Ke Isekai Bersama Sistem Harem

Ke Isekai Bersama Sistem Harem
29) Minta Restu Kepada Ketiga Istri Kuotta


__ADS_3

Dibenaknya Yukita dia tidak habis pikir apakah benar Enyu ini umurnya 18 tahun? perasaan Yuki ia pikir Enyu ini dari segi aura bentuk postur tubuh dan pola pikirnya malahan persis sekali seperti anak SD yang berusia 6 tahun kecil polos dan imut sekali.


"Jadi Boleh ya aku ikut kalian?" Yura bertanya sambil memelas, setelah semuanya berhenti tertawa.


"Kalau aku sih setuju-setuju aja, karena manusia naga sepertimu ini pastilah sangat hebat bertarung jadi pasti akan memperkuat kelompok kepahlawanan kita," Yuki menjawab sambil memasati tubuh Yura dari atas sampai bawah lalu sempat-sempatnya di batinnya ia juga membandingkan ukuran dadanya dengan dada Yura, dia bertanya-tanya dengan diri sendiri, apakah dadanya selevel dengan dadanya Yura, apakah bagusan punyanya atau punyanya Yura.


Dewi Ayanng Nikkah juga mengatakan setuju kepada Yura. Ia sepakat dengan perkataan Yuki. Dia juga setuju kalau Yura ikut bergabung menjadi Istrinya Kuotta, lagian Dewi ini pikir Yura juga memiliki Sistem Pendamping Harem yang sama sepertinya jadi menurutnya mungkin ini juga semacam takdir untuk membatunya agar dia bisa cepat kembali ke Dunia asalnya, Dunia para Dewa dan Dewi.


"Enyu juga setuju kak Naga gabung sama kita, soalnya Kakak Naga ini olangnya baik, kasihan kak naga dulunya mati di mutasi, Enyu janji akan melindungi kakak, kalau ada yang ganggu kakak nanti Enyu cakal-cakal mereka semua, tenang saja ya kak! ... Enyu ini Kuat Lo ... Enyu bisa belubah Kucing yang besal sekali lalu Enyu makan meleka semua nanti ngap Enyam-nyam-nyam-nyam." Enyu mengucapakan kalimatnya itu dengan nada seperti seorang yang sedang mendongeng dan dengan ekspresi yang sok bijak sekali saat ia sedang menepuk-nepuk pelan pantatnya Yuri seolah sedang menenangkan orang yang sedang bersedih.


Yura menanggapi Enyu dengan ulasan senyum yang luar biasa manis, lalu setelahnya ia mengucap kalimat terima kasih banyak kepada ketiga Istri Kuotta sambil sedikit menundukkan kepalanya.


Kuotta melirik kearah luar jendela yang mendung lalu berkata, "Kalau begitu kita sudahi dulu perbincangan kita ini, soalnya hari ini sudah hampir malam, semua sudah sepakat kalau Yura ikut bergabung menjadi kelompok kita dan juga telah menjadi istriku, yang jadi pertanyaan ku sekarang ini kita mau tidur di mana cuy."


Dewi menimpali dengan berkata, "Benar Juga kita kan tidak punya rumah atau tempat tinggal jadi bagaimana nasib kita sekarang Kuotta cepat pikirkan aku tidak mau tidur seperti gembel aku tidak mau tidur di kolong jembatan."


"Kenapa kalian bisa tidak punya tempat tinggal?? ... kan walaupun tidak punya rumah kalian kan bisa ngekos atau ngontrak," ujarnya Yura bertanya keheranan.

__ADS_1


"Yang jadi permasalahannya kami ini baru saja datang ke Dunia ini sementara Enyu yang sudah terlahir kembali bertahun-tahun disini dia juga jauh sekali dari rumah orang tuanya dan yang lebih parahnya kami kehabisan uang," ujarnya Dewi Ayanng Nikkah setelahnya ia nampak murung.


"Yura apakah kami bisa menumpang di rumahmu untuk hari ini saja?" Kuotta bertanya sambil memohon dengan kedua tangannya dan kepala yang sedikit menunduk.


