Ke Isekai Bersama Sistem Harem

Ke Isekai Bersama Sistem Harem
34) Insiden di Kamar Kuotta Bersama Enyu


__ADS_3

"Gak boleh langsung tidur, lagian ini baru jam 8 malam, masih sempat untuk kita mandi," Jawaban Kuotta sambil melihat Jam yang ada di sistem Haremnya.


"Hang ... mandi ...??" Enyu nampak berekspresi tidak senang dan kembali berkata,"Enyu gak mau mandi kalau airnya dingin!" ujarnya sambil memalingkan ekspresi juteknya sambil menggembungkan pipi.


"Bentar ya ...! kakak liat dulu apakah ada penghangat air nya!" Kuotta berjalan menuju kamar mandi, saat di lihatnya ternyata tidak ada semacam alat atau mesin penghangat air di sana, lalu saat ia menyentuhkan tangannya ke air yang ada di bak mandi ternyata air itu tidaklah dingin atau biasa-biasa saja seperti suhu ruangan, di benaknya Kuotta ia berpikir kalau seandainya ia memasak air panas di dapur untuk Enyu, itu cukup merepotkan.


Jadi ia pikir lebih membujuk adiknya saja, Kuotta keluar dari kamar mandi untuk menghampiri Enyu lalu berkata, "Enyu gak papa ya mandi pakai air biasa? gak dingin kok biasa aja." setelahnya Kuotta mengulas senyum berharap adiknya mau.


Enyu tetap saja menjawab dengan Kesal, "Gak mau kalau airnya dingin, pokoknya Enyu gak mau ... mana! coba Enyu tes sendiri aja dingin atau hangat, kalau dingin Enyu gak mau mandi ya, Enyu bisa jilati tubuh Enyu sendiri sampai bersih."


Enyu berjalan masuk ke Kamar mandi dan di iringi Kuotta dari belakangnya. Saat Enyu menyentuh air itu menggunakan jari telunjuknya tiba-tiba saja ia langsung bereaksi seperti orang yang sedang merinding menggigil kedinginan sambil melingkarkan ekor ketubuhnya dan kuping kucingnya pun ikut menutup. "Heeeeeeegrrrrrr ... diingiiii~iiiiin dingiiiiin sekaliiiii ...."


Kuotta sempat keheranan melihat reaksi Enyu, padahal bagi Kuotta air itu tidaklah terlalu dingin, tapi kenapa Enyu seolah merasa air itu seperti air Es.


"Ini airnya dingin sekali ka~aaak Enyu gak mau mandiiiii ...!" ujarnya Enyu yang sedikit mundur kebelakang dan masih sedang menggigil kedinginan.


"Itu perasaanmu saja Enyuuuuuu, airnya tidaklah dingiiin kok." Kuotta terus membujuk adiknya.


"Nggak mau pokoknya, Enyu gak mau, ... air itu dingin sekali ka~~ak," Enyu nampak merengek kesal dan menekankan nada kalimat terakhirnya.

__ADS_1


Dengan sangat terpaksa tidak ada cara lain lagi akhirnya Kuotta langsung merasuki tubuhnya Enyu menggunakan kekuatan matanya, sementara tubuh aslinya Kuotta sedang tertidur di belakang tubuhnya Enyu.


Kuotta yang sedang mengendalikan atau berada dalam tubuh Enyu, ia berpikir dia tidak mau menyia-nyiakan waktu yang hanya sebatas 16 detik itu, lalu cepat-cepat langsung saja ia membuka semp*aknya Enyu lalu se*mpak itu ia lempar keluar kamar mandi dan langsung menyiramkan air ketubuhnya Enyu menggunakan gayung. Tanpa sadar siraman itu juga membasahi tubuh Kuotta yang tertidur di belakangnya Enyu.


Namun baru satu guyuran air menyiram tubuhnya Enyu, hal itu pun membuat Kuotta tersentak kaget dari dalam tubuhnya Enyu, ia sangat merasakan bahwa air yang mengalir di tubuh mungilnya Enyu yang di sedang rasukinya itu ternyata memanglah sangatlah dingin sekali seperti es.


Dengan spontan dan refleks seketika itu juga Kuotta kembali ke tubuh asalnya dan terbangun dengan reaksi yang masih menggigil.


