
"Aku lupa namanya kak, aku cuma ingat waktu itu beltemu Dewi yang sangat cantik sekali sepelti kakak, cuma dia punya kuping sepelti ku dan ekolnya cantiiiik sekali, aku lasa ada 9 ekolnya." Enyu mengucapkannya dengan peragaan khas kekanak-kanakannya seperti mengibaskan ekor dan memainkan telinganya.
Dewi Ayanng Nikkah menumbuk pelan tangannya ke telapak tangan satunya, sembari berkata, "Tidak salah lagi itu pasti Dewi dari Ras manusia Hewan, Dewi Manusia Rubah ekor sembilan."
"Dewi dari ras manusia hewan?? ternyata ada juga dewi yang seperti itu ya??" Gadis Elf sedikit terkejut. Sementara Kuotaa dan Enyu hanya menautkan alis serius.
Dewi Ayanng Nikkah menjawab, "Tentu saja ada ... dia itu Dewi tingkat atas, dia sebenarnya adalah Ras manusia Hewan dari Dunia lain tapi atas usaha kerja kerasnya dan setelah selesai menyelamatkan Dunia akhirnya dia telah mencapai puncak untuk menjadi seorang Dewi tingkat tinggi, bahkan melampaui Dewi dari keturunan asli dan saat dia menjadi Dewi di kayangan dia akhirnya mendapatkan berkah yang sangat hebat yaitu memiliki kemampuan bisa melihat masa depan dan masa lalu tetapi ada batasannya."
Tiba-tiba Dewi Ayanng Nikkah mengagetkan ketiga orang yang sedang serius menyimaknya dengan suara kedua tanganya yang mendarat keras memegang meja sambil berdiri dari tempat duduk.
Menyadari tindakan anehnya, Dewi cantik ini pun akhirnya merasa canggung sendiri dan akhirnya ia duduk kembali dengan perasaan sedikit malu.
"Ehem-ehem maafkan aku, aku terbawa suasana. Enyu ...! kau berubah jadi Manusia Kucing ini permintaan Enyu atau Dewi itu sendiri yang melakukannya?" Dewi Ayanng Nikkah kembali bertanya dengan menganti pose gaya menjadi sangat elegan dan terkesan sangat anggun.
"Enyu yang minta, kalena Enyu ingin menjadi sangat cantik seperti Dewi itu, Enyu juga sangat menyukai kucing, Enyu bilang kalau Enyu ingin hidup kembali beltemu Ayah, ibu dan kakak Kuotaa. dia bilang Enyu bisa hidup lagi, tapi tidak bisa di Dunia asal Enyu, dia bilang Enyu akan telahil kembali di Dunia lain dan akan beltemu Ayah, ibu dan kakak kuotaa di Dunia ini, dan kalau Enyu sudah bertemu kak Kuotaa, Enyu halus membantu kakak untuk menyelamatkan Dunia ini. Tapi nama Ayah dan ibu nyu sedikit belbeda, wajahnya juga sedikit berbeda. Meleka tidak kenal dengan kak Kuotaa, akhilnya aku kabur dari rumah belpetualang sendili belusaha sendili untuk mencali kak kuotaa."
"Kenapa kau nekat sekali di usiamu sekecil ini aku jadi teraharu," Tutur Gadis elf yang nampak bersedih.
"Yak ampun ... Enyu maafkan kakak karena kakak datangnya kelamaan, kakak pikir kau sudah tenang di surga, kakak tidak kepikiran tenyata anak kecil sepertimu juga bisa bereinkarnasi." Kuotaa membelai pelan kepala adiknya.
"Tidak apa-apa kak, inikan sudah takdil hehehehe." Enyu berniat menghibur kakaknya dengan senyuman unjuk giginya yang manis.
__ADS_1
Dewi ayang nikah kembali berbicara serius, "Sepertinya sistem di dimensi yang juga mengetahui masa depannya Kuotaa telah memprogram kehidupan barunya Enyu agar bisa bertemu Kuotaa. Hanya itu yang saat ini aku tahu, selebihnya hanya sistem di langit sana yang tahu misteri apa saja yang terjadi di setiap Dunia.
"Tunggu dulu Enyu bilang tadi kalau Ayah dan Ibu nya juga ada disini ya??" Gadis Elf bertanya.
