
Dewi Ayanng Nikkah menebak sangat yakin, pasti Kuotaa yang mengakibatkan pria besar itu memotong kakinya sendiri, karena Dewi ini menyadari saat melihat Kuotaa tiba-tiba saja tertidur, pikir Dewi, itu berarti Kuotaa telah menggunakan kemampuan mata istimewanya, namun sang Dewi heran kenapa Kuotaa bereaksi merasakan sakit, ia mengira apakah mungkin Kuotaa yang sedang berada di pelukannya saat ini juga merasakan apa yang di rasakan pria yang kakinya terpotong.
Namun Renungan Dewi Ayanng Nikkah seketika buyar saat di rasa dan diliriknya ternyata wajah Kuotaa telah bersandar dengan sangat nyenyak dan langsung mengubek-ubek dadanya Dewi ini menggunakan wajah tampannya itu.
Dewi cantik ini benar-benar merasakan kenikmatan yang luar biasa sangat merinding di sekujur tubuhnya, ia bingung mau berbuat apa, di tolak sayang karena enak, dan jika di abaikan nanti takutnya dia di kira sangat murahan oleh Kuotaa.
Sementara di sisi Kuotaa yang masih sedang asik bergerilya di hamparan kedua bukit milik sang Dewi, ia sangat menikmati perbuatan bejatnya, Kuotaa mengendus dan menarik napas dalam-dalam, seolah-olah sedang menghirup udara segar di pagi hari. Di batinnya Kuotaa ia juga berkata sangat bahagia, "jadi ini rasanya dada seorang Dewi cantik, ini sangat harum lembut dan sangat luar biasa wangi sekali yuhuuuuu ...."
Dewi Ayanng Nikkah sangat menikmati momen yang sangat langkah baginya itu, nampak ekspresi dari wajahnya seketika memerah, ia juga menggigit bibir di bagian bawahnya yang merah merona, lalu ia berusaha agar bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan mengalihkanya dengan berkata, "Kuotaa apakah kau baik-baik saja? ... sepertinya kau tidak kesakitan lagi?"
Mendengar pertanyaan itu akhirnya Kuotaa mengakhiri tindakan pele*cehannya, ia mengangkat wajah sok polos seolah tanpa dosa itu untuk menatap wajahnya sang Dewi. Sangat jelas bahwa Dewi ini dapat melihat air Liur mengalir di pipinya Kuotaa dan juga telah membasahi sekitaran baju yang ada di dadanya Dewi.
Tanpa perasaan bersalah Kuotaa berkata dengan santai, "Aku baik-baik saja Ayanng, aku hanya heran kenapa aku juga merasakan sakit, tadinya aku merasa sangat lelah, tapi setelah kau memelukku tiba-tiba saja aku merasa energi ku kembali lagi, ... oh iya akhirnya aku sadar, ternyata perkataan mu itu memanglah benar,-"
"Apanya yang benar ??- ..." Gumamnya sang Dewi bertanya-tanya keheranan.
__ADS_1
"Benar ternyata bukan hanya hatimu saja yang lembut ternyata dadamu juga sangat lembut bahkan ini sangat harum wangi sekali, lain kali kau juga boleh memperkenalkan bagian yang lainya juga, tidak apa-apa kok, aku akan terima dengan senang hati!" Kuotta mengatakan itu sambil sesekali menarik napas dan memekarkan hidungnya.
Mendengar ucapan Kuotaa, Sontak membuat Dewi cantik ini semakin salah tingkah, ia tiba-tiba merasa daerah intim apem-nya berdenyut-denyut sampai terasa sedikit basah. Dengan sangat terpaksa dan malu-malu, akhirnya dia langsung menyingkirkan Kuotaa dari pelukannya, ia tidak kuat menahan rangsa*ngan ere*ksinya meskipun momen itu sangatlah singkat.
Kuotaa yang kembali berdiri ia merasakan tubuhnya sangat bugar seperti mendapat asupan bergizi 4 sehat 5 sempurna dari sang Dewi, menyadari itu ia membuatnya tersenyum sangat ramah dan manis sekali kepada sang Dewi, setelahnya ia maju beberapa langkah untuk menghampiri Pria besar yang sekarang ini nampak sangat pucat akibat dari kehabisan darah.
Pria ini ketakutan saat menyadari Kuotaa sudah sangat dekat di hadapannya. Ia berteriak cukup kencang, "Dasar monster, kau menyihirku, bahkan aku tidak sadar kalau kau telah memotong kaki ku ... kau ini benar-benar monster, pergi kau jangan mendekaatt ...!!"
