Ke Isekai Bersama Sistem Harem

Ke Isekai Bersama Sistem Harem
37) Keceriaan di Kamar Mandi


__ADS_3

Kuotta tidak sadar kalau ketiga istrinya itu sedang er*eksi berat, yang Kuotta rasakan dari sisinya hanyalah perasaan yang sedikit malu, lalu ia pun langsung saja memakai kembali kolor hijaunya yang sempat di ploroti Enyu tersebut.


"Aduhh ... Enyu gak boleh buka-bukaan di sini ...! kasihan tu ciwik-ciwik-nya jadi malu kan ... kakak juga malu di liatin mereka ...!" Celetuk Kuotta sambil menatap Enyu dan sesekali melirik ke tiga Istri lainya.


Enyu menjawab sambil menggosok tangannya, "Kenapa halus malu kak ...? meleka semua kan istlinya kakak juga ... Enyu aja waktu itu seling ngintip Ayah dan ibu Enyu yang main kawin-kawinan di kamal, lalu meleka juga seling mandi belsama, tela*njang belsama ... pokoknya Enyu liat semuanya."


Mendengar itu seketika Kuotta melengkungkan sudut bibirnya keatas, "Benar juga ya, kenapa aku harus malu, kalian semua kan istriku, harusnya aku sekarang tela*njang aja." Kuotta mengambil ancang-ancang untuk membuka kembali celananya.


"Iya kak ayo tela*njang ... ayo-ayo-ayo ...!" Enyu menyuarakan suaranya dengan sangat bersemangat sambil menepuk-nepuk tangannya dengan pelan.


"Stop jangan buka ...! kalau kau buka lagi celana mu itu aku tidak mau isikan air di bak mandi ini lagi," celetuk Dewi Ayanng Nikkah sambil memberi isyarat berhenti dengan tangan kanannya, sementara jari-jari longgar tangan kirinya masih sedang menutup matanya dengan perasaan malu.


"Yaaaa ... kak Dewi kok gitu?? padahal Enyu kan mau gantian mandiin kakak," ujarnya Enyu sambil berekspresi kecewa.


Kuotta menimpali dengan berkata, "Sudahlah Enyu kita nurut aja, lagian kan kakak masih bisa mandi sambil pakai kolor ... kalau Kak Dewinya ngambek nanti kita gak bisa mandi pakai air hangat lagi ... jadi gak papa kan, kakak mandi pakai kolor?"


"Ya sudahlah gak papa! ... sini kak duduk sini ...! Enyu silam kepala kakak ...!" seruan Enyu sambil memegang gayung berisi air hangat.


Kuotta menuruti seruan adiknya, ia duduk di lantai setelah itu Enyu langsung menyiramkan air ke kepalanya Kuotta sambil menggosok-gosok rambut kepala kakaknya itu dengan sampo.


"Wihhh ... kakak ganteng sekali ya ... Enyu makin sayang aja sama kakak," tuturnya Enyu saat melihati wajahnya Kuotta yang telah basah.


Kuotta mengulas senyum manis sambil menyiramkan air ke tubuhnya lalu ke tubuhnya Enyu juga secara bergantian dan berkali-kali, mereka berdua juga saling menggosok-gosoki tubuh mereka secara bergantian dengan sikat dan sabun.


Enyu bertanya keheranan saat sedang menggosok perut sixpack nya Kuotta, "Kakak ...! kenapa pelut Kakak sekalang jadi kotak-kotak begini ya? ... pelasaan dulu nggak kayak gini?"

__ADS_1


"Itu Karena kakak rajin olahraga." Kuotta menjawab sambil menggosok bagian dalam celananya.


Batinya Dewi berkata, "Cihhh ... rajin olahraga? ... padahal cuma dapet lotre giveaway."


"Ohhh ... Olah laga ya ... Sini kak biar Enyu aja yang gosok T*it*it kakak ...!" Ujarnya Enyu sambil memegang lengannya Kuotta.


"Gak usah Biar kakak aja ..." balasan Kuotta sambil menyiram kembali tubuhnya.


"T*et*ek Kaka kok lebih besal dari t*et"ek Enyu ya??" Enyu mengatakan itu sambil menyentuh Dadanya Kuotta lalu meraba-raba dada miliknya juga yang tepos namun sedikit menonjol dan dengan kesan seolah sedang mengamati.


