
Petugas gondrong ini tidak yakin dengan ucapan Dewi Ayanng Nikkah, ia tidak percaya kalau ketiga orang yang ada di hadapannya itu orang miskin, justru ia sangat yakin kalau ketiga orang itu adalah orang yang sangat kaya raya, karena yang ia lihat pakaian ketiga orang yang ada di hadapannya ini terlihat sangatlah mewah sekali Kecuali Enyu, karena menurutnya pakaian Enyu itu terlihat seperti gembel, Enyu hanya memakai kaos puti yang usang, compang-camping dan juga celananya Enyu itu kebesaran dari ukuran kakinya.
"Aneh sekali padahal penampilan kalian seperti orang yang elit dan kaya raya, tidak mungkin kalian kekurangan uang?" Ujarnya petugas berambut gondrong sambil masih meratapi keempat orang yang ada di hadapannya.
Dewi Ayanng Nikkah menjawab keraguan petugas itu dengan mengatakan, "Sebenarnya pakaian kami ini tidak kami beli Menggunakan uang, pakaian kami ini terbuat dari sihir ku, ... baiklah sekarang aku akan tunjukan contohnya! ... Enyu ...! kakak Ayanng akan memberimu pakaian yang sangat cantik, berdiri tegak sebentar ya!"
Enyu mengangguk bingung, namun ia tetap menurut dan langsung berdiri dari duduknya. Dewi Ayanng Nikkah mengarahkan tanganya ke hadapan Enyu sambil melafazkan mantra, lalu seketika Enyu di selimuti serbuk cahaya merah mudah dan pada akhirnya terciptalah pakaian yang sangat indah dan cantik sekali, sebagai ganti pakaian lamanya yang jelek.
Pakaian baru itu membuat Gadis Kucing ini semakin mempesona dan sangatlah imut. Pakaian baru Enyu itu bentuknya sangat mirip dengan pakaian Dewi Ayanng Nikkah, hanya di bedakan warnanya saja kalau pakai Enyu ini berwarna Emas.
Enyu terlihat sangat bahagia saat melihat kearah pakaian barunya itu. "Waaah ... bagus sekali pakaiannya kak, makasih banyak ya kak Dewi!"
"Iya sama-sama itu memang hadiah untuk Enyu kok!" Tutur lembut Dewi di balut dengan senyuman ramah.
"Makasih ... Enyu sayang kakak.," tutur lembut Enyu yang tiba-tiba saja langsung memeluk Sang Dewi.
"iya-iya." Dewi Ayanng Nikkah mengulas senyum lembut sembari mengelus pelan kepalanya Enyu yang masih memeluk pinggangnya.
Kejadian barusan membuat semua petugas yang ada di sana merasa sangat kagum dan akhirnya Petugas Gondrong mempercayai ke empat orang yang ada di hadapannya kalau pakaian yang mereka punya memanglah hasil dari sihir bukanya membeli.
"Baiklah aku percaya, kalau begitu kalian bisa bayar administrasinya semampu kalian saja!" Ujarnya petugas gondrong.
__ADS_1
"Terimakasih banyak pak!" tutur sopan Dewi sembari sedikit menundukkan kepalanya dan juga di ikuti Kuotta, Enyu dan Yukita yang juga sedikit menundukkan kepala mereka sebagai tanda terima kasih.
Petugas gondrong menanggapi mereka dengan ulasan senyum ramah dan anggukan kepala, sementara di dalam hatinya ia dari tadi sedang sangat terkesan dengan sihir nyata yang baru saja di tunjukkan sang Dewi, Petugas ini juga sangat terpesona dengan kecantikan Dewi Ayanng Nikkah, bahkan semua petugas dan orang lain yang ada di sana dari tadi selalu memperhatikan Kuotaa bersama ketiga Istrinya dengan perasaan kagum dan terpesona dengan ketampanan dan kecantikan mereka.
******
Setelah selesai membuat TTP, mereka berempat pun kembali lagi ke ruangan Pendaftaran untuk menjadi Pahlawan dan kembali duduk di kursi yang semula.
Kuotta terlihat sedang memperhatikan TTP (Tato Tanda Penduduk) yang telah di pasang di tangan bagian depannya atau di balik telapak tangannya itu, Kuotta sempat merasa heran kenapa bentuk TTP yang ada di tanganya itu sangat aneh? sepertinya bentuknya tidak asing.