Sementara Enyu yang telah sadarkan diri langsung berteriak kencang, "Huwaaaaaaaaaa ... dingiiiiiiiiiiiin."


Suara teriakan Enyu melengking dan menggema di sekitaran rumah itu, sampai-sampai terdengar ketelinganya para Istri Kuotta lainya yang ada di kamar mereka masing-masing.


Kelihatannya ketiga istri Kuotta yang masih gadis itu, nampak telah mengenakan baju tidur yang sangat se*ksi super minim. Kolor atau sot cantik bercorak bunga yang sangat pendek milik ketiga gadis itu sungguh terlihat sangatlah tipis sekali sehingga membuat daerah kewan*itaan mereka itu menjiplak sangat jelas.


Kuotta juga sangat jelas dapat melihat bahwa ketiga Istrinya itu samasekali tidaklah memakai cela*na dalam, karena Kuotta dengan sangat mudah tanpa harus mengintip ia telah melihat bahwa ketiga gadis itu telah menampakan lubang belahan daerah kew*anitaan-nya masing-masing dari balik kolor yang sangat tipis dan menjiplak.


Sementara baju tidur pendek yang juga bercorak bunga milik mereka itu juga terlihat sangatlah tipis, sehingga Kuotta juga dengan sangat jelas dapat melihat ****** kedua bukit indah yang sangat bulat dan kencang milik dari ketiga istrinya itu yang telah menjiplak, nampaknya sudah pasti ketiga istrinya Kuotta itu samasekali tidaklah memakai B*H.


Dewi yang melihat Enyu sedang menangis langsung menyahuti Kuotta, "Hei Kuotta apa yang terjadi ...? apa yang kau lakukan pada adikmu sampai dia tela*njang bulat begini hang ... kenapa dia menangis? kenapa kalian berdua basah kuyup begini hang ... cepat jawab sialan ...? dasar kau ini pedo ... kalau adikmu gak mau di ajak hub*ungan badan kenapa kau maksanya sialan."

__ADS_1


Enyu yang masih sedikit menangis sambil mengucek matanya ia langsung menimpali, "Jangan marahin kakakku, kak Dewi ini salah Enyu--."


Dewi memotong ucapan Enyu dengan berkata, "Tidak Enyu ini bukan salahmu, ini salah kakak laknat mu ini." Dewi itu menghampiri Enyu lalu memeluk tubuh Enyu yang masih tela*njang sembari masih melanjutkan ucapanya, "Enyu tidak salah, Enyu kan masih kecil jadi wajar kalau gak muat, wajar kalau Enyu kesakitan ... cup-cup-cup-cup ... sudah-sudah jangan nangis lagi ya adikku sayang." Dewi mengelus pelan kepala Enyu yang ada di pelukannya.


"Woy-woy-wo'o'oyy apa-apaan kalian ini aku cum--."


Kuotta yang ingin mengutarakan ucapannya tiba-tiba saja langsung di potong Yura si gadis naga dengan berkata, "Kuotta ku sayang kalau kau lagi kepingin dan sangat bern*afsu kau tinggal main ke kamar Ku saja ya ...! jangan paksa adik kecilmu ... kasihan dia masih kecil, tunggu aja dia pas sudah gede nanti, kalau sudah muat barulah kau gaspol." Di sela-sela kalimatnya Yura, ia terus-menerus mengigit bibir bagian bawanya dan ekspresi nya nampak seperti sedang ere*ksi berat.


Sementara Yuki yang ingin cari perhatian Kuotta dengan malu-malu dan sangat terpaksa ia juga menimpali dengan berkata, "Iya kalau kau lagi kepingin atau tidak ketahanan lagi, kami yang sebagai istrimu ini juga, tentu saja kami bersedia kok melayanimu."


"Aku tidak akan menolak kalau saol itu," ujarnya Kuotta sambil terkekeh me*sum. "Tapi aku tidaklah menyakiti Enyu kalian salah paham aku cuma--."


Kuotta yang kembali berusaha membela diri, lagi-lagi kalimatnya terputus, suaranya kalah dengan suara melengking seorang wanita bernama Dewi Ayanng Nikkah ini.


...****************...


...To Be Continue...


...Besok siang mereka semua bersama-sama menjalankan misi kepahlawanan ya. di tunggu kelanjutan ceritanya ya  dan jangan lupa berkomentar juga ☺️...

__ADS_1


__ADS_2