
Kuotaa Meminta Dewi Ayanng Nikkah untuk segera memesan makanan. Dengan perasaan senang bercampur bingung Dewi cantik ini menurut saja, lagian dari tadi memang ia sudah sangat lapar sekali, sehingga dia tidak keberatan meski itu sebuah perintah yang sangat menyebalkan.
Pria besar bersama Budaknya mengikuti langkah kaki Kuotaa menuju ke meja makan, sementara di sisi lain Kuotaa sedang mendengarkan lanjutkan penjelasan Sistemnya yang sempat tertunda, Sistem mengatakan kalau seandainya gadis kucing itu memberontak kepada majikanya, maka Segel budak yang ada di lehernya itu akan membuat kepalanya langsung terpenggal secara otomatis.
Kuotaa menelan ludahnya dengan perasaan yang sangat getir, penjelasan dari Sistem Harem itu membuat niatnya semakin besar untuk menyelamatkan dan melepas segel budak dari lehernya gadis kucing malang itu.
Di batinya Kuotaa ia bertanya kembali kepada Sistem Harem, Kuotaa mengatakan bagaimana caranya melepas Segel budak yang melingkar di leher Gadis Kucing itu, apakah dirinya bisa melepas segel itu. Sistem menjawab pertanyaan Kuotaa dengan mengatakan bahwa caranya tidak bisa dilakukan oleh orang lain selain majikan dari budak itu sendiri, jadi untuk melepas Segel budak itu majikanya harus menyebutkan mantra kata "Lepaskan Segel Budakku" begitulah caranya sambil memegang leher si budak.
Mereka semua baru saja duduk di kursi sambil menunggu Pesanan siap, dari tadi Pria besar itu sengaja diam karena ia menunggu Kuotaa yang memulai pembicaraan, namun saat di rasanya pria aneh di depannya itu masih melamun akhirnya dengan sangat terpaksa dan kesal dia menegur Kuotaa sambil menepuk meja cukup keras, "Woy ... katanya ada yang ingin kau bicarakan kenapa kau malah diam cepat berbicaralah ...!"
Kuotaa sedikit tersentak kaget, namun setelah sedikit berdeham ia pun langsung berkata, "Pahlawan ... aku ingin bernegosiasi padamu, kalau aku tambahkan 1 lagi berlian apakah kau mau melepaskan Gadis Ini?" Kuotaa menelan ludah getir sambil melipat tanganya di atas perut.
Ucapan Kuotaa itu ternyata mengundang kemarahan Pria besar ini, dengan emosi dia mengatakan bahwa dia tidak akan pernah melepaskan gadis kucing itu.
Tebakan Kuotaa ternyata benar sudah pasti pria ini tidak mungkin melepaskan Gadis kucing itu dengan mudah, tanpa basa-basi lagi Kuotaa pun langsung merasuki pria itu dengan kemampuan mata istimewanya, dan juga seperti biasanya di waktu yang sama Kuotaa pun tertidur.
Kuotaa tidak ingin membuang banyak waktu yang sangat singkat itu, dengan sangat cepat ia langsung menyebutkan mantra yang sebelumnya telah di beri tahukan Sistem.
"Lepaskan Segel budakku," begitulah ucapan Kuotaa menggunakan Lisan dari pahlawan yang sedang ia rasuki sembari memegang leher si Gadis kucing.
__ADS_1
Alhasil seketika Segel budak yang melingkar di leher gadis kucing itu pun langsung menghilang bagai terhapus di hembus anging.
Setelah selesai dengan urusannya Kuotaa pun langsung kembali lagi ke tubuhnya, ia terbangun dan mendapati Gadis kucing itu telah berada di belakangnya, Gadis ini meringkuk gemetar seolah-olah sedang bersembunyi dari kejaran pembunuh, gadis malang ini berani berlindung kepada Kuotaa karena dia sangat tahu bahwa pria tampan inilah yang telah membantunya melepaskan segel budak yang ada di lehernya itu.
Sementara di sisi lain Dewi Ayanng Nikkah yang telah kembali dari memesan menu, dia pun menghapiri Kuota dan langsung mengelus lembut kepala Gadis Kucing sembari berkata, "Tidak apa-apa kau aman jangan menangis lagi ya."
Dewi Ayanng Nikkah juga menyadari kalau segel Budak Gadis kucing ini telah menghilang, namun dia hanya bisa heran dan mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada Kuotaa, karena saat ini perhatiannya sedang mengarah ke Pahlawan Pria besar yang baru saja terbangun.