Sebenarnya Kuotaa sangat tersinggung di bilang monster, tetapi dia tidak terlalu menghiraukannya lagian dia pikir mana ada Monster setampan dirinya.
Setelahnya Kuotaa berkata serius kepada Pahlawan Pria besar yang masih terlihat sangat kesal dan merasakan kesakitan, "Hentikan, tutup mulutmu itu, jika kau terus bicara maka cepat atau lambat kau akan semakin kehabisan darah lalu mati. Istri ku bisa menyembuhkan dan menyambungkan kakimu kembali, tapi dengan syarat kau jangan seenaknya lagi berbuat jahat, kalau kau melakukannya lagi maka aku dengan sangat mudah akan memotong lehermu, apa kau setuju dengan negosiasi nya, aku harap kau tidak akan menolak seperti tadi?"
"Baiklah pilihanmu sangat bijak." Kuotaa mengulas senyum lalu memanggil Dewi Ayanng Nikkah yang sedang bersama Gadis Kucing. "Istriku yang cantik jelita kemarilah Ayang! tolong sembuhkan kaki pria ini ya ...! setelahnya kau akan aku beri hadiah, hadiah kasih sayang!"
Dengan perasaan heran dan malu-malu sang Dewi menuruti saja seruan itu dan langsung menghampiri Pria besar yang terluka. Dewi Ayanng Nikkah menyentuh kaki pria besar menggunakan kedua tangan dan jari-jarinya yang lentik, lalu seketika itu juga tiba-tiba muncul cahaya merah mudah dari sekitaran tangan sang Dewi.
__ADS_1
Dan berangsur-angsur secara perlahan kedua kaki kanan dan kiri pria besar ini pun tumbuh kembali secara bersamaan dan di selimuti cahaya merah mudah, selain itu nampak sangat jelas sisa kedua potongan kaki yang tergeletak di bawah tak jauh dari mereka itu juga perlahan-lahan menghilang bagaikan di hembus angin.
Semua pengunjung termasuk Pahlawan Pria besar dan gadis kucing di buat sangat takjub dan keheranan saat melihat kejadian yang sangat luar biasa aneh bagi mereka, baru kali ini mereka melihat fenomena sihir yang begitu ajaib.
"Apakah dia itu benar-benar manusia? aku merasa dia seperti seorang dewi yang sangat mempesona," bisik-bisik pelan salah satu pengunjung kepada temannya. Temanya juga mengatakan, "Kau benar dia juga sangat cantik andai saja dia istriku."
Setelah memastikan bahwa kakinya telah sembuh total seperti sediakala, Pria besar ini pun langsung meminta maaf, "Terimakasih banyak! ... luar biasa, ternyata kau wanita yang sangat hebat, aku tidak menyangka kalau kalian berdua sangatlah hebat, maafkan atas kesombongan dan keangkuhan ku, aku sadar kalau aku salah, aku sadar aku ini memanglah bodoh dan jahat ... sekali lagi aku minta maaf." Pria ini menundukkan kepalanya di Kalimat terakhirnya.
Degan kompak Dewi Ayanng Nikkah dan Kuotaa menanggapi Pria besar itu dengan senyuman rama yang seolah-olah telah memaafkan.
Kuotaa menaruh kedua tangannya di dalam saku celana lalu berkata, "Tidak apa-apa yang terpenting kau telah sadar, aku juga minta maaf karena aku sangat terpaksa memotong kakimu tadi ... kalau aku tidak melakukannya kau pasti telah melukai kami bertiga. ... yaaa ... meskipun sebenarnya aku tidak terlalu khawatir karena Istriku yang sangat cantik ini bisa menyembuhkan ku."
Dewi Ayanng Nikkah hanya bisa menunduk tersipu malu saat menyadari dirinya sedang di puji Kuotaa. Sementara Gadis kucing itu dari tadi hanya melamun kebingungan, ia kini sedang memegang tangan sang Dewi seolah sedang berlindung, Gadis Kucing ini tahu kalau ia sedang berlindung dengan orang yang tepat.
Tiba-tiba saja dari belakangnya Pahlawan Pria berbadan besar itu muncul seorang Gadis Elf yang sangat cantik dan imut sekali sedang berjalan mendekat.
__ADS_1
...****************...
...To Be Continue...