Yura langsung menurunkan tangan Kuotta sambil mengatakan, "Kenapa kau bilang seperti itu A'a Kuotta ku sayang, tentu saja boleh, bahkan rumahku itu telah menjadi milik kita bersama tahu, kita semua akan tinggal di rumahku dan tidur bersama-sama."


Sungguh kalimat yang di lontarkan Yura itu terdengar sangat indah sekali di telinganya Kuotta bersama ketiga istri lainya.


Kuotta memegang kedua bahu Yura sambil menatapnya dengan seksama lalu berkata, "Aku terharu sekali dengan ucapanmu sayangku, sungguh aku sangat tidak percaya kenapa kau baik sekali?? ternyata bukan hanya wajahmu saja yang cantik tapi ternyata hatimu juga sangat cantik sekali."


"Iya Enyu juga telhalu sekali ... benal kan kata Enyu tadi kalau kak Yula itu baik sekali olangnya," tutur Enyu sambil memeluk pinggangnya Yura dari samping.


"Apa ...!"


Reaksi serentak Kuotta bersama ketiga istri lainya, mereka semuanya di buat terkejut dan semakin di buat keheranan dengan ungkapan Yura yang sangat aneh.


"Kenapa kau sampai segitunya Yura?" Dewi Ayanng Nikkah menatap Yura dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Iya tidak perlu sampai melakukan semua itu kita kan baru saja kenal kenapa kau tidak was-was." Timpalan dari Yukita sambil menggelengkan kepalanya.


Yura menatap mereka semua bergantian sambil berkata, "Tidak apa-apa ini tanda bahwa aku sangat serius ingin menjalin hubungan bersama kalian semua lagian aku tidak punya siapa-siapa lagi, aku hidup sebatang kara, aku sangat yakin kalian akan menjadi keluarga baruku, aku sangat merasakan kalau kalian adalah orang baik."


******


Kuotta bersama ke'empat istrinya telah berada di depan rumah milik Istrinya yang bernama Yura. Rumahnya Yura itu terlihat cukup sederhana, tidak terlalu megah dan tidak terlalu kecil, arsitekturnya pun nampak klasik, antik dan sangat cantik sekali. Rumah itu terlihat sangat kokoh karena terbuat dari batu bata dengan jenis terbaik di dunia itu dan juga telah di beri sihir penguat.


Yang membuat Kuotta, Yukita dan Dewi tidak habis pikir kenapa rumahnya Yura itu bangunannya berbentuk payu*dara dengan cat berwarna pink? Kenapa Yura memiliki bentuk rumah yang sangat aneh begini? sebenarnya rumahnya itu ia beli atau mendesainnya sendiri sih? begitulah pikiran Kuotta yang sama dengan pikiran Dewi dan Yukita, mereka tidak berniat untuk bertanya karena takutnya Yura nanti tersinggung atau merasa malu.


Dengan polosnya Enyu malahan mengutarakan rasa terpukaunya dengan berkata, "Wiiihhh Lumahnya kelen sekali, bentuknya kayak te*tek kak Yuki* tapi ini jauh lebih besal ... sangat-saaaaaangat besal-- ...."


Suara Enyu terputus akibat dari telapak tangan Kuotta yang tiba-tiba saja menutup mulutnya Enyu. Lalu sambil cengengesan Kuotta juga membisikan ke telinga Enyu dengan pelan, "Husss jangan ucapkan itu lagi nanti kak Yura nya marah!"


Enyu mengiyakan seruan kakaknya dengan anggukan pelan kepalanya, lalu setelahnya Kuotta pun melepaskan telapak tangannya yang seperti biasanya telah di jilati Enyu.


Sementara Yura yang dari tadi berekspresi tidak enakan tiba-tiba berkata dengan pelan sambil menunduk saat masih membelakangi semua orang, "Maaf ya rumahku bentuknya aneh, soalnya rumah ini di jual murah jadi terpaksa aku beli yang ini saja, aku hanya menyesuaikan uangku yang pas-pasan."

__ADS_1


...****************...


...To Be Continue...


__ADS_2