
Yura mengerutkan kening seolah sedang kebingungan lalu menjawab, "Jadi maksudmu kita sekarang ini memakai bahasa Indonesia ya? ... apa itu benar? ... Aku tidak sadar padahal aku sudah hidup lama di Dunia ini."
Kuotta menimpali ucapan itu sambil sesekali melirik Yukita. "Yukita ku sayang, aku rasa sebenarnya Dunia ini juga memakai bahasa Indonesia, jadi wajar saja kalau Yura yang terlahir kembali di Dunia ini mengerti bahasa Indonesia."
Yukita menatap Kuotta dengan serius sambil mengatakan, "Tapi kan siapa tahu seluruh 5 Benua di Dunia ini memiliki bahasa yang berbeda-beda dan juga mungkin saja bahasa asli manusia naga seperti dia ini juga memakai bahasa jepang."
"Yura apakah benar yang di ucapkan Yuki kalau Manusia Naga sepertimu di Dunia ini ada bahasa aslinya seperti bahasa jepang?" Kuotta bertanya sambil menatap Yura.
Yura menjawab santai, "Tidak ada bahasa jepang maupun bahasa lainnya di Dunia ini ... Seluruh Manusia Naga, Mereka semua bahasanya sama seperti kita, bahkan dari ke-5 benua di Dunia ini juga bahasa mereka sama seperti kita."
"Jadi seperti itu ... baiklah Kita lanjutkan lain kali saja pembicaraan ini, soalnya kami tadi kan ingin melanjutkan ke tahap seleksi bakat sihir," ucapan Kuotta sambil merapikan rambut nya yang sedikit berantakan.
"Ya sudah kalau begitu kalian ikut aku ke ruangan yang sebenarnya!" seruan Yura yang kelihatannya telah berubah kembali menjadi petugas Yell tanpa ekor dan sayap naganya atau hanya menjadi manusia biasa.
Kuotta bersama Enyu, Yukita, dan Dewi Ayanng Nikkah berjalan mengikuti langkah kaki Yura menyusuri koridor menuju ketempat Ujian Seleksi bakat sihir yang di maksud Yura.
Di benaknya Kuotta tiba-tiba saja ia bermonolog sambil masih berjalan, "Bagaimana kalau Yura berbohong lagi ya, gak tahunya nanti ruangan itu ternyata ruangan untuk ronde kedua kami yang tertunda ... Sial sekali sih tadi, kenapa nanggung? padahal nafsuku ini belum tuntas sepenuhnya, padahal Yura tadi udah mode telanjang paling hot dan se*ksi sekali ... akhhhhhh ... sial-sial-sial ... ehh tunggu dulu Kuotta ...! tenang saja Kau ya ... setelah urusan ini selesai aku tekatkan akan ajak semua istriku ini untuk indehoy di Hotel, hehhehe ... eeee ... tunggu dulu apakah di Dunia ini ada hotelnya ya??"
"Hei Kuotta mau sampai kapan kau melamun di situ ayo masuk!" Sahutan Dewi Ayanng Nikkah yang membuat Kuotta berhenti melamun lalu ikutan masuk menyusul ke empat istrinya termasuk Yura yang telah masuk duluan.
******
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka berlima keluar juga dari ruangan tahap seleksi bakat sihir tersebut. Kuotta bersama Dewi Ayanng, Yukita dan Enyu ternyata telah berhasil lulus seleksi bakat sihir, dan akhirnya mereka telah resmi menjadi seorang Pahlawan bebas (PALBAS).
Kuotta melentangkan gepalan tinju tangannya kearah depan sambil berkata dengan sangat semangat dan dengan pose gaya keren, "Akhirnya kita telah resmi menjadi PALBAS, bersiap-siap lah merasakan ketakutan yang luar biasa, para monster sialan, pahlawan bebas yang sangat hebat ini akan menghancurkan kalian semua ... whahahahahahaha ... apakah aku terlihat keren?" ia bertanya setelah tawa yang di buat-buatnya itu selesai.
__ADS_1
"Kakak Kelen sekali ...! jawaban Enyu yang nampak terpukau dengan aksi keren Kuotta dan terlihat juga bola matanya yang cantik berwarna emas itu memantulkan kerlingan yang sangat indah.
Enyu tidak tinggal diam seketika itu juga ia ikut-ikutan menirukan aksi kakaknya dengan gaya khas kekanak-kanakannya sendiri, ia melompat dan mendarat dengan Gaya Kucing lalu merentangkan kepalan tinju tangannya kearah depan dengan sangat bersemangat dan dengan pose gaya yang menurutnya keren sembari berkata;
"Enyu juga akan meghanculkan monstel-woltel sampah itu ... matilah kalian semua wahai monstel yang sangat jelek dan menjijikan, pelgilah dali Dunia ini ... kalena PALBAS adalah jalan ninja Enyu ... Erghrrrrrrrr ... Auuu~~uuuu ..."
