
Flashback On
Beberapa Menit yang Lalu, ketiga istri Kuotta yang berada di luar kini masih sedang duduk santai di sebuah kursi yang cukup empuk, tapi lama kelamaan mereka bosan menunggu, mereka bingung kenapa Kuotta dan Petugas Yell lama sekali di dalam dan tak kunjung keluar-keluar?
Dewi Ayanng Nikkah berdiri dari kursinya ia nampak cukup gelisah sambil mondar-mandir tidak jelas dan sambil sesekali memegang dagunya.
"Kenapa mereka lama sekali sih ...?" Ujarnya Dewi cantik ini sambil melihati waktu Sihir hologram yang ada di tanganya lalu kembali berkata, "Katanya tadi cuma 10 menit inimah sudah setengah jam lebih?? ... ini aneh Yuki ...! aku curiga, bagaimana kalau ternyata petugas cantik itu malahan melukai Kuotta, gimana kalau ternyata sebenarnya petugas itu psikopat pembunuh berdarah dingin?"
Yukita melirik Dewi sejenak, ia berekspresi cemas sambil memegang dagu lalu batinnya juga berprasangka buruk, "Atau jangan-jangan mereka semua sekarang sedang Ga*ngbang atau B*dsm dengan Kuotta ku ... tidak-tidak-tidak, itu tidak boleh terjadi ... ahhhhhkkk ....?" tiba-tiba saja Yukita mengusut-ngusut rambutnya sendiri dengan prustasi.
Melihat keanehan Yukita membuat Enyu dan Dewi Ayanng Nikkah keheranan, namun yang bertanya hanyalah Enyu, "Kak Yuki kau kenapa? apa kau lapar?"
Yuki menjawab sambil menggelengkan kepalanya, "Tidak apa-apa Enyu, kakak cuma lagi mikirin Kuotta, apakah dia baik-baik saja??"
Enyu kembali berkata sambil mengendus, "Enyu Yakin kak Kuotta baik-baik saja ka~ak ... soalnya Enyu masih bisa melasakan alomanya, tapi Enyu bingung Kenapa Aloma kak Kuotta samal-samal ya? ... dan Enyu juga mencium ada Aloma yang aneh."
Dewi Ayanng Nikkah menuju pintu ruangan tersebut, ia berniat untuk mengetuk pintu yang di dalam ruanganya terdapat Kuotta dan Yell yang masih sedang asik bermain hompimpah alarium gambreng indehoy skidipap rombeng, alias mereka sedang asik berhub*ungan ba*dan.
Dewi cantik ini sempat bingung apakah mereka yang di dalam masih sedang sibuk? apakah tindakanya ini akan mengganggu? namum akhirnya ia nekat saja dan langsung mengetuk pintu tersebut dangan ketukan yang tidak terlalu keras, ia juga mendekat kan wajahnya ke depan pintu sambil menyahuti dengan berkata, "Permisi maaf, Pak buk, Kuotta, Petugas Yell, apa kalian baik-baik saja di dalam?"
Enyu tidak tinggal diam, tanpa ragu ia ikut-ikutan mengetuk pintu dengan pelan sambil berkata, "Pelmisi kak Kuotta Petugas Yell apakah kalian baik-baik saja di dalam?? Om tante apakah ada yang mendengar?"
Sementara di sisi Kuotta dan Petugas Yell mereka tidak mendengar sama sekali ketukan dan sahutan ketiga istri Kuotta yang ada di luar itu karena mereka masih sedang asik bercu*mbu mesra.
Dewi cantik ini nampak menyadari sesuatu saat sedang meraba pintu tersebut dan berkata, "Aku rasa pintu ini di lapisi sesuatu, iya aku sangat yakin ini adalah aura segel sihir penghalang dan ada aura yang sangat Kuat di dalamnya, aku bisa merasakannya."
__ADS_1
Yukita hanya terdiam saat mendengarkan ucapan sang Dewi, ia nampak kebingungan sambil mengerutkan kening.
Sementara Enyu yang sedang mengendus menempelkan hidungnya di pintu menimpali sang Dewi dengan mengatakan, "Iya kak ... Enyu juga samal-samal mencium bauh kelingat Las manusia Hewan yang sangat Kuat di dalam, sepeltinya ini bauh sisik, lalu ada juga bau aroma pandan yang sangat enak sekali."
Yukita menanggapi Enyu setelah mengulas senyum, "Itu hal yang Wajar Enyu, mungkin saja atasan mereka sedang memakan Kue rasa pandan dan juga mungkin saja mereka berdua sedang menghadap atasan mereka yang dari Ras Manusia Hewan."
