Kebahagiaan Janda Yang Tersakiti

Kebahagiaan Janda Yang Tersakiti
part 164


__ADS_3

"Bos Ardi dan Rya kenapa lama sekali sih? Mereka gak tau apa kita sudah lapar,lagian mandi kenapa lama sekali coba?!" ketus Dion yang begitu jengkel karna mereka sudah menunggu selama setengah jam dimeja makan yang membuat papa Jimmy dan mama Imel geleng kepala sambil tersenyum


Ternyata,tanpa mereka sadari Ardi dan rya sudah berada di dekat meja makan dan itu sukses membuat Ardi juga kesal mendengar ucapan ketus Dion


"Heleh,kayak gak pernah aja. Udah punya istri kan! Jadi,tau lah yah apa yang dilakukan suami istri jika sudah di kamar berdua" ketus Ardi dengan suara bariton nya secara vulgar membuat Dion susah menelan saliva nya


Sementara wajah Rya sudah memerah bak kepiting rebus dan mencubit gemes pinggang sang suami yang merasa sedikit sakit


"Sayang,itu sakit tau" Ardi mengelus elus pinggang nya yang terkena cubitan maut itu


"Biarin aja,habis tuh mulut gak bisa nge rem" Rya berlalu menuju tempat duduk nya yang berada dekat dengan mama Imel dan di sambut tawa semua nya


*Ya ampuuun,ini keluarga benar benar harmonis. Aku pikir orang orang kaya itu,tidak akan pernah tau rasa nya keharmonisan karna terlalu sibuk dengan uang mereka. Ternyata aku salah,ka Rya benar benar beruntung* gumam Mela yang melihat keharmonisan keluarga Baskoro


Ardi pun bergabung dengan semua keluarga dan duduk di samping sang istri. Dan,Ardi yang baru menyadari keberadaan Mela pun sedikit kaget


"Eh,siapa wanita ini mah? Kenapa pakai baju tidur istri ku?" seru Ardi sedikit heran


"Nama nya Mela mas,Mela calon istri nya Frans. Tadi,kita ketemu sewaktu belanja di mall xx. Ya udah,sekalian aja aku ajak kemari supaya lebih dekat. Mas gak keberatan kan" Rya yang langsung menyahuti ucapan suami nya agar tidak marah karna di rumah itu hanya Rya lah yang begitu di dengarkan oleh Ardi dan itu mampu membuat Mela sedikit takut gak di sukai Ardi keberadaan sambil memainkan jari jari jentik nya di bawah meja saking grogi nya

__ADS_1


"Hahahah,jadi calon kamu bro? Kenapa baru kenalin ke kita? hah?" Ardi yang tertawa menggoda Frans dan membuat Mela sedikit lega


*Ternyata bang Ardi tidak seperti dugaan ku* gumam Mela dalam hati lega


"Jadi,mas juga mendukung hubungan mereka?" Rya memegang tangan sang suami hangat


"Apa yang gak buat istri cantik ku ini. Jika kamu sudah mendukung maka mas juga akan ikut sayang" Ardi mengelus rambut istri nya begitu lembut membuat siapa saja yang melihat pasti akan baper


"Ehem,ehem. Mesra mesra an nya di kamar aja deh gak usah di meja makan" ketus Angga disambut tawa semua nya


Mereka pun melanjutkan makan malam mereka dengan hangat sesekali di iringi obrolan seru


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Kamu dimana sih sayang? Apa kamu udah gak sudi lagi balik ke sini? Apa kamu memang udah gak mau lagi untuk memperbaiki rumah tangga kita? Dan,apakah kamu gak mau memberi kesempatan itu lagi pada ku? Aku menyesal sayang,dan aku ingin memperbaiki nya,hiks hiks" Ucap Niko pada diri nya sendiri dengan berbagai macam pertanyaan sembari menitikan air mata penyesalan nya


Sewaktu berbuat,Niko gak mikir ke depan nya bagaimana rumah tangga nya. Dia tidak belajar dari yang sudah pernah terjadi,dia hanya memikirkan kenikmatan sesaat hingga akhir nya perbuatan nya yang begitu hina diketahui oleh Mela


Memang begitu lah manusia,tidak akan pernah bersyukur ketika sudah di titipkan yang terbaik. Padahal,jika sudah dipercayakan harus nya di jaga baik baik jangan sampai terluka apalagi sampai pergi

__ADS_1


Niko masih gelisah dan maju mundur di ruang tamu sesekali melihat ke luar barangkali sang istri sudah pulang. Dia begitu sulit untuk mengetahui keberadaan sang istri karna ponsel nya tidak dapat di hubungi


Mela yang sudah memblokir Niko,tentu saja akan membuat Niko begitu susah untuk mengetahui keberadaan nya


Sementara Niko asik dengan kegelisahan dan penyesalan nya,Mela begitu bahagia berada di tengah tengah keluarga Baskoro. Anak anak Rya juga yang langsung begitu dekat dengan Mela membuat Rya dan yang lain nya percaya jika Mela adalah wanita yang baik


"Hmm,nak. Kamu udah lama kerja di perusahaan pak Stefan? Lalu,kamu tinggal dimana nak dan sama siapa?" mama Imel bersuara untuk mengetahui lebih dalam tentang Mela


Mela yang merasa tidak keberatan, akhir nya menceritakan semua tentang diri nya. Mulai dari ia kenapa bisa bekerja hingga masalah rumah tangga nya yang sudah di ambang perceraian dan itu mampu membuat Rya menyuarakan pendapat nya


"Bagus Mel,berpisah lebih baik daripada mempertahankan rumah tangga yang sudah di khianati demi menjaga rasa malu dan lain lain. Karna sesungguhnya diri kita berharga jika kita sendiri pun bisa menghargai diri kita sendiri. Jadi,kamu jangan takut karna itu semua tidak akan merubah hati kami termasuk Frans untuk menerima kamu. Karna aku percaya kamu adalah wanita yang kuat" Rya menggenggam erat tangan Mela seolah memberikan kekuatan dan itu mampu membuat Ardi dan kedua orang tuanya begitu bangga di pertemukan dengan wanita seperti Rya


"Iya kak,terimakasih kak" Mela berhambur memeluk Rya karna merasa jika Rya begitu tau tentang isi hati nya dan membuat Rya seperti sistem support bagi diri nya


"Sama sama Mel,kamu harus ingat. Diri mu berharga,jadi harus bisa mengambil keputusan yang benar" Rya memegang pundak Mela di ikuti kedua sahabat nya


*Rya benar benar wanita yang baik dan tulus. Aku bangga bisa kenal dengan nya walau aku tidak memiliki nya,karna bagi ku melihat orang yang kita cintai bahagia itu lebih dari cukup* gumam Frans dalam hati yang melihat Rya yang memberi dukungan kepada wanita yang tersakiti


"Iya kak,terimakasih yah kak. Aku bersyukur bisa di pertemukan dengan wanita sebaik kakak dan setulus kakak" Mela memegang erat tangan Rya dengan tulus dan bangga

__ADS_1


Papa Jimmy dan mama Imel yang menyaksikan semua itu merasa ada kebahagiaan tersendiri karna keluarga mereka di kelilingi oleh orang orang baik dan tulus. Karna bagi papa Jimmy dan mama Imel di masa tua,mereka bisa menyaksikan kehidupan putra dan menantu nya begitu bahagia


Jangan pernah bosan tinggalkan jejak yah kakak kakak🙏♥️🌷


__ADS_2