Kebahagiaan Janda Yang Tersakiti

Kebahagiaan Janda Yang Tersakiti
part 27


__ADS_3

Setelah seminggu berlalu tepat nya pada hari Sabtu rya dan pak Stefan juga sekretaris nya berangkat menuju perusahaan Baskoro grup.


Sesampainya di perusahaan Baskoro grup,pak Stefan, sekretaris nya,dan rya disambut hangat oleh pak Jimmy dan Bu Imel dengan ramah.


Sementara Ardi masih sibuk dengan rekan bisnis yang lain nya hingga Ardi tidak ikut menyapa pak Stefan dan sekretaris nya juga rya


"Selamat ulang tahun untuk perusahaan bapak dan ibu,suatu kehormatan bagi kami karena mendapat undangan dari bapak dan ibu.Saya berharap perusahaan kita tetap bekerja sama dengan baik dan semakin sukses"ucap pak Stefan sambil menjabat tangan pak Jimmy dan Bu Imel


"Kami pun merasa senang dengan kehadiran bapak bersama istri dan sekretaris bapak, apalagi istri bapak ini sangat cantik dan lembut"ucap pak Jimmy sambil melirik rya yang memakai dress batik modern terbaru membuat nya semakin mempesona


"uhuk,uhuk...maaf pak jim dan Bu Imel, sepertinya anda salah paham karena ibu rya ini bukan istri saya tetapi manajer terbaik kami diperusahaan yang mampu menyelesaikan setiap masalah maka nya saya mengajak ibu rya dan seandainya saya belom menikah sudah pasti saya duluan yang ajak ibu rya menikah"ucap pak Stefan sambil tersenyum dan sambil menunjuk rya juga memuji nya yang membuat rya semakin merasa malu


"Aduh,ini pak Stefan apaan lah bicara seperti itu.Membuat ku jadi malu"gumam rya dengan wajah yang memerah


Disisi lain,Bu Imel tersenyum sambil memikirkan ntah apa yang akan direncanakan.


"Waaaah,jadi ibu rya masih single nih...kapan kapan kita ketemuan diluar pekerjaan yah buk karena saya mau mengenalkan ibu rya dengan putra saya"ucap Bu Imel sambil merangkul pinggang rya setengah memeluk.

__ADS_1


Mama Imel seperti menemukan harapan yang terbaik dan tujuan tepat untuk menjodohkan rya dengan putra nya Ardi


"Hehehe ibu Imel bisa saja,apa ibu gak merasa risih ketemuan dengan saya yang karyawan bawahan buk dan ibu panggil saja saya rya juga saya memang single buk tapi single parents"balas rya sambil tersenyum


Mama Imel bukan nya kaget atau bagaimana karna memang mama Imel tidak memandang seseorang itu dari status dan juga derajat karena bagi mama Imel yang terpenting memiliki hati yang baik dan juga tulus.


Dan,entah karena rya yang merasakan malu dan minder hingga rasa grogi nya benar benar tidak bisa ia kendalikan.


"Maaf pak jim,pak stef,buk Imel saya pamit ke kamar mandi sebentar"ucap rya sambil membungkuk kan badan nya sedikit


"Oh iya buk, silahkan"ucap mereka bersamaan


Bug.......


Badan rya terbentur kebadan seorang lelaki yang juga terburu-buru menuju kamar mandi


"Aduh aduh,maaf pak maaf kan saya karena saya tidak memperhatikan jalan saya..maaf kan saya pak"ucap rya setengah takut

__ADS_1


Tapi tidak dengan Ardi yang bawaan nya santai bahkan terpaku karena melihat kecantikan rya yang mampu membuat nya membisu.


"Ini benar benar bidadari yang turun dari langit,cantik nya kebangetan walau hanya dengan polesan make up yang natural"gumam Ardi sambil senyum-senyum gak jelas


Rya masih menunduk dan belom berani melihat wajah yang ditabrak nya,rya hanya melihat sepatu yang dikenakan orang yang ditabrak nya hingga ia bisa menebak dengan jelas bahwa orang yang ditabrak nya adalah seorang lelaki


"Hmm,tidak apa-apa...saya juga salah karena saya juga terburu-buru tadi dan maafkan saya juga"sahut Ardi dengan sangat lembut


Setelah rya mendapatkan jawaban yang berarti rya tidak akan dalam masalah baru lah rya berani melihat Ardi.


"Kalau begitu sama sama pak,maaf saya buru buru"ucap rya dengan setengah berlari menuju kamar mandi


Setelah kepergian rya,Ardi benar benar seperti orang bodoh karena tidak sempat untuk berkenalan.


"Bodoh,kenapa tidak tanya nama dan dari perusahaan mana yah,,,Karena kalau sudah hadir disini itu artinya ada hubungan kerjasama juga dengan perusahaan yang di utus nya"gumam Ardi sambil menepuk jidat nya


Karyawan yang berlalu lalang ke kamar mandi memperhatikan Ardi yang nampak seperti orang sedang kebingungan.Tetapi mereka tidak ada yang berani bertanya karena Ardi terkenal sebagai pria dingin dan memiliki wajah sangat.

__ADS_1


"Sudah lah,jika memang berjodoh pasti kami akan ketemu nanti...hehehe"gumam Ardi sambil terkekeh geli


bersambung....


__ADS_2