
Monik,Rya,dan Erin yang mendengar ada yang memanggil nama Monik pun mengedarkan pandangan untuk mencari asal suara itu darimana
"Beb,kamu dengar gak sih? Ada yang manggil nama kamu. Tapi,darimana asal suara itu berada yah"Rya yang mendengar suara memanggil nama Monik menanyakan hal itu
"Iya beb,aku juga dengar tapi suara nya dari mana?"Erin juga mempertanyakan hal yang sama sambil mengedarkan seluruh penjuru
Tanpa mereka sadari tiba tiba dari belakang muncul seorang pria yang membuat mereka bertiga begitu kaget terutama Monik yang sembunyi di balik badan Rya
"Mas Niko? Apa mas yang manggil Monik? Lalu,mau apa lagi mas?"Rya memberondong Niko dengan pertanyaan nya yang membuat Niko terdiam
"Iya,itu maksud saya mau mengajak Monik bicara sebentar saja. Izinkan aku untuk berbicara dengan Monik,karna aku tidak mau terbebani apapun untuk melanjutkan hidup ku ke depan nya"Niko mengutarakan tujuan nya yang sebenarnya
"Aku gak mau,jika mau bicara ya udah bicara saja di sini. Karna aku gak mau berdua sama lelaki seperti kamu"seru Monik dari balik punggung Rya yang merasa sedikit takut
__ADS_1
"Maaf mas,bukan kami tidak mengizinkan tapi memang Monik gak mau jika harus berbicara berdua dengan mas"ucap Rya tegas demi kenyamanan sahabat nya
"Iya,kalau mau bicara di sini aja. Gak perlu harus di tempat lain atau dimana pun,karna kan gak kenapa napa jika kami dengar juga secara langsung "Erin ikut menimpali ucapan sahabat nya Rya
Akhir nya Niko yang mau tidak mau pun mengikuti mau nya Monik, karna bagi Niko kata maaf yang terucap dari dua wanita di hadapan nya yang pernah singgah di hati nya sangat berarti untuk nya.Karna rasa sakit yang pernah dia goreskan pada kedua wanita itu sangat sakit
"Hmm,ya sudah kalau itu mau mu Mon. Aku hanya ingin meminta maaf dari hati ku yang paling dalam agar kamu sudi untuk memaafkan ku. Aku mau kamu lupakan yang pernah aku lakukan pada mu dan pernah menyakiti bahkan membuat hati mu begitu terluka. Aku mohon,maafkan aku Mon"ucap Niko dengan melipat kedua tangan nya agar Monik memberi maaf untuk nya
Rya,Monik,dan Erin yang melihat Niko meminta maaf seperti itu membuat ketiga wanita itu merasa kasihan bahkan tidak sanggup untuk melihat Niko seperti itu. Mereka bertiga mencoba melihat kebohongan di mata Niko tapi mereka tidak menemukan nya karna memang Niko meminta maaf dengan tulus
"Sudah lah mas,lupakan semua nya. Aku sudah memaafkan kamu bahkan jauh sebelum kamu minta maaf,dan aku rasa bukan ini pertama kali mas minta maaf kan. Jadi,lupakan semua nya....berubahlah mas menjadi manusia yang lebih baik lagi,supaya mas bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik juga"Rya yang mengutarakan pendapat nya terlebih dahulu
Monik yang melihat kebesaran hati Rya pun merasa terenyuh bahkan Monik merasa jika Niko pun pantas menerima maaf dari diri nya
__ADS_1
*Ya Tuhan,Rya aja yang begitu tersakiti mampu untuk memaafkan pria ini. Sementara aku yang tidak begitu tersakiti kenapa begitu susah untuk memaafkan nya? Bukan kah dendam itu tidak baik? Dan,bukan kah dendam itu mempersulit kebahagiaan yang akan ku gapai?*gumam Monik dalam hati nya
"Mon.."seru Rya sambil menarik tangan Monik untuk ke depan agar berhadapan langsung dengan Niko
"Iya,aku sudah memaafkan kamu mas. Dan,aku juga berharap semoga mas bisa berubah menjadi jauh lebih baik. Dan,mas juga bisa mendapatkan yang lebih baik"ucap Monik dengan suara bergetar
"Alhamdulillah...Terimakasih Mon,Terimakasih Rya. Aku akan memperbaiki seluruh sikap dan perbuatan ku,dan aku berharap semoga aku mendapat kan wanita yang baik seperti kalian. Aku juga berharap kalian selalu berbahagia "Jawab Niko dengan lega yang membuat hati nya sudah lapang
Akhirnya mereka pun merasa plong dengan perasaan masing masing yang membuat mereka lega dan bahagia
"Ya sudah mas,kami mau belanja ini. Kami pamit duluan,aku berharap mas bisa move on dari semua yang terjadi agar mas bahagia juga"Rya yang di apit kedua sahabat nya itu pun berlalu meninggalkan Niko yang masih termenung
*Ya Allah ya Tuhan ku,terimakasih karna sudah memberikan kesempatan ini dan mengizinkan ku mendapat maaf dari mereka*gumam Niko dalam hati nya yang masih termenung
__ADS_1