ras Iblis dan lainya, mereka di berkati umur panjang dan rupa yang tidak cepat menua, kecuali untuk manusia, di Dunia ini manusia hanya bisa sampai 150 tahunan.
"Ohh jadi begitu." Kuotaa mengangguk paham.
"Enyu kakak mau tanya kamu kesini waktu itu bertemu Dewa atau Dewi yang seperti apa, siapa namanya?" Dewi Ayanng Nikkah bertanya sambil mengerutkan kening.
Enyu sangat antusias merespon pertanyaan sang Dewi, ia seperti sedang berusaha mengingat sambil memejamkan mata, memegang dagu, dan sedikit memonyongkan bibir seriusnya, sungguh ekspresi itu nampak sangatlah imut di mata ketiga orang yaang sedang menunggunya mulai berbicara.
...****************...
__ADS_1
...To Be Continue...
...Maaf semuanya Bab ini saya perbaiki, maaf juga kalau masih banyak typo dan kata yg sulit di pahami, soalnya aku ngetik sambil ngantuk-ngantukan akibat bergadang, sama squad temen-temen ku....