Ke Isekai Bersama Sistem Harem

Ke Isekai Bersama Sistem Harem
18) Mengungkapkan Perasaan


__ADS_3

"Sekarang yang belum menampakkan sistemnya hanyalah Yukita saja, hei Yukita! kenapa dari tadi kau hanya melamun saja? tunjukan Sistem mu ...!" Kuotaa mengulas senyum melengkung sambil melirik kearah Yukita.


Yukita melamun, karena di benaknya ia sedang berpikir apakah ia juga memiliki sistem yang sama seperti Dewi Ayanng Nikkah dan Enyu.


Ia sadar betul, kalau Sistem Pendamping harem yang ada pada Dewi dan Enyu itu pasti berhubungan dengan sistem yang di miliki Kuotaa, lalu kenapa? kenapa Kuotaa yang menjadi Laki-lakinya kenapa dia pemilik atau tuan rumah harem itu.


Kuotaa kembali menyahuti Yukita, "Hei Yuki kenapa kau diam sja, apakah kau juga mendapatkan semacam Sistem? Sistem apa yang kau punya ayo tunjukan?"


Sahutan Kuotaa membuat Yukita tersentak kaget, lalu ia menjawab dengan sedikit gugup terba-bata, "A-aku punya kok ... anu ... sistem ku itu namanya Sis-stem Gadis cantik-- ... i-iya Sistem gadis cantik, sistem ini jauh lebih hebat dari milik kalian semua tahu."


"Baiklah kalau gitu kami mau lihat, cepat sebutkan mantaranya, tampakkan sekarang juga Sistem mu itu, atau jangan-jangan kau berbohong ya?" ujarnya Kuotaa yang sebenarnya di benaknya ia sangat yakin kalau Yuki sedang berbohong di lihat dari ekspresi Yuki yang gugup itu saja kuotaa sudah paham.


Yukita merasa ia terjebak sendiri dengan sandiwaranya, ia bingung sistem apa yang di milikinya tidak mungkin dia harus menyebutkan Sistem Pendamping harem yang sama seperti Dewi dan Enyu, sungguh sistem itu terdengar sedikit memalukan baginya.


Bosan menunggu Yuki yang dari tadi hanya mengeles dan melamun, akhirnya Kuotaa berdiri dari tempat duduknya dan langsung menghapiri gadis Elf itu yang masih sedang duduk di kursi. Kuotaa mendekatkan dirinya kepada Yuki, ia memojokan Yuki sampai membuat gadis cantik itu terperenjat sampai memundurkan tubuhnya menyender ke punggung kursi.

__ADS_1


Kuotaa mendekatkan wajahnya sangat dekat dengan wajah Yuki, sungguh setengah centimeter lagi wajah mereka hampir bersentuhan. Kuotaa menatap mata Yuki dengan tatapan penuh cinta dan kasih.


Hal itu pun membuat Yuki merasakan gejolak aneh pada dirinya, ia merasa seperti sedang bertatapan dengan pria paling tampan sedunia, napas dan wajah pria di hadapannya ini begitu harum di indra penciuman Yuki, inikah bauh wangi dari seorang pria tampan? sungguh ini baru pertama kalinya bagi Yukita bertatapan muka dengan seorang Pria.


Pipi di wajahnya Yuki dan Kuotaa sama-sama mengeluarkan bercak kemerahan, sudah pasti itu pertanda kemistri telah berbunga-bunga terjalin di antara mereka berdua.


Di benaknya Kuotaa ia mengumpat bingung dengan diri sendiri, "Apa yang aku lakukan, kalau begini terus bisa-bisa aku mencium nya, Yuki kenapa kau cantik sekali, apa mungkin dia mau jadi pasangan ku di Dunia ini setelah aku ungkapkan semua perasaanku??."


Sementara di benak Yuki ia juga mengumpat sambil tersipu malu, "Ada apa ini? apakah dia mau menciumku? tunggu dulu apakah dia serius, ini di tempat umum lo, aku malu tahu, tapi kalau itu dia, aku tidak masalah."


