Ke Isekai Bersama Sistem Harem

Ke Isekai Bersama Sistem Harem
16) Bentuk Peta Yang Tidak lazim :V


__ADS_3

Dewi Cantik itu nampak tertekan mendengar celotehan Enyu, ia berkata setelah menelan ludah getir, "Eeeee ... Enyu! kak Ayanng kan membelamu lo, kenapa Enyu malahan marahin kakak??"


Yukita menghampiri dan memegang bahunya Enyu, ia menatap Gadis kucing itu sambil tersenyum manis lalu berkata, "Gini, sekarang kakak tanya, jawab yang jujur ya cantik ...! apa saja yang Kakak Kuotaa mu lakukan bersamamu saat di kamar?" Yukita bertanya dengan sangat terpaksa sambil menahan perasaan malu yang sangat luar biasa, ia sendiri sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakannya sendiri, kenapa ia nekat menanyakan hal itu.


Enyu menjawab dengan santai, "Ehmmm ... kami cuma saling men*jilati bibir kami belgantian, kami juga seling tidur tel*nja*ng bersama-sama, lalu kakaku memeluku saat aku sedang sakit dan kedinginan, aku sayang kakak, aku suka kakak, pokoknya aku gak bakalan ninggalin kakak lagi, awas saja kalian misahin kami." Setalah mengatakan itu Enyu langsung memeluk Kuotaa dengan Ekspresi dan perasaan sayang seolah takut kehilangan.


Mendegar kesaksian secara langsung dari mulut Enyu yang tentu saja dia pasti itu jujur, karena Enyu itu sudah kelewat Polos, hal itu pun membuat Yukita dan Dewi Ayanng Nikkah sama-sama berekspresi kesal bercampur pipi mereka memerah karena malu akibat dari sama-sama membayangkan ad*egan pa*nas kakak-beradik di dalam sebuah kamar.


"Yak ampun benar-benar keterlaluan ni Pria p*edo. ... Baiklah kakak sudah mengerti ... terimakasih ya Enyu ...!" Setelah Yukita mengelus pelan kepala Enyu, ia pun menjelitkan bola mata tajamnya kepada Kuotaa.


Yukita nampak sangat kesal ia pikir Kuotta tidak akan melakukan tindakan sejauh itu bersama Enyu, sungguh sulit di percaya bisa-bisa nya Kuotaa bercocok tanam bersama adiknya yang saat itu masih di bawah umur.


Sebelumnya Yukita pikir Kuotaa hanya sebatas me*ncium adiknya saja, namun ternyata dugaannya salah, setelah mendengar penjelasan Enyu yang sangat jelas itu, sekarang Yukita sadar ternyata sosok Kuotta ini memanglah monster Ped*ofilia yang tak pandang bulu.


Yukita menggeretakkan giginya lalu menyahuti Kuotaa dengan marah-marah, "Kuotaaaaaaaaa ... kenapa kau merusak adikmu yang polos ini? ... sialan."


Kuotaa yang menyadari itu pun langsung mundur kebelakang, ia sedikit menjauh sambil menelan ludah dengan perasaan yang sangat getir, seolah ketakutan.


"Awas kau ... sini kauuuuu jangan lari ...!" teriakan Yukita sambil mengejar Kuotaa yang mencoba berlari menjauhinya.


Kuotaa berlari memutari meja sambil mengutarakan pembelaannya, "Eeeeeee ... apanya yang merusak? lagian kami suka sama suka, kau saja yang iri, lagian kalau kau kepingin juga bilang aja, gak usah gengsi tahu!"

__ADS_1


Yukita makin emosi bercampur menahan perasaan malu saat di bilang seperti itu, "Apa kau bilang? dasar setan, mentang-mentang kau sekarang tampan sekali, jadi kau pikir aku akan terg*oda gituuuu hanng ..."


Kuotaa membalas sambil cengengesan, "Nah Kan, kau bilang sendiri tadi kalau aku ini tampan sekali, itu berarti kau menyukai ku, Yuki. Udahlah akui aja kalau kau itu udah mulai mencintai ku lagi, lagian saat di SMA dulu kau juga sering sekali menyatakan cinta kepadaku, iya kan!? hanya saja aku-nya cuek waktu itu."


"Berhenti mengejar kakakku!" Sahutan Enyu sambil menarik bajunya Yukita sehingga membuat Yukita berhenti berlari.


Yukita Duduk kembali ke kursinya, ia mengontrol dan menghembuskan nafas lelahnya lalu mengatakan, "Itukan dulu sialan, tapi saat aku melihat kau sudah jadi seperti gembel yang gak bisa ngurus badan, ogah banget jadi pacarmu tahu."


Kuotaa yang juga baru saja duduk kembali ke kursinya, ia membalas setelah selesai mengulas senyum miring sambil terkekeh, "Aku juga berkata, Itu kan dulu, sekarang kan aku sudah jadi tampan lagi, hehehe ... bahkan sekarang aku sempurna banget lo, coba lihat wajah dan tubuh perfek ini! mana ada wanita yang tidak akan terg*da. Kalau kau mau jadi istriku, aku terima dengan sepenuh hati dan aku jamin kau nanti pasti akan selalu bahagia."