Lamunan Kuotta berhenti saat di sadarinya petugas berambut kuning itu berdeham seolah sedang menyahutinya.
"Jadi kalian berempat ini ingin menjadi Pahlawan apa?" Ujarnya petugas sambil melipat kedua tangannya di atas perut.
"Hus! Enyu diam dulu! biar kakak saja yang jawab!" Kuotta menyahuti Enyu sembari memberi kode agar Enyu kembali duduk.
Setelah Kuotta berdeham singkat, ia pun melirik ke arah petugas itu dan berkata, "Maaf kak! ... e-ee nyonya e'e maksudku ibu."
"Apa kau pikir aku ini ibumu ... panggil saja aku Yell ...! jangan pakai kata ibu! aku ini masih muda tahu, aku rasa kita ini sebaya!" tutur Petugas Yell sambil diam-diam melirik Kuotaa dari atas sampai bawah.
Di benaknya petugas wanita ini ia sungguh dari tadi mengagumi ketampanan dan pesona yang dimiliki Kuotta, sehingga membuatnya merasa sangat malu kenapa ia malahan memperkenalkan namanya.
__ADS_1
"Baiklah Yell!" jawaban singkat Kuotta dengan ekspresi yang sangat manis.
"Apa yang ingin kau ucapkan tadi?" Petugas Yell bertanya kembali.
"Aku tadi cuma mau bilang, apa maksudnya kami 'ingin Pahlawan apa' ....?"
"Ternyata kalian tidak mengerti ya? ... wajar saja sih kalian kan orang pedalaman. ... Baiklah akan aku jelaskan! ... ada dua jenis Pahlawan di Benua kita ini, yang pertama PALKON (Pahlawan Kontrak) dan yang ke dua PALBAS (Pahlawan Bebas)."
Di tengah penjelasan Petugas Yell itu, Kuotta sempat terekekeh saat mendengar istilah kata PALKON, Kuotta rasa sepertinya di Indonesia istilah singkatan PALKON itu tidaklah asing di dengarnya, Kuotta sadar betul kalau istilah kata PALKON di Indonesia adalah singkatan dari kata jorok yang artinya kepala anunya pria.
Cepat-cepat Kuotta menghilangkan pikiran joroknya dan kembali memperhatikan Petugas Yell yang masih sedang menjelaskan dengan serius.
Petugas Yell mengatakan kalau Pahlawan Kontrak itu berarti Pahlawannya akan terikat sepenuhnya dengan aturan-aturan yang berlaku di sistem kepahlawanan di sana, sementara Pahlawan Bebas kebalikannya.
Pahlawan Bebas itu berarti Pahlawannya tidak akan terikat dengan sistem, Pahlawannya bisa memilih keinginannya sendiri mau menghadapi musuh atau lawan yang seperti apa, tanpa di perintah, dan gaji upahnya pun berdasarkan hasil dan keberhasilannya, jam kerjanya juga terserah dari Pahlawannya maunya kapan, selagi misi masih ada maka Pahlawan itu bisa bekerja.
Sementara Pahlawan Kontrak itu berarti Pahlawannya harus mematuhi semua peraturan sistem yang ada, seperti menjalankan misi berdasarkan perintah sistem dan atasan, dan lain sebagainya, lalu gaji pokok yang di terima pun perbulan dan juga ada biaya hidup perhari yang di tanggung jika bersedia tinggal di asrama dan ada juga upah tunjangan hari tuanya, jam kerjanya juga telah di atur sedemikian rupa dan akan ada yang namanya naik pangkat dengan diberikannya lencana bintang di seragam.
Beberapa Kalimat terakhir Petugas Yell membuat Kuotta mengingat sesuatu. "Jadi Pahlawan pria besar yang aku potong kakinya itu, ternyata dia Pahlawan Kontrak ya?? soalnya dia memiliki seragam zirah dan lencana bintang di zirah-nya." batinya sambil memegang dagu.
Petugas Yell yang telah menghentikan penjelasannya, ia mengambil satu buku di dalam laci loketnya sembari berkata, "Sebenarnya jarang sekali aku menjelaskan hal seperti ini kepada orang yang mendaftar, jadi aku harap kalian telah mengerti penjelasan ku tadi, kalau kalian kurang paham silahkan nanti kalian baca sendiri di buku panduan pedoman menjadi Pahlawan ini!"
__ADS_1
...****************...
...To Be Continue...