Ke Isekai Bersama Sistem Harem

Ke Isekai Bersama Sistem Harem
32) Perka*kas Pria Membawa perkara


__ADS_3

Struktur denah di dalam rumah milik Yura ini bentuknya cukup unik, meski di luar bentuknya seperti payu*dara perempuan namun saat di lihat dari dalamnya justru berbentuk persegi yang tiap-tiap ruangan lainya di hubungkan oleh ruang tengah yang cukup luas.


Setelah membuka pintu depan maka kita dapat melihat di dalam ruangan tengah di ujungnya ada 4 pintu kamar dan 1 pintu belakang keluar Rumah yang berbaris sejajar, di sisi dinding sebelah kanan ruang tengah itu ada ruangan dapur dan ruang kerja, sementara di sisi kirinya ada ruangan WC dan Gudang.


******


Yuki menjatuhkan tubuhnya ke ranjang dengan kasur yang empuk berwarna putih dan bercorak bunga berwarna merah mudah.


"Kamarnya cukup enak, di sini nyaman, tentram sejuk sekali ... huuuhh," gumamnya lalu tersenyum saat bola matanya berputar melihati seisi ruangan kamarnya.


Yuki berdiri dari berbaring dan lamunannya yang sangat nyaman, lalu tanpa sengaja tangannya menyentuh benda lembut dari balik selimut yang ia gulingi, Yuki yang penasaran langsung saja berdiri dan membuka selimut itu, lalu ia mendapati penampakan darah yang membuatnya sangat terkejut, dan berteriak kencang "Kyiaaaaaaaaaak."


Suara Yuki menggema di rumah itu dan terdengar sampai ke telinga orang lainya yang ada di kamar mereka masing-masing.


Yura dan Dewi Ayanng Nikkah tanpa sehelai benang pakaian atau hanya memakai handuk saja langsung membuka pintu kamar Yuki bersama Kuotta yang hanya memakai kolor berwarna hijau saja tanpa baju, sementara Enyu tidak memakai baju maupun celana, ia hanya memakai celana da*lamnya saja, sehingga membuat dadanya yang tepos atau kecil berwarna merah mudah itu nampak sangat unyu-unyu.


"Ada apa Yuki ..??" Sahutan Kuotta dengan ekspresi cemas ia langsung memeluk tubuh Yuki yang gemetaran sampai bersandar di dada bidangnya.


"Iya ada apa kak?" Enyu juga bertanya kepada Yuki dengan ekspresi wajah panik sambil mengendus-endus ruangan.


"Aku harap bukan maling," ujarnya Yura lalu langsung memeriksa jendela yang nampak tertutup.

__ADS_1


"Apakah kau Melihat hantu?" Dewi bertanya kepada Yuki sambil memegang lengannya Yuki yang masih gemetar.


*****


Kuotta melirik kearah Dewi dan Yuki yang hanya mengenakan handuk itu, sungguh gerakan kaki kedua gadis ini sangatlah lamban sekali di mata Kuotta.


Kuotta pikir apa mungkin mereka kesulitan bergerak akibat dari handuknya yang kekecilan, tapi saat Kuotta perhatikan dengan detail ternyata sebenarnya yang mengakibatkan handuk itu terasa kecil bukanlah ukuran handuknya itu sendiri melainkan akibat dari ukuran Pay*udara mereka yang kebesaran.


Di benak Kuotta ia mengumpat kocak "Persetanlah dengan kepanikan saat ini, yang terpenting semoga handuk mereka itu terlepas, itu saja harapan Ku gak lebih, mungkin saja setelahnya, kedua gadis ini langsung mau indehoy dengan Ku ...hehehehe ..."


Tak lama itu akhirnya Yuki menjawab semuanya dengan perasaan malu-malu sambil menunjuk kearah kasur, "Di sana ...! aku melihat di sana ada T*iti*t terpotong berdarah." Setelah itu Yuki melirik ke arah kolor hijau Kuotta yang menonjol, sepertinya Yuki menyadari kalau Kuotta tidak memakai ce*lana dalam.


Dengan sangat cepat Enyu ikut-ikutan memeluk tubuh Kuotta yang kekar tanpa pakaian itu dari samping, sampai tanpa sengaja Enyu menonjok pipinya Yuki yang masih memeluk Kuotta. Namun Yuki tidak marah ia cuma berekspresi jengkel sambil mengelus pipinya yang sedikit memerah lalu dengan santainya Yuki kembali menyandarkan wajahnya ke dada bidangnya Kuotta seolah masih sedang takut.


