Ke Isekai Bersama Sistem Harem

Ke Isekai Bersama Sistem Harem
19) Perjalanan Menuju Kantor Pahlawan


__ADS_3

Setelah mendengarkan itu Kuotaa pun melepaskan pelukannya dan langsung mengelap air mata yang ada di kedua pipi Yukita sambil berkata, "Kalau gitu ayo kita menikah kau menerima ku kan?"


Yukita sempat terdiam sejenak dia kehabisan kata-kata karena sangking senangnya mendengar lamaran Kuotaa, "Kau serius kan ini bukan prank kan?"


Kuotaa menjawab setelah mengulas senyum manis, "Aku serius Yuki. Aku melamarmu Sekarang juga, kau mau kan?" Setelah mengatakan itu Kuottaa menatap wajah Yuki dengan seksama dan tersenyum lembut.


Yuki menjawab sambil menganggu pelan, "Iya aku mau tapi apakah Enyu dan Dewi-- ... apakah mereka setuju ...?" Ia bertanya kepada Kuotaa dengan nada pelan dan sesekali melirik wajanya Enyu dan Dewi dengan perasaan tidak enakan.


Enyu dan Dewi Ayanng Nikkah dari tadi hanya terpelongok diam. Mereka berdua tidak berbicara sedikitpun, mereka hanya ikut-ikutan menangis seolah sedang menonton drama kisah cinta yang begitu sedih.


Enyu yang sudah mengerti kondisi dan situasi, ia justru pengertian. Setelah selesai mengusap air matanya Enyu pun langsung menyahuti Kuotaa, "Kakak ...! kakak mau menikahi Kakak kuping panjang juga ya? aku lestui kok, aku bahagia kalau kakak juga bahagia, itu berarti nanti kita bisa main di kamar bersama-sama, pasti selu kan ... yeyeyeyeye ... Enyu suka sekali."


Melihat kehebohan Enyu yang nampak sangat bahagia membuat Kuotaa tidak enakan dan menggaruk kepala bagian belakang nya yang tidak gatal. Smentara Yuki hanya menunduk menaham malu, bukan tanpa Yuki berekspresi demikian, itu karena ia sangat mengerti maksud dari perkataan Enyu itu pasti bukanlah permainan biasa, melainkan permainan orang Dewasa yang luar biasa nikmat sebab mengandalkan Batang Vital dan Kue apem sebagai senjata utamanya.


Yukita sempat membayangkan apakah batang Vital milik Kuotaa itu terlihat sangat enak di lihat dan enak di sentuh?? namun cepat-cepat Yukita langsung membuang pikiran cabulnya bisa-bisa ia jadi gadis yang gila batang vital.


Sementara Dewi Ayanng Nikkah berpura-pura seolah tidak menggubris semua apa yang di dengarnya tadi. Setelah selesai mengusap air matanya ia pun langsung memalingkan wajah malu-malunya menyerong.


Kuotaa yang menyadari tingkah aneh dari Dewi Ayanng Nikkah itu pun akhirnya membuat Kuotaa langsung mendekat kearah Dewi dan langsung mencium mesra kening Dewi cantik itu dan mengelus rambutnya dengan lemah lembut.


Melihat kejadian itu, Yukita tidaklah merasa kesal sedikitpun, lagian ia sadar memang tujuan dan tugas mereka ke Dunia ini harus memperkuat level Sistem Harem bersama sistem pendamping harem, itu berarti mereka semua harus bersatu.


"Eeee ...! Kakak ternyata cinta juga sama Kak Dewi ya? ... kalau gitu kita bisa main di kamar beltiga nanti ya ... eee maksudnya bel empat 1, 2, 3, 4, iya bel empat ... hihihi." Enyu nampak sangat bahagia setelah selesai menghitung menggunakan jarinya.


Setelah selesai mencium Dewi, Kuotaa pun menyingkapi rambut Dewi cantik itu kebelakang daun telinganya sambil berkata, "Kau tak perlu khawatir, lagian aku juga sangat mencintaimu kok, aku juga akan menikahimu, apakah kau sadar kalau sistem Pendamping Harem mu sekarang ini naik level menjadi level lima setelah aku mencium mu, itu berarti kita telah di takdir kan untuk menikah dan kau tidak bisa menolak ku benar kan apa yang aku ucapkan itu?"

__ADS_1


Dewi Ayanng Nikkah melipat tangannya di atas perut lalu menjawab dengan sikap sedikit cuek namun menahan malu, "Baiklah kalau kau memaksa, aku tidak bisa menolaknya, lagian ini demi misi menyelamatkan Dunia, setelah selesai dengan misi aku bisa kembali ke kayangan dan tidak akan terjebak lagi di Dunia yang menyebalkan ini."


Kuotaa tersenyum ramah menatap sang dewi lalu ia menatap langit dan berkata, "Hemmm ... baiklah sudah di putuskan aku bersama ketiga istriku akan menjadi pahlawan dengan sistem harem, ayo berangkat istri-istri ku yang paling cantik sedunia kita let's gooooo ...!"


Enyu berteriak menirukan kakaknya dengan sangat semangat dan mengepalkan tanganya ke atas, "Ayooo ... Lesgooo ....!"


Menyadari dan menyaksikan susana yang kini menjadi semakin harmonis membuat Dewi Ayanng Nikkah diam-diam mengulas senyum rama dan sangat manis, sementara Yukita dengan perasaan senang ia mengelap lagi sisa-sisa air matanya, lalu berdiri dari tempat duduk dan langsung mengikuti langkah kaki kuotaa dan Enyu yang telah berjalan duluan.