Dewi Ayanng Nikkah menimpali, "Sebentar ...! berdasarkan apa yang dikatakan Enyu tadi, itu berarti Ayah dan ibunya Enyu di sini itu hanyalah wajah mereka dan nama mereka saja yang mirip, kalau untuk jiwa mereka berbeda."
"Kalau begitu, setelah mendaftar menjadi pahlawan kita akan pergi ke tempat Ayah dan ibunya Enyu," ujarnya Kuotaa setelah selesai menyesap kopinya.
"Enyu ...! lalu kenapa kau bisa kenal dengan wajah kakakmu? padahal wajahnya kan banyak sekali yang berubah." Dewi Ayanng Nikkah bertanya sambil menatap wajahnya Kuota dan Enyu bergantian.
Enyu menjawab setelah selesai menggaruk kepalanya, "Enyu tadi telkejut saat Kak Kuota menyebutkan namanya, saat kakak mempelkenalkan dilinya kepada Kakak kuping panjang," --
Di tengah penjelasan Enyu itu, sih Gadis Elf merasa sedikit malu akibat dia yang di bilang kuping panjang.
Dewi Ayanng Nikkah berkata, "Jadi begitu, kau tadi sengaja melamun lama agar bisa mengisi energimubya, ... agar kau bisa menggunakan kemampuan mata dan hidungmu, Kau tidak mengisi Energi mu dengan makan, itu berarti kau menyerap Energi Alam."
Enyu tidak terlalu mengerti dengan penjelasan dari sang Dewi, tetepai gadis kucing imut ini tetap menanggapinya dengan anggukan pelan kepalanya yang seolah mengerti.
"Hmmm .. adik. kakak hebat sekali, bahkan sekarang jadi tambah cerdas," tutur lembut Kuotaa sambil mengelus pelan Kepala Enyu.
"Hihihihi makasih Enyu sayang kakak." uajarnya setelah tersenyum manis, lalu ia memeluk Kuotaa.
__ADS_1
Kuotaa juga membalas pelukan itu dengan pelukannya yang lebih hangat sembari berkata, "Iya-iya kaka juga sayang Enyu."
Sementara disisi lain kedua gadis yang berada di depan kedua adik dan kakak yang sedang Sayang-sayangan, membuat kedua gadis itu merasa iri namun mereka menunjukan sikap biasa-biasa saja dan dengan ekspresi rama tama.
Setelah selesai berpelukan seketika Enyu menatap seksama wajah kakanya. Dengan polosnya ia seolah sedang memasati wajah kakaknya itu dengan sangat serius dan berkata, "Kakak cium Enyu ...!"
"Boleh dong sini kakak Cium," Kuotaa menuruti permintaan adiknya, ia mencium pipi kiri kanan serta kening sang adik dengan perasaan dan ekspresi yang sangat gemes dan sayang seolah-olah sedang mencium kucing peliharaannya saat berada di Indonesia.
Nampak Enyu sangat senang sekali karena terlihat jelas dari pipinya yang memerah dan ekor serata telinga kucingnya yang bergerak-gerak kesana kemari.
"Kakak di bibirnya belum?" seruan Enyu dengan tutur lembut sambil berekspresi memelas, ia melihat Kuotaa dengan bola matanya yang di bulatkan sempurna dan memantulkan kerlingan cahaya yang indah.
Deg-deg. Suara detak jantung Kuotaa berdegup kencang ketika mendengar kata yang begitu indah dari mulut mungil Enyu, di tambah lagi saat ia melihat ekspresi cantik dan begitu imutnya dari sosok adik yang dalam versi terbarunya itu. Semua yang di dengar dan di lihat Kuotaa menarik jiwanya untuk tanpa basa basi lagi segera menuruti kemauan adik kesayangannya.
"Baiklah sini ...!" Kuotaa mengambil dan menggiring dagu sang adik menggunakan kedua tanganya, dan pada akhirnya mereka pun berciuman dengan mesra bagaikan suami istri yang sedang bercinta.
...****************...
...To Be Continue...
...Minta dukungannya ya semuanya termasuk share, soalnya hari ini aku fokus crazy up sampai dengan 20 Bab...
__ADS_1
...Maaf semuanya kalau masih banyak typo dan kata yg sulit di pahami, kasih tahu saya di komentar ya ...! soalnya saya ngetik sambil ngantuk-ngantukkan akibat bergadang, sama squad temen-temen ku 😅🙏...