
Pagi hari nya seperti biasa Mela sudah bangun pagi lebih dulu membereskan semua urusan perdapuran dan tetap menyiapkan makanan untuk suami nya itu walau hati nya masih sangat sakit di buat oleh sang suami
Mela yang tidak ingin buang buang waktu pun,sekitar pukul delapan pagi ia bergegas meninggalkan rumah kontrakan nya menuju kantor pengadilan untuk menggugat cerai suami nya itu. Karna bagi nya,bukti sudah cukup untuk diserahkan ke pengadilan
Mela sudah tidak ingin berlama lama mengikuti sandiwara permainan sang suami yang di rasa nya sudah tidak pantas untuk diperjuangkan. Mela merasa sudah saat nya mengakhiri semua nya,biar lah orang lain berfikir tentang pernikahan nya yang hanya hitungan minggu itu
Mela sengaja tidak membangun kan Niko,karna Mela tidak ingin kepergian nya ke pengadilan tidak di ketahui oleh Niko agar surat gugatan cerai nya berjalan dengan lancar
Mela yang sudah mantap pun berjalan ke depan melewati gang rumah nya untuk mendapatkan angkot menuju kantor pengadilan agama
Sepanjang ia berjalan menuju jalan besar yang berjarak sekitar 700 meter itu,ia mencoba menghubungi ibu dan kakak nya yang ingin memberitahukan niat nya ini
Setuju gak setuju,Mela akan tetap menggugat cerai suami nya itu. Karna Mela sendiri lah yang tau apa yang terbaik untuk hidup nya dan ia sendiri pula lah yang menjalani hidup nya. Bukan orang tua,kakak,atau pun orang lain
[Halo bu,assalamualaikum bu,apa kabar?]
__ADS_1
[Eh,putri bungsu ibu. Walaikumsalam nak,kabar ibu baik sayang. Kamu gimana?]
[Hiks,kabar ku buruk buk]
[Nak,maksud kamu gimana? Apa yang terjadi nak? Jelaskan sama ibu nak]
[Bu,hari ini aku mau ke pengadilan agama untuk mengantarkan berkas surat gugatan cerai ku pada mas Niko]
Deg
[Ma ma maksud kamu gimana nak? Apa yang terjadi,hm?]
Ibu Mela yang tidak karuan mendengar kabar yang disampaikan putri kesayangan nya itu,bagaikan mendengar petir di siang bolong
Bahkan ibu Mela merasa jika hidup putri nya telah hancur setelah Mela menceritakan semua yang terjadi tapi Mela tidak mengatakan jika diri nya belum di sentuh sama sekali oleh Niko
__ADS_1
Mendengar kabar seperti itu,ingin rasa nya ibu Mela terbang saat itu juga. Karna ingin merangkul dan memberi kekuatan untuk putri bungsu nya itu
Tapi,walaupun gak bertemu langsung. Ibu nya Mela tetap memberikan dukungan penuh dan semangat untuk Mela agar tetap kuat dan sabar dengan yang terjadi dalam hidup nya
"Ya sudah sayang,putri bungsu ibu. Apapun yang menjadi keputusan mu dan itu adalah hal yang tepat. Ibu bersama dengan kakak abang mu akan tetap mendukung mu
"Huuuuuh,terimakasih bu. Aku sudah lega karna sudah ceritakan semua nya tanpa ada yang terlewatkan dan ku kurangi
"Iya nak,besok atau lusa kami akan datang ke tempat mu yah nak. Karna kami akan tetap mendukung mu jika memang itu hal yang baik dan benar menurut mu yah nak"
"Iya bu,aku akan tetap lanjutkan laporan ku ini. Karna aku sudah merasa lelah untk pura pura ingin tinggal bersama Rina
"Ya udah ya bu,aku mau berangkat dulu. Karna angkot ku sudah datang nya,dan tolong doa kan semua nya lancar bu"
Setelah percakapan mereka,akhir nya ponsel nya pun di matikan oleh Mela dan melanjutkan perjalanan nya menuju kantor pengadilan agama yang sudah di penuhi semua berkas dan bukti nya
__ADS_1
Lalu apakah rumah tangga Niko juga akan hancur sama hal nya dengan pernikahan nya dulu . Bagaimana Niko akan mendapatkan kemurkaan dari Tuhan dan memberikan penyakit pada diri nya