
Kuota membalas dengan berkata, "Ya sudahlah apa boleh buat nasih telah menjadi bubur, maafkan aku juga, akibat emosi, aku malahan membawa mu."
"Kalau kau ingin minta maaf, lebih baik nanti saja, kau bisa minta maaf dengan cara melayaniku atau tunjukan dengan sikap, bukanya hanya dengan kata-kata." ujarnya sang Dewi sambil menoleh kiri dan kanan, ia sedang berwaspada takutnya ada serangan dari makhluk buas.
"Ya-iya." Kuota membalas sambil memainkan rambutnya yang keren.
Dari pembicaraan itu akhirnya mereka sedikit mengakrabkan diri. Kuotaa dan Dewi Ayanng Nikkah segera menuruni Bukit yang terdapat Goa yang sebelumnya merupakan tempat mereka berdua tiba ke Dunia ini.
Beberapa menit kemudian akhirnya Kuotaa dan Dewi imut ini telah sampai di Pusat kota. Sang Dewi melihat sebuah bar rumah makan dan langsung menuju kesana dengan niat untuk mengisi perut sambil membicarakan sesuatu.
"Kenapa kita masuk ke rumah makan ini ??" Kuota bertanya setelah mereka berdua duduk di sebuah kursi klasik.
Dewi Ayanng Nikkah menjawab sebel, "Apakah kau buta? ini kan rumah makan, ya sudah pasti kita mau makan goblok."
"Aku tahu ayang, tapi apakah kau punya mata uang Dunia ini?"
Mendengar ucapan Kuotaa membuat Dewi Ayanng Nikkah langsung kelabakan dan berkata, "Ohh iya aku lupa kita tidak membawa bekal apa-apa bahkan uang pun kita tidak punya ... akhhhhhhh."
Dewi malang ini mengusut-ngusut rambutnya, ia nampak sangat lusuh dan lelah sampai-sampai membuatnya merebahkan kepala dan tanganya di atas meja, lalu setelah itu dia bangkit lagi dan langsung mencerca Kuotaa yang sedang melamun dengan nada yang keras, "Lagian ini semua salahmu, kau yang membawa ku kesini ... jadi sekarang kau harus bertanggung jawab, perut ku sekarang lapar sekali, kau harus membelikan aku makanan titik!"
Kuota menelan ludah getir, ia sedikit tertekan lalu berkata, "Sabar-sabar ayanng, jangan marah lagi ya, tenangkan dirimu, sebenarnya aku juga tidak punya uang, tapi aku punya ide ..." Setelah mengatakan itu Kuotaa mengulas senyum Licik sembari melihat ke seluruh bagian tubuh sang Dewi.
Menyadari hal tersebut membuat Dewi Ayanng Nikkah langsung memeluk dirinya dengan perasaan merinding. "Kenapa kau ...? jangan-jangan kau mau menjual harga diriku ya?? ... jangan macam-macam kau ya, Aku ini seorang Dewi yang sangat mulia, mana mungkin aku menjual diri kepada makhluk rendahan, aku tidak sudi."
__ADS_1
Kuotaa menjawab setelah mengulas senyum seringai, "Aku tidak akan menjualmu bodoh, aku hanya menyarankan kau cabut saja satu berlian merah jambu di pakaianmu itu lalu kita jual, satu berlian tidak mungkin membuat mu rugikan?"
"Tidak mau ...! pokoknya Aku tidak mau, Walaupun hanya satu berlian pokonya Aku tidak akan menuruti saran bodohmu itu, lagian berlian di pakaian ku ini sangatlah berharga bagiku, seluruh berlian ini memiliki sumber energi untuk membantu kekuatan dan pesona Kecantikan ku."
Sifat keras kepala sang Dewi itu membuat Kuotaa memijit keningnya, ia memikirkan sebuah rencana lainya sambil memegang dagu.
Tiba-tiba Kuotaa mengingat sesuatu soal kekuatan mata istimewa yang baru saja ia peroleh, ia mengulas senyum licik sambil meraba matanya.
Tanpa basa-basi Kuotaa langsung mencari objek manusia yang sedang sendirian. Saat pandangannya tertuju kepada seorang pria dengan setelan pakaian paling mencolok, iapun bergumam, "Bagus kelihatanya pria itu orang kaya pasti dia memiliki banyak uang ... hehehehe ..."
