Kebahagiaan Janda Yang Tersakiti

Kebahagiaan Janda Yang Tersakiti
part 136


__ADS_3

Di sebuah kontrakan kecil sepasang suami istri yang sedang bekerja sama untuk membersihkan rumah kontrakan yang akan mereka tempati itu sedang sibuk


"Dek,kamu gak apa apa kan tinggal di tempat kecil kayak gini? Maaf dek,mas belum bisa ajak kamu tinggal di tempat yang lebih layak. Tapi,aku janji akan berusaha lebih keras untuk mengais rezeki agar dapat mengajak mu tinggal di rumah sendiri dan lebih layak" Niko yang memegang kedua tangan istri nya dengan tatapan serius


"Mas,jangan bicara seperti itu. Aku gak apa apa kok tinggal di tempat ini asal mas bisa menjadi seorang yang lebih baik dan selalu bisa bersama dalam suka dan duka. Mas harus ingat dan janji yah" Mela mengeratkan genggaman tangan sang suami


"Iya dek,mas janji. Karna mas gak mau gagal dua kali dek"ucap Niko mantap


"Semoga Tuhan segera mempercayakan kita sebagai orang tua yah mas" sahut Mela penuh harap di ikuti anggukan dari Niko


Satu minggu setelah pernikahan mereka yang di adakan di kampung sang kakak dari Niko. Akhir nya Niko mengajak Mela istri nya untuk tinggal di kota karna Niko masih aktif bekerja di mall besar di kota M. Beruntung nya Mela ternyata menurut untuk ikut setia kemana pun suami nya tinggal,padahal keluarga Mela lumayan berada di kampung nya yang berdekatan dengan kampung kakak Niko


*


*


*

__ADS_1


*


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Mas,aku pengen banget ajak liburan lagi ke bali bersama ketiga anak kita dan ajak keluarga juga sahabat ku. Itu pun kalau mas setuju sih" ucap Rya sendu membuat Ardi ingin tertawa kencang,tapi dia ingin melihat reaksi istri nya lebih lanjut


"Hm,apa kamu bilang sayang? Liburan?" Ardi yang pura-pura terkejut membuat Rya sedikit takut


"Eh,itu mas. Maksud ku,kalau mas gak sibuk dan setuju mas,tapi kalau mas sibuk dan gak setuju gak apa apa mas gak jadi" sendu Rya membuat Ardi akhir nya tertawa kencang melihat wajah istri nya yang di tekuk membuat Rya bingung


"Masss,kenapa tertawa? Apa ada yang lucu,hah?" Rya yang masih bingung karna sang suami tertawa


"Mas,kamu serius? Gak lagi nge prank kan mas?!" Rya memegang pipi sang suami dengan kedua tangan nya dan hanya di anggukkan Ardi membuat Rya spontan melompat dan menciumi seluruh wajah sang suami


"Aaaaaa,aku sangat bahagia mas. Makasih mas,makasih. Aku sangat mencintai mu" Rya yang kegirangan memeluk erat sang suami dan mencium seluruh wajah Ardi membuat Ardi sedikit menyungging kan senyum kelicikan


Ardi yang tidak mau membuang kesempatan itu,di tambah dikamar hanya ada mereka berdua karna anak anak berada di bawah bersama para ncus nya langsung menyambar dan melahap bibir merah sang istri

__ADS_1


Rya yang kelabakan, karna serangan tiba tiba sang suami membuat nya sedikit kekurangan oksigen


"Hmmmhhp,mas hmm" Rya mendorong wajah suami nya agar memberikan nya ruang untuk bernafas


Tapi,bukan Ardi nama nya jika tidak menuntaskan hasrat nya karna ulah sang istri yang memberi ciuman bertubi tubi di seluruh wajah nya


"Jhhmmppmh,masss"desis Rya kembali membuat Ardi akhir nya melepaskan pagutan nya


"Mas mau bunuh aku yah! Sampai gak kasih aku ngirup udara sebentar,hah?" Rya yang kesal langsung mencubit hidung suami nya gemas


"Tapi,kamu suka kan sayang" goda Ardi membuat Rya merona


"Au ahk"kesal Rya pergi berlalu meninggalkan sang suami yang tertawa


"Hei,sayang kamu mau kemana? Ini belum selesai sayang! Masa,kamu gantungin mas?" teriak Ardi pada sang istri sambil menunjuk ular keket nya yang sudah mengembang di balik celana nya


Rya yang tidak menghiraukan teriakan suami nya berjalan terus menuju pintu kamar dan berlalu di balik pintu. Karna kamar mereka yang begitu luas sehingga membuat Rya sedikit lambat menggapai pintu kamar mereka

__ADS_1


"Uuuh,dasar suami bucin dan kunaf! Ngeselin sekali" gerutu Rya sambil menuruni anak tangga untuk menghampiri ketiga anak nya


*Beruntung nya diri ku,memiliki kamu istri ku. Karna kehadiran mu di hidup ku memberikan warna yang lebih indah dan menjadikan hari hari ku begitu bahagia. Jadi,kamu meminta hal yang masih wajar gitu mana mungkin aku sanggup untuk menolak sayang. Karna bagi ku,kebahagiaan mu dan anak anak kita adalah kebahagiaan ku juga. Dan,aku selalu meminta pada Tuhan agar memberikan kita waktu untuk membesarkan anak anak kita dan melihat mereka menikah* gumam Ardi yang masih dikamar dengan senyum yang begitu bahagia


__ADS_2