"Sekalang gantian! Enyu cikat-cikat t*et*ek kakak hiyaaaak ..." Dengan semangat Enyu langsung menggosok-gosok dadanya Kuotta. "Lah kok kakak nggak kegelian??"


Kuotta menjawab santai setelah mengulas senyum, "Karena t*et*ek pria jarang ada yang sensitif beda dengan t*et*ek perempuan baru di sentuh dikit aja langsung kepincut."


Di kalimat terakhirnya Kuotta, ia melirik kearah Dewi Ayanng Nikkah sambil melempar senyum melengkung, sementara Dewi yang menyadari lirikan Kuotta itu, cepat-cepat ia langsung memalingkan wajahnya yang malu-malu.


Kuotta tidak kuasa menahan geli kalau di bagian ketiak yang di gosok, sehingga membuatnya tertawa terbahak-bahak, "Whahahahhahahhah ... jurus penahan diriii ...." Ujarnya Kuotta seolah sedang mengeluarkan jurus padahal tindakannya itu hanyalah sekedar ucapan saja, ia kini justru terlihat sedang berekspresi menahan geli dari tangan Enyu yang terus-terusan menggosok ketiaknya.


Beberapa menit kemudian akhirnya Kuotta dan Enyu selesai juga dari aktivitas mandi-mandi seru dan bahagia mereka.


"Terimakasih kalian telah repot-repot membantuku untuk memandikan Enyu." ujarnya Kuotta yang sedang mengenakan handuk sambil melirik ke arah Dewi, Yuki dan Yura.


"Iya telima kasih banyak ya! kakak-kakak Enyu yang cantik ... Enyu seneng banget tadi." Ujarnya Enyu yang juga sedang memakai handuk.


"Iya-iya sama-sama, lagian tidak repot kok, benerkan Dewi?" Yura berkata sambil melirik kearah Dewi.

__ADS_1


"Meskipun repot kami tetap akan bantu ... lagian ini Demi ke harmonisan keluarga Kita." Dewi mengatakan itu sambil mengelus pelan kepalanya Enyu.


"Ya sudah kalau Gitu ayo kita kembali kekamar masing-masing aku sudah ngantuk ni ... huwaaa ...!" Yukita menimpali lalu di akhiri dengan menguap ngantuk.


"Tunggu Dulu ..."


Sahutan Kuotta itu telah mengehentikan langkah kaki ketiga istrinya yang ingin keluar pintu kamar. Lalu Kuotta menghampiri ke-3 istrinya yang masih berdiri di dekat pintu kamarnya.


"Ada apa?" Yuki bertanya kebingungan saat melihat Kuotta yang telah berdiri di depannya.


Kuotta menatap ketiga istrinya itu dengan tatapan lembut sembari mengulas senyum terbaiknya yang sangat ramah dan manis sekali lalu setelahnya ia berkata;


"Selamat malam untuk ke-3 istri tercintaku ... semoga kalian tidur nyenyak dan bermimpi indah ya ...! aku cinta sekali sama kalian bertiga ... selamat tidur, ... jangan lupa sebut nama ku tiga kali kalau ada bahaya, aku pasti akan datang."


Kalimat terakhir Kuotta itu di kemas-nya dengan sedikit candaan sambil terkekeh lalu setelahnya dengan cepat dan santai Kuotta pun langsung mencium kening ketiga istrinya itu dengan perasaan sayang sambil mengelus dengan sangat lembut kepala mereka masing-masing.


Air mata Yukita perlahan menetes ia juga berekspresi mewek lalu seketika itu juga dengan refleks Yuki langsung memeluk erat tubuh Kuotta yang masih hanya memakai handuk sebatas pinggang.


Yura yang juga merasa terharu dengan kalimat Kuotta ia nampak sedang mewek juga sambil mengelap air matanya dengan hanya menggunakan kedua tangannya saja.


Sementara Dewi Ayanng Nikkah yang sepertinya matanya juga berair cepat-cepat ia langsung memutar balikan tubuhnya atau membelakangi Kuotta sambil berkata dengan santai dan dengan kesan seolah sangat kuat, "Aku ini Kuat tahu ... yang ada nantinya malahan aku yang bakalan melindungi kalian semua ... hmmmm."


Melihat beragam rekasi dari ke-3 istrinya itu membuat Kuotta kembali tersenyum sangat manis sambil mengelus-elus lembut kepala Yuki yang masih berada di pelukannya.


...****************...

__ADS_1


...To Be Continue...


__ADS_2