Kuotaa melakukan aksinya, ia menatap kearah manusia yang menjadi target, lalu seketika Jiwa Kuota merasuki manusia yang dilihatnya itu, namun di waktu yang bersamaan Kuotaa pun tertidur.
Melihat perilaku Kuotaa membuat Dewi Ayanng Nikkah kesal, ia mengguncang-guncang tubuh Pria itu sambil berkata, "Woyy Kuotaa ... kenapa kau enak-enakan tidur kau harusnya sekarang membelikan aku makanan cepat aku su-- ..."
"Eeee aku tadi kenapa ya kok aku sempat menghayal ... aahh sudahlah." ujarnya Pria yang telah sadarkan diri dari kerasukan jiwanya Kuotaa.
Sementara dari sisi sang Dewi dia hanya terdiam kebingungan saat melihat kejadian yang sangat aneh baginya.
Kuotaa yang telah sadarkan diri dari tidurnya yang tidak terlalu lama atau hanya sekitar 16 detik langsung mengambil uang yang ada di saku bajunya, ia melirik ke arah Dewi Ayanng Nikkah sembari memainkan kedua alis matanya dan tersenyum seringai.
"Bagaimana apakah aku hebat ...? kau tahukan kalau pria yang memberikan aku uang tadi, dia itu telah aku kendalikan atau aku rasuki??"
Dewi Ayanng Nikkah menjawab, "Jadi tadi itu beneran kau ya? ... tidak heran sih soalnya dia tadi bisa berwajah mesum sepertimu ... iya-iya kau hebat ...." Dewi ini mengangguk polos seolah sedang terpukau, namun setelah itu tanganya secepat kilat langsung merampas uang yang ada di genggaman Kuotaa.
__ADS_1
"Eeeee Kenapa kau ambil semuanya? itukan punyaku," ujarnya Kuotaa sambil mengerutkan kening.
Setelah memasukkan uang ke dalam Belahan dadanya, Dewi cantik ini pun berkata sambil melipat tangan di atas perut dengan gaya sombong, "Tidak baik jika laki-laki yang mengatur keuangan. ... Dalam rumah tangga juga memang haruslah istri yang mengatur keuangan, jadi jangan membantah itu sudah aturannya kedua orang tua mu dulu juga pasti begitu kan?"
"Jadi maksudmu kau akan mengatur keuangan rumah tangga kita ya? ... karena aku suamimu ya? ... kalau begitu baiklah silahkan kau atur keuangan kita." Setelah mengucapkan itu Kuotaa melengkungkan sudut bibirnya ke atas.
Dewi cantik ini memalingkan ekspresi nya yang malu-malu, dia mencoba untuk bersikap biasa-biasa saja. "Terserah kau mau bilang apa ...! sekarang aku mau pesan makanan dulu."
Dewi itu langsung berdiri berniat menuju ke tempat pemesanan makanan dan minuman. Baru satu langkah dia berjalan lajunya terhenti saat kuota menyahuti lagi.
"Pesan yang banyak ya Ayanng, yang enak-enak pokoknya, sekalian aku titip Susu gantung, pakek toping ya ...! bebas mau toping apa, mau warna pink, Cokelat, hitam, terserah yang penting enak saat di isap." Kuotaa terekekeh pelan setelah mengucapkan itu..
"Cihhh ... dasar Pria mesum." Umpatan pelan sang Dewi saat masih terdiam, lalu Setelahnya ia melanjutkan perjalanan menuju meja pemesanan.
Baru beberapa langkah tiba-tiba saja Dewi Ayanng Nikkah bertabrakan dengan seorang Gadis Kucing dari ras Manusia Hewan. Sehingga membuat mereka berdua terjatuh terjerembab ke lantai.
Gadis kucing imut itu sontak langsung meminta maaf meski ia sedang meringis kesakitan. "Aduuh ... maafkan aku nyonya! aku tidak sengaja, aku mohon jangan hukum aku ...!" ujarnya sambil bersujud di dekat kaki sang Dewi.
"Eeeeee tidak apa-apa kok, aku baik-baik saja, lagian aku juga yang salah, aku juga minta maaf!" Dewi cantik ini langsung berdiri dan ia juga membantu Gadis Kucing itu untuk segera berdiri.
...****************...
...To Be Continue...
__ADS_1