"Ada apa Enyu ...? apa yang kau lihat? apa benar itu potongan T*it*it?" Kuotta bertanya keheranan dan sedikit cemas.


Enyu yang gemetaran, ia menelungkup menutup wajahnya di lengan kekarnya Kuotta, lalu Enyu berbicara dengan nada teriakan, " Iya ...! Ada T*it*it disana ... T*it*it telpotong ... darlah ... darlah .... Enyu lihat T*it*it berldalah, kakak Enyu takut."


"Benarkan, aku tidak bohong, Enyu juga melihatnya, itu beneran T*it*it terpotong berdarah, aku takut sekali Kuotta ...." celetuk Yuki yang kini sepertinya sedang berekspresi ketakutan yang di buat-buat, ia juga semakin membenamkan wajahnya ke dada Kuotta sambil dengan cepat kepalanya itu ia geleng-gelengkan di dadanya Kuotta seolah sedang ketakutan, lalu diam-diam Yuki mengambil kesempatan meremas dadanya Kuotta yang ada di sebelahnya.


Sungguh Kuotta merasa merinding di seluruh tubuhnya akibat kelakuan Yukita itu, namun ia berusaha bersikap biasa-biasa saja dan mempertahankan ekspresi cemasnya seolah masih sedang dalam fokus persoalan t*it*it terpotong berdarah.

__ADS_1


"Yang benar saja masa'k ada T*it*it terpotong di kamar ini??" ujarnya Yura bertanya-tanya sambil melirik ketiga orang yang sedang berpelukan.


Sementara Dewi sedikit menampakkan ekspresi jengkel saat melihat ke arah Enyu dan Yuki yang masih memeluk Kuotta dengan re*masan tangan.


Yura memegang dagunya lalu kembali berkata, "Padahal dari pertama aku tinggal di rumah ini aku jamin belum pernah ada pria yang masuk, hanya Kuotta saja pria yang masuk kerumah ku ini."


"Aku harap potongan itu bukan T*it*itmu Kuotta." Timpalan Dewi cantik itu sambil sesekali acuh tak acuh melirik ke daerah vit*alnya Kuotta dengan pipinya yang memerah. Begitu juga Yuki dan Yura mereka juga sama-sama salah tingkah dan muncul bercak kemerahan di pipi mereka akibat dari perkataan Dewi itu.


Kuotta mengumpat di dalam hatinya dengan berkata, "Ya'k ampiun ketiga ciwik goblok ini malah memancing kejantanan gua njir, nanti gua tunjukin malah nangis lari ngibrit kalian ... hihihihihi ... apa gua tunjukin aja ya kalau punya gua ini masih ada tidaklah terpotong ... Lagian kenapa kalian tidak langsung mengambil benda itu goblok? ... kenapa kalian malah berdebat cihh??"


Lamunan Kuotta terhentikan saat menyadari tiba-tiba saja Enyu dengan santai dan polosnya langsung merogohkan tangannya masuk kedalam kolor nya Kuotta. Enyu langsung mencengkram dan meraba-raba Batang Vi*talnya Kuotta itu, Enyu nampak sedang berekspresi serius ia seolah sedang memastikan dan mengamati setiap bagian sisi batang Vit*alnya Kuotta itu masih utuh atau telah terpotong?


"Syukullah ...! ternyata T*it*it kakak masih ada, itu belalti yang di bawah kasul itu punya olang lain." Enyu mengatakan itu sambil mengelus-elus dadanya sendiri ia menghembuskan napas lega dengan ekspresi yang sangat bersyukur sedangkan tangan yang satunya masih bergelriya memegang kejantanan Kuotta.


"Ahhhhnng ..." lirihan de*sahan Kuotta dari tadi yang hanya bisa pasrah mer*iang kenikmatan.


Sementara Yuki dan Yura hanya bisa menutup mulut dan menutup sebelah mata mereka sambil menggelengkan kepala dengan ekspresi yang seolah tidak percaya dengan tindakan Enyu yang sangat berani dan kelewat batas.


...****************...


...To Be Continue...

__ADS_1


__ADS_2