Ke Isekai Bersama Sistem Harem

Ke Isekai Bersama Sistem Harem
23) Menuju Ruangan Seleksi Bakat Sihir


__ADS_3

Enyu menghentikan lamunan Kuotta dan Yukita dengan cara menyentuh lengan Kuotta sembari berkata, "Suamiku ...! aku juga memanggil Kakak Suamiku. Jadi ...! Enyu juga mau di elus-elus tanganya!"


"Iya-iya." ujarnya Kuotta dan langsung mengelus lembut tanganya Enyu.


Sementara di sisi Dewi Ayanng Nikkah, tiba-tiba saja ia berdeham sambil memalingkan wajah cueknya, "hemmm-hemmm."


Kuotta berasumsi pasti Dewi cantik itu merasa sedang di abaikan dan mungkin saja ia juga ingin di belai tanganya. Tanpa basa-basi lagi Kuotta pun seketika langsung mengelus lembut tangan sang Dewi juga, sembari mengulas senyum termanisnya.


Dewi tersentak kaget dan berbicara dengan gugup terbata-bata, "A-a'apa yang kau lakukan? ... ke-kenapa kau mengelus tanganku juga? aku kan tidak memintanya!"


Kuotta menjawab setelah mengulas senyum, "Itu karena aku juga mencintaimu Ayanng, Aku akan berprilaku adil. Jika Enyu dan Yukita aku sentuh makah kau juga harus aku sentuh, tidak ada alasan lain selain itu, karena kalian bertiga adalah istriku, jadi sah sah saja kan? kau tidak akan marah kan?"


Dewi menelan air ludah getirnya, ia memalingkan wajahnya sedikit menyerong dengan pipinya memerah lalu berkata, "Terserah kau sajalah, selagi tidak merugikan aku, kau boleh saja menyentuhku, lagian ini demi Sistem Pendamping Harem ku juga."


Mendengar dan melihat ekspresi Dewi cantik itu membuat Kuotta sangatlah senang sekali, ia tersenyum ramah lalu berdiri dari duduknya dan seketika mengelus kepala ketiga istrinya dengan lemah lembut secara bergantian.


Tindakan Kuotta yang mengelus kepala ketiga istrinya itu membuat mereka menampakan reaksi yang beragam. Enyu menampakan senyuman unjuk gigi nya yang sangat imut sekali karena di padukan dengan gingsul dan taringnya yang mungil sembari menggerakkan ekor dan kupingnya, Yukita bereaksi mengulas senyum manisnya yang malu-malu, dan juga muncul bercak kemerahan di pipinya sama seperti Dewi Ayanng Nikkah, hanya saja Dewi cantik ini seperti biasanya berekspresi seolah cuek, malu-malu tapi aslinya mau di elus-elus seperti itu.


Setelah itu Kuotta kembali duduk di kursinya, lalu mereka berempat kembali lagi melanjutkan untuk mengisi formulir pendaftaran.


Kuotta dan ketiga istrinya mengikuti keterangan formulir dengan meletakan tangan meraka yang terdapat TTP (Tato Tanda Penduduk) ke arah Kolom kosong yang terdapat di kertas formulir tersebut.

__ADS_1


Dan seketika itu juga gambar TTP yang ada di tangan mereka itu tiba-tiba saja tercetak otomatis juga di Kolom kertas formulir, kejadian itu pun membuat Kuotaa bersama ketiga istrinya merasa sangat takjub sekaligus keheranan.


Kuotta mengulas senyum miring lalu berkata, "Hebat sekali kok bisa KTP ini-- eee maksudku, Kenapa TTP kita ini bisa menempel di kertas ini? padahal TTP ini kan tato permanen bukanya stempel, tapi kok, kenapa TTP ini malahan seperti stempel??"


Dewi Ayanng Nikkah menanggapi Kuotta dengan berkata, "Itu karena TTP bersama Kertas Formulir ini memakai sistem Sihir yang telah di rancang sinkron. Namun TTP ini tidak akan bisa menempel atau tercetak di sembarang tempat, karena hanya bisa menempel kepada sistem yang bersangkutan saja."


Kuotta membalas sang Dewi dengan berkata, "Kau benar sekali Ayanngku, aku ingat sekarang ... tadi kan kita lihat sendiri, setelah TTP kita selesai di buatkan, lalu petugas gondrong itu men-scan TTP yang ada di tangan kita ini ke sebuah batu kristal milik mereka, lalu setelah itu di layar monitor mereka munculah identitas kita yang tercetak otomatis ... Itu berarti TTP yang menempel di tangan kita ini telah mendeteksi identitas kita, lalu merekam dan mencetaknya kedalam sistem teknologi sihir mereka."