Enyu menggeram beringas selayaknya seekor kucing dan mengaum seperti seekor serigala sambil mencakar-cakar lantai dengan kuku jarinya yang tajam.
Aksi Enyu itu tidak lah membuat semua orang di sana terpukau maupun ketakutan, justru mereka semua tertawa kegirangan akibat dari Enyu yang bagi mereka bertingkah konyol, terlihat sangatlah lucu dan imut sekali.
"Enyu-enyu kau itu Manusia Kucing bukan manusia Serigala, tidak perlu mengaum!" ujarnya Dewi Ayanng Nikkah yang masih terkekeh.
"Hehehehe ... maaf kak ...! Enyu telbawa suasana." Enyu cengengesan sambil menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal.
Yukita yang masih terkekeh juga menimpali, "Kita juga bukan Ninja Enyu, kita ini cuma PALBAS lagian dari mana Enyu dapat kata-kata bijak tadi?"
******
"Kuotta ...! kau tadi bilang aku telah menjadi istrimu juga kan? jadi apakah aku boleh ikut bersama kalian menjadi pahlawan?" Yura bertanya sambil menatap wajah Kuotta dengan ekspresi memelas.
Sementara Kuotta hanya terdiam saat menatap Yura dan ia juga sesekali melirik kearah ketiga istri yang lainya.
Lalu yang menjawab pertanyaan Yura itu Dewi Ayanng Nikkah dengan mengatakan, "Bagaimana dengan pekerjaan mu di sini Yura?"
"Aku akan berhenti sekarang juga." Yura menjawab dengan santai.
__ADS_1
"Kau serius mau meninggalkan pekerjaan mu demi Kuotta?" Yukita bertanya dengan kerutan kening.
Yura menjawab dengan sedikit malu-malu sambil menundukkan kepalanya, "Aku sangat serius karena aku merasa takdirku ini harus hidup selalu bersama Kuotta."
Mendengar ucapan Yura membuat Kuotta salah tingkah, ia sulit sekali menahan senyuman malu-malunya yang bercampur bahagia.
Dewi cantik yang menyadari ekspresi Kuotta membuat nya curiga lalu ia menyahuti Yura dengan berkata, "Yura apakah ini keputusanmu sendiri atau justru ada unsur paksaan dari Kuotta?"
"Ini keputusan dariku sendiri kok ... A'a Kuotta tidak memaksaku, aku sendiri yang ingin bersamanya, jadi aku mohon tolong izinkan aku ya! aku berjanji akan membantu kalian semua dengan sekuat tenagaku, aku juga nanti bisa buat masak masakan Jepang buat kalian semua."
Mendengar kalimat Yura membuat Yuki merasa cemburu dan di batinnya ia berkata, "Sial ... dia yang baru kenal Kuotta aja sudah bisa manggil A'a-A'a an ... Lah gua yang udah bertahun-tahun kenal Kuotta malahan malu-malu gini woy ... ayo Yuki kau harus lawan perasaan gengsi dan malumu ini, mulai dari sekarang, ayo ini kesempatan mu cari perhatian Kuotta, ayo beraksi semangat 45."
"Aku juga bisa masak ko'k ... masakan Indonesia paling enak, iya kan Suamiku," ujarnya Yukita sambil menahan malu dan dengan nekat ia langsung memegang lengan kokohnya Kuotta.
"Enyu juga bisa masak kak," celetuk Enyu yang tak mau kalah, dengan cepat ia menerbab tangan Kuotta yang satunya lagi.
"Enyu bisa masak apa?" Dewi Ayang nikah bertanya sambil seolah sedang menahan perasaan kesal.
"Hehehe .... untuk sekalang ini Enyu sudah bisa masak airl bial mateng, lalu masak mie instan dan juga masak nasi hitam putih, nasi-nya agak pahit tapi masih enak kok, jadi Enyu yang habiskan semuanya waktu itu, ayah dan ibu Enyu cuma sedikit makanya."
Kuotta bersama yang lainya tak kuasa menahan tawa, apalagi saat melihat ekspresi Enyu yang tanpa dosa dan polosnya itu tidak mengerti kalau nasi yang ia makan adalah nasih mutung atau gosong.
Melihat semua orang tertawa Enyu ikut-ikutan saja tertawa meski ia tidak tahu kalau yang di tertawakan itu dia.
...****************...
__ADS_1
...To Be Continue...