******


Mereka semua berjalan bersama-sama mengikuti instruksi dari peta yang di Pegang Dewi Ayanng Nikkah, intruksi nya hampir mirip sekali dengan Google map dari Dunia asalnya Kuotaa, bahkan ternyata peta yang di miliki Dewi ini lebih akurat.


Sambil berjalan Kuotta menyahuti Yuki dan meliriknya, "Yuki ...! apakah sejak awal kita bertemu di Dunia ini kau telah mengenaliku kalau aku ini adalah Kuotta?"


Yukita menjawab dengan nada pelan lemah lembut, "Sebenarnya aku menyadari kalau kau itu adalah Kuotta saat kau baru saja masuk pintu rumah makan aku merasakan aurah mu itu mirip sekali dengan kuotta yang ada di Indonesia, tapi aku masih butuh informasi yang jelas jadi aku berniat memperkenalkan diri dan berbohong seolah aku seorang pahlawan, lalu aku sangat yakin kalau kau itu Kuotta saat kau menyebutkan namamu."


Yuki menjawab santai, "Itu karena aku sangat sadar dan yakin jika orang yang seperti kita ini di beri kesempatan untuk hidup Kembali di Dunia lain, maka itu pasti kau juga sama seperti ku akan di tugaskan untuk menjadi sejenis Pahlawan. Apakah ada pertanyaan lagi?"


"Tidak ada ... sudah cukup itu saja, terimakasih!" Jawaban Kuotta sambil menggelengkan kepalanya lalu setelah ia  tersenyum lembut.


"Sama-sama," jawaban Yukita dengan nada pelan dan singkat sambil menundukkan kepalanya lalu ia juga diam-diam mengulas senyum ramah.


Kuotta dari tadi melirik sekitarnya dengan perasaan bingung seolah sedang mencari sesuatu sambil meletakan kedua tangannya yang di lipat kebelakang kepala dengan santai, lalu berkata, "Ternyata di Dunia ini tidak ada yang namanya mobil atau motor ya, sungguh di sayangkan," ia mengakhiri ucapanya dengan gelengan kepala seolah sedang prihatin.


Sementara Yukita dengan sangat serius sedang memperhatikan sebuah kendaraan yang di tarik oleh makhluk yang sangat aneh. "Apa nama makhluk yang menarik kereta itu?" ia bertanya keheranan.

__ADS_1


Enyu menjelaskan dengan semangat, "Makhluk Itu namanya Cepingguh atau Keleta Ceping."


"Baru pertama kalinya aku melihat hewan seperti itu keren sekali." Kuotaa menimpali dengan perasaan kagum.


Dengan sangat cepat Dewi Ayanng Nikkah langsung menutup mulut Kuotaa menggunakan tangan halusnya, "Huss jangan menyebut makhluk itu hewan, nanti Ras Manusia hewan akan tersinggung kalau mereka di samakan dengan Makhluk rendahan seperti itu."


"Kenapa emangnya?" Kuotaa bertanya heran.


Dewi menjawab sambil melepas tangannya dari mulut Kuotaa, "Karena Cepingguh itu bukan Hewan dia sama seperti jenis Slime dan makhluk-makhluk rendah lainya."


Dewi mengeluarkan beberapa gambaran contoh makluk dari monitor hologram yang mengambang sambil melanjutkan penjelasannya, "Di Dunia ini tidak ada yang namanya Hewan seperti di Dunia kalian sebelumnya, makhluk terendah yang sejenis dengan hewan di dunia ini di sebut Makdah singkatan dari kata makhluk rendah.


"Ohhh berarti nama Cepinguh ini juga singkatan ya?" Yukita bertanya sambil menatap ke arah monitor.


Enyu yang ingin cari perhatian agar di kira pintar, ia juga ikut-ikutaan menimpali dengan berkata "Iya betul sekali jenis makdah bernama Cepinguh ini singkatan dari Cepat Pintal dan Tangguh sepelti Enyu, hihihihi ... Eeeee ... tapi wajahnya gak milip enyu ya! ... Enyu gak mau di milipin dengan Cepinguh itu dia jelek!"


Kekonyolan Enyu membuat ketiga orang itu tertawa lepas dan girang sekali.


Kuotaa mengulas senyum lalu berkata, "Ide yang sangat cemerlang, penciptaan kosakata untuk makhluk di Dunia ini Simpel-simpel ya, berbeda dari Dunia asal kita dulu, aku memberkati untuk orang yang memberi nama makhluk-makhluk itu."


"Benar sekali, sampai sekarang juga aku aja belum tahu siapa pencipta kata hewan dari Dunia kita hihihihihihi ...." Yukita tertawa pelan dan terlihat manis sekali setelah mengatakan kalimat terakhirnya.


Kuotaa senang sekali melihat senyuman Yukita yang sangat manis itu, meski wajahnya Yukita telah berubah sedikit, namun Kuotaa masi dapat mengenali senyuman Yuki yang sangat mirip sekali dengan senyumannya saat di Indonesia dulu.


"Udahlah gak usah di bahas lagi soal Makdah dan Cepinguh, sekarang lebih baik kita langsung menuju ke lokasi pendaftarannya! kita sudah hampir sampai ini," Sahutan Dewi sambil sesekali melihati petah yang ia pegang.

__ADS_1


...****************...


...To Be Continue...


__ADS_2