Kebahagiaan Janda Yang Tersakiti

Kebahagiaan Janda Yang Tersakiti
part 58


__ADS_3

"Emang nya kamu mau ajak kita kemana nak?Sampai harus menyuruh kita siap siap..?"mama Imel langsung menyembur putra semata wayangnya setiba dirumah


"Nanti juga mama sama rya akan tau,sayang kamu cantik sekali?"Ardi langsung memeluk sang istri setelah menjawab pertanyaan mama


Angga dan mama Imel yang melihat kelakuan kebucinan Ardi langsung geleng kepala


"Mas..."


"Kenapa?"


"Ada mama sama Angga tuh,untung Eci juga gak ada disini"


"Kenapa emang kalau ada,kan sama istri sendiri"


"Ih,dasar bos bucin"Angga mengeluarkan suara nya ketika kebucinan Ardi udah tingkat tinggi


"Maka nya buruan nikah,biar tau rasa nya bermanja-manja sama istri...mmmuah"Ardi mencium pipi gembul sang istri seolah-olah memperjelas pada Angga jika sudah punya pasangan rasa nya sangat bahagia


"Udah,,,udah,,,mas, sekarang kita berangkat yuk ketempat dimana mas mau ajak aku sama mama"Rya langsung menyudahi kebucinan suami nya itu agar mereka segera berangkat


"Papa,,,kakak mau ikut"tiba tiba Eci berlari dari taman belakang yang didampingi encus nya

__ADS_1


"Eh,anak cantik papa....kamu mau ikut???Ya sudah ayo sini papa gendong"Eci langsung meraih tangkapan tangan papa tampan nya untuk naik kepelukan papa


Rya yang melihat semua itu,senyum bahagia karena Ardi bisa menyayangi putri nya seperti putri kandung Ardi


"Bi...kalau misal nya tuan besar udah duluan sampai rumah tolong kasih tau kami keluar sebentar yah bi,krna ponselnya gak bisa dihubungi mungkin sedang rapat"mama Imel menyampaikan pesan kepada bi Iyem yang sudah lama mengabdi kepada keluarga Baskoro


"Baik Nya...."


Diperjalanan Ardi dan putri nya tidak henti henti bercanda gurau yang menciptakan suasana dalam mobil begitu ramai


Sesekali Angga asisten pribadi nya yang setia dan tulus melirik dari spion depan.Angga begitu bahagia melihat bos nya itu menemukan kebahagiaan nya yang sempurna


"Gak ada yang siapa siapa bagian dari keluarga kita yang sakit mah,tapi didalam ada seseorang yang ini meminta maaf kepada kita..nanti mama juga akan tau"Ardi menjelaskan kepada mama Imel sambil mengelus puncak kepala sang istri


"Mas,,, jangan membuat kita bingung"rya bersuara sambil memegang tangan suami nya


Eci dan Angga yang gak tau maksud Ardi memilih diam dan menyaksikan mereka saling bertanya jawab


"Ya sudah, sekarang kita turun yuk untuk menjawab rasa penasaran kamu dan mama"Ardi langsung turun dan membukakan pintu untuk ketiga bidadari nya


Angga menggendong Eci dan Ardi merangkul istri nya karna begitu posesif terhadap sang istri

__ADS_1


"Hati hati sayang,kamu pasti capek yah karna bawa perut sebesar ini biar mas minta sama suster untuk membawakan kursi roda yah"akut kebucinan Ardi pun meningkat hingga dia bisa berpikir seperti itu


Ya..karena rya mengandung anak kembar jadi diusia kehamilan nya yang masih enam bulan sudah seperti usia sembilan bulan saking gede nya


"Hahahahaha,mas apaan sih?Lebay ahk...lagian aku kan gak sakit mas,jadi buat apa pakai kursi roda?hahahahah"rya masih tertawa renyah dan geleng geleng melihat kelakuan sang suami dan diikuti mama Imel dan Angga juga tertawa


"Angga, berani kamu ikut tertawa hah?Oooh,kamu di...."


"Mana berani saya bos,tadi karena mengingat seseorang maka nya saya tertawa bos"Angga langsung segera memotong ucapan bos nya sebelum gaji nya dipotong


"Sudah sudah....kalian ini gak pernah bisa aku,heran mama..dimana kamar nya pasien yang mau kita jenguk nak?"mama Imel menyudahi pertengkaran kocak antara putra dan Angga yang sudah dianggap keluarga oleh mama Imel


"Sebentar mah,saya telpon dulu"Ardi mengeluarkan ponsel nya dari saku celana nya segera menghubungi nomor sela yang menghubungi nya beberapa jam yang lalu


"Halo,nomor berapa kamar nya?lanjut Ardi ketika panggilan tersambung


"Diruangan VVIP melati nomor dua tuan"


"Baik lah kami segera kesana"


bersambung,,,

__ADS_1


__ADS_2