
"Sudah yah sahabat terbaik kami,jangan nangis lagi karna dia sudah pergi.Tuhan mendengarkan doa ku yang meminta agar kita bertiga selalu bahagia dan aku memohon cukup aku aja yang pernah mengalami kegagalan pernikahan. Jika sekarang kamu mengalami kegagalan menikah selama dua kali itu tidak masalah dan malah itu bagus karna belum sempat menikah sudah Tuhan tunjukkan asli mereka,yah"Rya menggenggam tangan Monik dan memeluk nya dari samping di ikuti Erin memeluk dari samping Monik sebelah.
Semua orang yang berada disana merasa terharu dan bahkan ada yang meneteskan air mata,terlebih Ardi yang tanpa sadar meneteskan air mata nya ketika istri nya berkata selalu mendoakan kedua sahabat nya itu
"Aku sangat bangga memiliki istri seperti kamu sayang,sudah cantik,baik,peduli lagi sama kehidupan orang lain"Ardi mendekati Rya dan mengusap puncak kepala nya di ikuti oleh Angga melakukan hal yang sama pada Erin
Mereka semua pun kembali tersenyum bahagia,karna melihat keadaan sudah kembali normal.
"Monik,kamu disini saja sampai pulang nanti. Pulang nya bareng kami juga,karna memang masih banyak bangku bus yang kosong. Tuhan hanya ingin kalian menikmati liburan bersama ketika dulu kalian berkhayal akan menikmati liburan dana Toba ini bertiga"ucap Ardi yang membuat Monik melongo karna Ardi bisa tau pembicaraan mereka
__ADS_1
"Pak..kenapa bisa tau semua nya? Apakah istri bapak ini sering menggosip tentang kami dulu?"Monik yang memegang dagu Rya pun menanyakan pada Ardi yang membuat semua tertawa
"Hei,istri ku bukan menggosipi kalian. Lebih tepat nya mengingat kalian"cela Ardi tidak terima sambil mendengus kesal
"Hahaha,beb...suami kamu lucu tuh karna terlalu bucin sama kamu"Monik yang tertawa pecah dan lebar pun membuat Rya merasa sangat bahagia
*Jika kamu sudah seperti ini,sudah ceria kembali dan bisa tertawa itu arti nya kamu sudah baik baik saja. Kami akan tetap bersama mu,dan kalau bisa biarkan kami mencarikan jodoh sama kamu. Uummm,tapi siapa yah. Aah iya Dion*gumam Rya dalam hati sambil menimbulkan ide cemerlang di otak nya
"Dion,sekarang kamu jemput barang barang Monik ke tempat nya menginap yah! Karna aku gak mau sahabat istriku ini bertatap muka lagi dengan Nikotin itu"ucap Ardi tegas dan langsung disambut tawa semua orang
__ADS_1
"Loh,apa yang salah? Kenapa kalian semua tertawa? Apa ada yang lucu?"lanjut Ardi belum menyadari kenapa mereka tertawa
"Hahahaha,mas kamu lucu banget sih galak nya? Mas tadi baru nyebut nama mas Niko dengan Nikotin loh,hahaha"Seru Rya sambil tertawa
"Iya,dia memang pantas nya disebut Nikotin karna selalu memberi aroma yang menyesakkan dada"Jawab Ardi ketus
"Sudah sudah,sekarang kita makan dulu karna ini sudah jam nya makan siang"Mama Imel mencairkan suasana dan di iya kan yang lain
"Ion,sebaik nya kamu makan dulu baru kesana yah"Rya memberi saran untuk dion dan hanya di angguk oleh Dion
__ADS_1
*Waaah,seperti nya pemikiran istri ku sama dengan pemikiran ku. Aku harus segera memberitahukan niat ku ini,hihihi*Ardi yang bermonolog dalam hati nya pun tiba tiba menemukan ide cemerlang
Apakah ide cemerlang Ardi?Kenapa dia sebahagia itu yah,hmmm kira kira apa coba