Lalu dengan santai Kuotaa pun akhirnya mengutarakan ucapan dari lubuk hatinya yang paling dalam di hadapan Yuki. "Arunika Yukita ...! Aku sangat mencintaimu sejak aku masuk SMA dan di saat itulah sejak pertama aku melihatmu aku pun telah jatuh cinta padamu, aku telah menyimpan rasa begitu dalam sejak lama. ... Kau waktu itu terus-terusan memintaku untuk menjadi pacarmu kan, maafkan aku karena dulu aku menolakmu, itu bukan karena aku tidak menyukaimu, itu bukan lah alasanaku, hanya saja waktu itu aku sadar diri, kau orang kaya sementara aku orang tak punya aku orang miskin, aku tak akan mampu membahagiakan mu, jadi selama hidupku di Indonesia aku tidak pernah pacaran, karena cinta pertamaku di Indonesia itu kau, aku diam-diam masih sangat mencintaimu sampai dengan saat ini, apakah kau mau hidup bersamaku di Dunia baru ini? apakah kau mau menjadi istriku? dan Sekarang aku ucapkan aku mencintaimu juga, jadi kita impas kan aku telah membalas cintamu dulu -- ...."


Begitupun Kuotaa, ia juga membalas pelukan Yukita. Kuotaa mengelus kepala dan rambutnya Yuki dengan sangat lembut dan dengan perasaan sayang.


Yuki melepaskan semua unek-unek penyesalan di hatinya selama ini, ia legah akhirnya Kuotaa dapat berterus terang dengan perasannya, Yuki sangat bahagia sudah lama sekali ia ingin mendengarkan kata cinta dari mulutnya Kuotaa, sosok pria cuek namun paling cerdas di sekolahnya dulu. Yuki sudah sejak lama mengidolakan sosok Kuotaa yang menjadi panutannya.

__ADS_1


Yuki yang masih terlarut dalam pelukan Kuotaa, ia berbicara sambil masih menangis, "Kenapa kau tidak terus terang dari dulu? kenapa kau malah menghindariku saat di jalan itu? kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal, padahal aku pasti akan menerima mu apa adanya tahu, aku tidak peduli mau kau miskin atau gembel aku kan sudah kaya jadi aku tidak butuh Pria kaya juga, yang aku butuhkan itu pria yang aku cintai tahu."


Kuotaa kini ikutan meneteskan air mata, apa yang di dengarnya secara langsung dari mulut Yuki itu begitu indah, akhirnya ia legah ternyata tindakan melamar yang nekat barusan tadi adalah jalan terbaik untuk meluluhkan hati seorang gadis yang telah membeku akibat Kuotaa yang dulu cuek mengabaikan perasaan cintanya.


Sepanjang celotehan Yukita membuat Kuotaa tersenyum lembut, bahkan di benak Enyu dan Dewi Ayanng Nikkah yang melihatnya, mereka dapat merasakan dan melihat jelas bahwa senyuman Kuottaa kali ini berbeda dari yang sebelum-sebelumnya, mereka berdua melihat senyuman itu senyuman yang begitu tulus dan hangat.


Tiba-tiba saja Sistem Pendamping Harem Muncul di hadapan Yuki, hal itu pun membuat Yuki dan semuanya terkejut namun sebenarnya Yuki telah sadar pasti itu akibat dari ia yang telah berdekatan dengan Kuotaa.


Kuotaa yang juga menyadari keberadaan sistem itu langsung tersenyum lembut, lalu Kuottaa menonaktifkan sementara sistem milik Yukita itu dengan mantrannya.


Setelah itu Kuotaa sedikit tertawa pelan, "Hihihihi padahal yang cuek waktu di jalanan itu kau kan, pasti kau malu karena aku seperti gembel ya?"


Yukita menanggapi sambil menggelengkan kepalanya, "Bukan begitu, aku waktu itu cuma kesal saja, karena kau tidak menegur menyapaku duluan, dan karena kau juga bertingkah aneh, aku pikir kau telah berubah menjadi stres, padahal aku juga masih mengharapkanmu, meski kau seperti gembelpun sebenarnya aku tetap menerima mu, sekali lagi aku bilang aku kan kaya jadi aku bisa membuatmu menjadi pria yang good looking lagi dengan uangku, hanya saja aku pikir kau pasti tetap saja menolakku. Aku sampai sekarang sama gak pernah pacaran karena aku selalu memikirkanmu tahu."


Setelah mendengarkan itu Kuotaa pun melepaskan pelukannya dan langsung mengelap air mata yang ada di kedua pipi Yukita, sambil berkata, "Kalau gitu ayo kita menikah kau menerima ku kan?"

__ADS_1


...****************...


...To Be Continue...


__ADS_2