Sepanjang celotehan Kuotaa itu, Yukita hanya memalingkan wajahnya yang kesal dan menahan perasaan malu. "Sudahlah aku capek berdebat denganmu," ujarnya sambil melipat kedua tangannya di atas perut.


"Hei Kuotaa, kau tadi bilang nama Kantor pendaftaran pahlawan itu PPKBA kan?" Dewi Ayanng bertanya sambil menatap peta yang ada di meja.


"lihat ini ...! tempat pendaftarannya tidak jauh dari lokasi kita, hanya sekitaran 200 meteran saja," Ujarnya Dewi lalu ia ikutan bengong saat memperhatikan ke tiga orang yang di hadapannya malahan melamun.


Ke tiga orang itu tidak menanggapi celotehan sang Dewi, mereka dari tadi hanya sibuk memasati setiap bentuk dari ke 5 benua yang bentuknya sangatlah tidak Lazim


Sebenarnya Kuotaa dan Yukita hampir saja tidak bisa menahan tawa, saat melihat penampakan peta yang menurut mereka lucu bercampur memalukan, namun mereka berusaha agar seolah tetap terlihat menyimak serius penjelasan sang Dewi.


Sayangnya tawa mereka itu tetap saja pecah saat sang Dewi menunjuk lokasi peta yang di maksud tepat di gambar pa*ngkal paha kedua pria dan wanita yang sedang b*rc*umbu, karena penglihatan Kuotaa dan Yukita itu fokus tertuju pada bentuk daerah in*tim yang sangat jelas seolah sedang di tutupi gambar kerang ajaib.

__ADS_1


Dan pada akhirnya tawa mereka berdua pun makin pecah saat Enyu dengan sangat polosnya menunjuk peta gambar yang sedang mereka renungkan dengan sebuah pertanyaan mengundang tawa, "Kakak kenapa t*it dan m**knya di tutupi ...??" Enyu mengatakannya dengan ekspresi bingung sambil menatap wajah Kakaknya.


"Karena takut nanti burungnya terbang," Kuotaa menjawab pertanyaan adiknya itu setelah berhasil menahan tawa.


"Ohhh ... Bulung plia bisa telbang ya?? ... Tapi kok kenapa waktu di kamal itu, punya kakak gak telbang-telbang?"


Pertanyaan Kedua Enyu itu membuat Kuotta bersama Yuki dan Dewi tak kuasa menahan tawa, Kuotaa sempat bingung mau menjawab apa, namun akhirnya ia mendapatkan kosakata yang menurutnya sangat bagus dan cocok sambil menahan tawa, "Itu karena punya kakak sudah jinak jadi gak bakalan terbang atau kabur, kalau yang ada di peta ini burung-nya liar seperti monster, itulah kenapa harus di tutupi pakai kerang ajaib."


"Ohhhh begitu ya ..." Enyu mengangguk-angguk seolah sedang mengerti dan mendapatkan pengetahuan baru dari sang kakak tercintanya.


Mendengar gurauan Kuotaa membuat Dewi dan Yukita dari tadi terus-terusan berusaha menahan tawa dan menahan malu yang sulit sekali di kendalikan, namun akhirnya tetap saja tawa mereka itu pecah saat menyadari bahwa Enyu sangatlah percaya dengan jawaban Kuottaa.


Sementara Enyu hanya bisa kebingungan, ia heran kenapa ke tiga orang ini tertawa padahal menurut Enyu tidak ada yang lucu, tetapi agar tidak terlihat canggung dan supaya terlihat kompak akhirnya Enyu pun ikut-ikutan tertawa yang di paksakan.


Setelah selesai dengan tawanya, Dewi Ayanng Nikkah pun kembali berekspresi serius dan berkata, "Sudahlah! kapan kita bisa seriusnya, sekarang tolong perhatikan ini!"


Seruan Dewi cantik itu membuat mereka semua memberhentikan tawanya. Dewi menunjuk penampakan lokasi Kantor pendaftaran Pahlawan dari dalam peta. Ia melakukannya dengan cara seperti orang yang menge-Zoom-kan gambar yang ada di layar ponsel.


Kuotaa bersama Yukita dan Enyu sangat heran dengan peta yang dimiliki sang Dewi cantik itu, karena peta kertas itu cara kerjanya mirip sekali dengan aplikasi MAP yang ada di ponsel, hanya saja ini berbentuk kertas dan bisa di gulung, mereka bertiga bertanya-tanya heran di mana letak mesin nya, namun Sang Dewi langsung menjelaskan pertanyaan mereka dengan menjawab bahwa sistem kerja peta ini dari serangkaian sihir dan di buat dari kayu pohon suci yang ada di kayangan tempat Dunia para Dewa dan Dewi.


...****************...

__ADS_1


...To Be Continue...


__ADS_2