Yukita ikutan menimpali dengan mengatakan, "Jadi begitu ya ... Kau sangat cerdas seperti biasanya Kuotta! ... itu berarti TTP ini sistem kerjanya sedikit mirip dengan kode QR yang ada di Dunia asal kita iya kan Kuotta?


"Iya kau benar sekali," Jawaban Kuotta sambil mengangguk pelan.


Sementara Enyu dari tadi hanya celingak-celinguk memperhatikan diskusi ketiga orang yang di hadapannya dengan perasaan bingung dan tidak mengerti apa yang di ucapakan mereka.


Kuotta menjawab sedikit cengengesan, "Maaf Yell, kami lupa akibat terlalu serius berdiskusi. Ini kami telah selesai mengisi formulir pendaftarannya, dan administrasinya akan kami selesaikan nanti setelah lolos ujian seleksi praktek bakat sihir."


Kuotta memberikan Ke empat formulir pendaftaran yang telah ia kumpulkan menjadi satu kepada Petugas Yell.


Setelah petugas Yell mengambil Formulir tersebut ia pun tersenyum lalu berkata, "Baiklah terimakasih atas kerjasama nya, sekarang mari kalian ikut aku ke tempat selanjutnya!"


Kuotta bersama ketiga istrinya mengikuti langkah kaki Petugas Yell yang berjalan menuju ke sebuah koridor yang masih di dalam gedung tersebut.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Yell, kau sampai serepot ini mengantarkan kami ke ruangan selanjutnya." Dewi Ayanng Nikkah tersenyum setelah mengucapkan kalimatnya itu.


Kuotta menimpali dengan mengatakan, "Iya ... padahal aku lihat semua pendaftar lainya tidak di antarkan oleh petugas yang melayani mereka, tapi kau malahan repot-repot mengantarkan kami, kau ini sungguh wanita yang sangat baik ya Yell."


Petugas Yell menanggapi dengan berkata, "Aku cuma sedang berbaik hati saja, tenang saja lagian ini tidaklah merepotkan bagiku." kalimat terakhirnya di akhiri dengan senyuman melengkung yang penuh misteri.


Setiba di sebuah pintu masuk yang tertutup, petugas Yell berhenti dan berbalik badan menghadap ke arah kempat peserta pendaftaran yang ada di hadapannya, "Kuotta Kau ikut aku masuk kedalam sebentar!" Seruanya sambil melirik kerah Kuotta.


Lalu ia juga berkata kepada Ketiga gadis lainnya, " Kalian bertiga tunggu dulu sebentar di sini ya!! ... kami mau melapor sebentar, mungkin akan memakan waktu sampai dengan 10 menit. Dari kalian hanya bisa diwakilkan oleh satu orang saja, dan aku rasa Pria kalian bernama Kuotta ini pemimpin kalian kan? jadi biarkan diwakilkan oleh pemimpin kalian saja ya!!"


"Baiklah ...! jawaban singkat Kuotta lalu ia juga menyahuti ketiga istrinya dengan berkata, "Kalian tunggu dulu sebentar di sini ya! ... jangan keluyuran kemana-mana, dan tolong jaga Enyu ya!"


Ketiga istrinya itu mengangguk-anggukan kepala meraka pertanda setuju.


Petugas Yell dan Kuotta masuk keruangan yang di maksudnya tadi, lalu pintunya pun tertutup dengan sendirinya atau tertutup otomatis. Yang di lihat Kuotta di dalam ruangan itu hanyalah sebuah ruangan mewah yang kosong.


Lalu Kuotta melirik kearah meja kerja yang ada di depannya, ia melihat di atas meja itu ada keterangan nama Yell, hal itupun membuat Kuotta merasakan firasat yang tidak enak dan cemas sembari menelan ludah getirnya, ia Yakin kalau ruangan ini adalah ruangan pribadi milik petugas Cantik bernama Yell ini. Hal itupun membuat naluri pertama Kuotta beranggapan mungkinkah dia akan di bunuh disini. Atau ....


...****************...


...To Be Continue...

__ADS_1


...Hai semuanya bantu Komentar nya ya agar aku merasa kalau ada orang yang menuguku untuk update. Terimakasih 🙏😊👌🤝🙏...


__ADS_2