"Terimakasih banyak tuan ... aku takut sekali dia itu Pahlawan jahat, di memukul ku terus," Tutur Gadis kucing sembari mencengkram erat pakaian Kuotaa di bagian belakang, ia meneteskan air mata haru dari matanya yang indah dan bulat itu, matanya memantulkan kerlingan cahaya yang menggambarkan betapa kelamnya hari-hari yang telah ia lewati.
Pahlawan Pria besar yang telah sadarkan diri nampak sedang sangat kebingungan dengan apa yang sedang terjadi pada dirinya, ia bingung kenapa kepalanya menjadi sedikit pusing.
Gadis Kucing itu tidak menjawab dia hanya menunduk menahan rasa takut, ia juga semakin mengeratkan cengkraman tanganya ke pakaian bagian belakangnya Kuotaa.
Kuotaa mulai kesal dengan Pahlawan gadungan menurutnya itu, setelah ia selesai mengelus pelan kepala gadis kucing, ia pun langsung menyahuti Pahlawan besar, "Aku rasa kau bukan lagi majikanya, dia tidak ingin bersamamu lagi, dia juga tidak ingin menjadi budak mu, jadi aku minta kau lepaskan saja dia!"
Dewi Ayanng Nikkah menimpali dengan berkata, "Benar sekali ... kalau di lihat-lihat dari sikapmu itu pasti kau sering menyiksanya iya kan?? ... Kenapa kau menjadikanya budak, itu tidaklah baik tidak di benarkan, tindakanmu itu melanggar hukum hak asasi manusia* kau bisa kena sanksi."
Mendengar semua ocehan itu membuat Pahlawan pria besar ini tertawa terbahak-bahak yang di buat-buat, "Hahahahahahahaha ... apa-apaan kalian berdua ini ... woy semuanya lihatlah kedua orang bodoh ini, mereka mau melindungi Ras manusia hewan ini, dia pikir aku ini gratis mendapatkan budak itu ... sialan."
__ADS_1
Para pengunjung yang mendengarkan sahutan itu kebanyakan dari mereka tertawa terbahak, bukan tanpa alasan kenapa para manusia itu berprilaku demikian, itu semua di karenakan kebanyakan dari Ras manusia Hewan sebagian besar dari mereka memanglah dengan sukarelawan melamarkan diri untuk menjadi budak, karena tuntutan ekonomi, dan ada juga yang di paksa seperti Gadis Kucing yang sedang bersembunyi di belakangnya Kuotaa itu.
Pahlawan berbadan besar ini, sudah mulai bosan dan muak dengan perdebatan, ia mengaktifkan sistem penyiksa dari Segel budaknya, agar Gadis kucing itu kesakitan lalu kembali padanya, namun saat di rasanya tidak ada reaksi, hal itu membuatnya semakin kesal dan sangat yakin kalau segelnya telah di lepas.
"Dasar kalian berdua sialan, kenapa kalian merebut budakku hang ...? niat sekali sampai-sampai melepas segelnya, kurang ajar." Pria ini habis kesabaran, dengan sangat emosi dia pun langsung mengayunkan pedang besarnya untuk menebas Kuotaa dan Dewi Ayanng Nikkah.
Namun belum sempat Pria besar itu bergerak maju, tiba-tiba saja ia menebas kedua kakinya sendiri menggunakan pedang yang ada di tanganya.
Kejadian itu membuat suasana yang tadinya harmonis seketika menjadi mencekam, beberapa dari pelanggan wanita dan anak-anak kebanyakan dari mereka menjerit histeris dengan teriakan yang keras.
Sementara Dewi dan Gadis kucing hanya terpaku kaku, mata mereka berdua melotot tajam, dan tubuh mereka gemetar.
Ternyata aksi menyakiti diri sendiri yang dilakukan oleh Pria besar itu tidak lain dan tidak bukan, adalah perbuatannya Kuotaa, seperti biasanya Kuotaa telah merasuki tubuh Pria besar itu, Sementara tubuhnya Kuotaa yang tertidur langsung di tangkap Dewi Ayanng Nikkah ke pelukannya.
Setelah Pria besar sadarkan diri ia pun langsung berteriak kesakitan, ia merintih dan mengeluarkan air mata sambil memegangi kedua paha kakinya.
Sementara disisi lain Kuotaa sedang beraksi kesakitan sama seperti Pria besar itu, ia juga merasakan apa yang di rasakan pria yang kakinya telah terpotong, namun yang anehnya kaki Kuotaa tidaklah terpotong tidak ada luka sedikitpun.
...****************...
__ADS_1
...To Be Continue...