Ketiga istri Kuotta itu tidak menyadari, bahwa bauh pandan yang Enyu cium itu sebenarnya adalah bauh hasil dari percintaan antara Kuotta dan Gadis naga yang ada di dalam ruangan, karena baru saja dari sisi Kuotta nampak Batang Vital yang kokoh itu telah memuntahkan air kenikmatan di mulut dan wajahnya Yura.
Menyadari keanehan itu membuat Dewi Ayanng Nikkah khawatir, di benaknya ia kembali berprasangka buruk jangan-jangan memang benar ada sesuatu yang berbahaya terjadi pada Kuotta. Ia beranggapan apakah mungkin Kuotta dan petugas Yell sedang di sandera atau akan di bunuh oleh atasan disini, dan mungkin juga di dalam ada iblisnya.
Dewi kembali berkata, "Aku sangat yakin pintu ini sengaja di kunci dari dalam menggunakan segel sihir penghalang, tapi sekarang aura segel sihir penghalang ini telah melemah, baiklah kita buka lalu selamatkan Kuotta! ... setelah aku melepas segelnya kalian berdua langsung dobrak ya, soalnya aku takut kalau Penghalangnya bisa menutup Kembali."
"Baiklah kak!" "Siap Kak!"Jawaban serempak Enyu dan Yukita lalu mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu.
Enyu dan Yukita secara bersamaan mendobrak pintu itu dengan sangat bertenaga sambil sama-sama berteriak kencang "Hiyaaa ...," namun akhirnya mereka justru tersungkur kedalam ruangan tersebut dalam posisi menungging, dan membuat rok kedua gadis cantik ini tersingkap terbuka sampai dengan sangat jelas telah memperlihatkan cel*ana dalam imut mereka.
Dewi melihat bahwa Yuki memakai cel*ana dalam berwarna putih dengan corak gambar buah strawberry mangga apel, sementara Enyu memakai cel*ana dalam berwarna putih dengan corak gambar telapak kaki kucing.
"Aduuh T€*t€k ku sakit sekaliii ...!" rintihan dan lirihan Yukita sambil memperbaiki Rok pendeknya yang tersingkap dan Bh-nya yang melorot.
"Kak Yuki kau tidak papa ...? apakah t€*t€k kakak jadi kempes?? .... syukullah telnyata tidak pecah, untung saja t€*t€k Enyu kecil, jadinya Enyu gak melasakan sakit ... hihihihihihi ...." Enyu mengatakan itu sambil bergantian memegang buah dada miliknya dan milik Yuki.
Flashback off
"Apa-apaan ini kenapa ada wanita tela*njang?" ujarnya Dewi yang tersentak kaget, saat melihat di hadapannya ada Gadis naga yang belum sempat mema*kai pakaian, sementara Kuotta ada di sebelah kanannya.
__ADS_1
"Dia Manusia Naga." Enyu menimpali dengan mata yang melotot.
Yuki menunjuk Gadis naga. "Hei siapa kau sebenarnya? ... apa yang kalian lakukan berduaan di sini cepat jawab! ... Kuotta apa yang terjadi sebenarnya??" Yuki bertanya antusias dan dengan nada suara cukup keras.
"Kuotta kenapa resleting celana dan kancing bajumu terbuka ... jangan-jangan kalian me*sum ya disini? ... sialan cepat jawab Suami laknat??" Dewi Ayanng Nikkah melototi Kuotta dengan tajam dan mengeluarkan aura marah.
Enyu tidak tinggal diam dia ikutan menyuarakan kekesalan nya, "Kak Kuotta! kakak sedang main kawin-kawinnan dengannya ya? ... Ini gak adil kak ... Enyu kok gak di ajak-ajak lagi, padahal di Dunia balu ini tubuh Enyu aja belum kakak Sentuh, tapi kok kakak malahan nyentuh olang asing duluan, ini tidak adil kak ... huwaaaaaa ... hiks hiks huwaaaaa." Enyu menangis dengan teriakan kencang.
...****************...
...To Be Continue...
...Mohon maaf Kalau masih banyak typo atau bahasa yang sulit di pahami, nanti komen aja agar aku bisa memperbaikinya....
...Kepada para pembaca yang saya hormati mohon dukungannya ya Dengan cara Like, share, Gift, tambahkan ke favorit...
...Dan Komen juga ya, biar aku merasa ada yang menuggu ceritaku ini dan agar aku semakin semangat update nya....
...Terimakasih
...
^^^
__ADS_1