
"Selamat siang tuan,apa saya mengganggu?"ucap sela sedikit gugup ketika panggilan nya tersambung dengan Ardi
"Selamat siang juga,dengan siapa ini dan ada keperluan apa?"jawab Ardi tegas
"Maaf tuan jika saya lancang,ini saya dengan sela apa tuan masih ingat? bersedia kah tuan datang kerumah sakit untuk mengunjungi nyonya Liana karena ada yang mau disampaikan beliau terhadap tuan...hmm satu lagi tuan...tolong tuan ajak istri dan juga nyonya Imel tuan,say mohon tuan bersedia"sela memohon dan juga menjelaskan sebenarnya apa,dan wanita yang terbaring dirumah sakit itu adalah Liana mantan kekasih Ardi dulu
"Saya tidak ada keperluan apa apa lagi dengan nya,bahkan untuk melihat wajah nya saja rasa nya saya ingin mencabik-cabik nya"
"Ta....tapi i..ini per...per..minta..an terakhir nyonya Liana tuan krna nyonya ingin mengakui segala kesalahannya kepada keluarga Baskoro yang sudah baik terhadap nya"sela langsung memotong pembicaraan Ardi dengan rasa gugup dan juga suara tercekat
"Saya mohon tuan....tolong tuan bersedia membawa istri dan nyonya Imel untuk menemui nyonya Liana untuk yang terakhir,saya mohon"lanjut sela memohon dengan tulus dan sambil menangis
"Baik lah,karena saya masih punya hati dan memiliki pri kemanusiaan sekitar jam dua siang kami sudah sampai disana"
"Terimakasih banyak tuan, terimakasih....saya berharap semoga tuan dan istri juga keluarga tuan diberikan kebahagiaan selalu"
Tut..Tut...
panggilan pun terputus
*
*
__ADS_1
*
"Sayang,kamu ngapain?bersiap siap yah sayang dan juga mama suruh siap siap karna mas mau ajak kamu dan mama kesuatu tempat.Kami segera pulang untuk menjemput kamu dan mama,love you"Ardi menghubungi istri tercinta nya untuk memberi kabar jika Ardi ingin mengajak istri dan mama nya ke suatu tempat
"Emang kita mau kemana mas?tapi apapun itu,aku dan mama siap siap dulu yah...mas hati hati,love you to"rya langsung memutuskan panggilan
"Bos,emang kita mau kemana?kok bos gak ada cerita sama saya?"Angga yang mendengar Ardi mengajak sang istri kesuatu tempat langsung bertanya
"Mau menemui Liana"
"Apa bos,menemui Liana?Bos gak lagi ngigau kan?atau saya yang salah denger?"
"Kamu banyak tanya yah,mau saya po.."
"Bagus,ayo kita berangkat"
"Huuuuh,baru z dikasih bonus masa iya mau dipotong lagi gaji ku...dasar bos bucin dan bos galak"Angga bicara dalam hati dan mengatai bos kesayangannya itu
"Jangan mengatai ku,jika kamu masih mau hidup"
Byuuuur
"Buset dah,tau z kalau aku lagi ngatain dia"desis Angga
__ADS_1
"Mana berani saya ngatain bos,karena saya juga masih mau hidup bos"ucap Angga menyangkal
"Bagus,sekarang kita berangkat karena aku gak mau istri ku terlalu lama menunggu"
"Baik bos"
Di sepanjang perjalanan Ardi masih menerka nerka sebenarnya apa yang terjadi dengan Liana,karena sebulan yang lalu Ardi sudah menyuruh Angga untuk membereskan wanita itu.
"Apa kamu lagi membuat drama baru Liana?Jika iya,maka jangan harap kamu bisa dapat ampunan dari ku"Ardi bergumam sambil meninjukan kepalan tangan kanan nya kearah tempat duduk Angga menyetir dan membuat Angga kaget bukan main
"Aduh,bos kenapa?Kenapa meninju tempat saya duduk?Masa iya bos mau membunuh saya diam diam?"ucap Angga dengan lantang tanpa rasa takut sedikitpun
"Gak ada apa apa"
"Huh,dasar bos reseh...jika bukan karena bos ku udah ku hajar balik bos"gumam Angga kesal
"Sudah ku bilang,jangan mengatai ku atau..."
"Tidak bos,mana berani saya mengatai bos"potong Angga menyangkal lagi
**bersambung....
mohon jangan lupa like, vote, dan dukungannya 🙏🙏🙏🙏🤗🌹**
__ADS_1