
Seminggu berlalu,kini keluarga Baskoro maupun keluarga Rya dan sahabat nya sudah berkumpul di kediaman Baskoro. Mereka akan terbang pagi hari nya ke Bali,karna Ardi sengaja menyewa satu pesawat untuk mereka terbang agar tidak begitu repot karna memboyong semua anggota keluarga termasuk para maid dan ncus anak anak juga supir kecuali satpam lagi lagi yang tidak ikut tapi tetap dapat bonus
"Aku udah gak sabar,ingin menginjakkan kaki di pantai Bali. Menikmati makanan khas Bali dan menjelajahi tempat penjualan oleh oleh khas dari sana,uuuuh" Rya yang membayangkan mengungkapkan rasa bahagia nya di depan semua orang kesayangan nya ketika mereka sudah berkumpul di ruang keluarga
"Sama beb,dulu waktu kita masih jadi buruh dan sering liat di youtube tentang keindahan alam Bali karna kamu hobi nya traveling akhir nya akan menginjakkan kaki disana,ya kan Mon" seru Erin yang senang juga sambil menyiku sahabat nya Erin yang duduk di samping nya
Para suami mereka dan orang tua Ardi dan Rya hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan dan kehebohan mereka bertiga. Dan,itu pula yang membuat suasana makin rame ditambah anak anak mereka yang sudah berkumpul mulai dari Eci,Ehab, Ehan, Ega,Edgar,Ediyen
"Mommy,adek adek cowok ini semua nakal mom. Selalu gangguin boneka kakak sama Ediyen" teriak Eci mengadu sama mommy nya karna Ehan,Ehab,Ega dan Edgar merusuhi mereka berdua
"Sayang, Ega jangan begitu yah nak" seru Erin yang melarang pelan putra nya Sementara Rya juga demikian dan Monik menggendong putra nya Edgar
Mereka bertiga yang sahabatan itu seperti kompakan memberi nama anak anak mereka dari awalan E. Sehingga membuat mereka semakin yakin jika diantara anak anak mereka ada yang berjodoh
"Kalian ini,janji an yah buat nama anak anak kalian berawal dari huruf E? Sampai sampai semua anak kalian awal nama nya E loh. Mama aja baru nyadar,hahhaa" kekeh mama Imel ketika baru menyadari jika semua cucu nya itu memiliki kesamaan nama yang ber awal dari E
"Hahhahaha,iya yah mah. Padahal kita semua gak ada janji an loh,kalo Ega memang singkatan dari nama kami berdua mah supaya cinta kami semakin erat,hihihi" Erin yang tertawa juga setelah menyadari hal itu
"Eh,iya juga sih. Kenapa bisa sama an gitu yah,padahal kami memang gak ada janjian mam. Aku dan mas Dion emang suka dengan nama mereka mah,karna Edgar itu kemakmuran dan Ediyen itu kebahagiaan. Jadi,kalau di gabung kemakmuran dan kebahagiaan selalu menyertai kami gitu mam,hihihi"ucap Monik jujur yang suka dengan nama putra putri nya
"Hahaha,iya iya anak anak mama. Gak apa apa,malah lebih lucu dan gemes,dan melambangkan kalau ternyata kalian gak cuman sebatas sahabat aja tapi kalian memiliki hati dan perasaan yang sama. Mama bangga loh" mama Imel terharu tertawa kecil di ikuti sahutan manis mama Rita dan papa Jimmy
__ADS_1
"Iya jeng,itu benar. Dan,aku selalu berdoa pada Tuhan semoga sampai anak cucu mereka nanti tetap seperti itu. Selalu kompak,selalu bersama dalam suka dan duka,selalu menyayangi dan saling membantu dalam keadaan susah sama hal nya seperti mama mereka yah" mama Rita menimpali ucapan mama Imel membuat setiap orang yang mendengar merasa terharu
"Amiiiiiiiiiiin" sahut mereka semua serentak
🌷🌷🌷🌷🌷
Sementara di sebuah kontrakan,Mela sedang gelisah menunggu suami nya yang tak kunjung pulang. Padahal jika masuk siang,jam 9 sudah sampai di rumah tapi ini udah hampir jam 10 suami nya tak kunjung muncul
"Mas,kamu di mana sih? Ponsel kamu pun gak aktif. Sebenar nya ada apa? Aku takut bahkan sangat takut mas kenapa napa" ucap Mela bicara sendiri karna suami nya tak kunjung datang
tok tok
"Massss,kamu kenapa? Ponsel kok gak aktif mas? Apa ada yang terjadi atau bagaimana " Mela membondong suami nya dengan macam pertanyaan Sementara suami nya masih memasuk kan kendaraan nya ke dalam rumah
"Dekk,satu satu nanya nya. Mas baru nyampe loh ini"
"Wajar sih mas aku kayak gini,karna aku sangat kuatir sekali di tambah ponsel mas gak aktif. Aku takut mas kenapa napa,huumf"
"Iya iya,maafkan mas yah. Sini duduk dulu,biar mas jelaskan. Tadi ban motor mas pecah kena paku,trus ponsel mas lowbet maka nya gak bisa kasih kabar sama kamu dek. Maaf yah"
"Beneran seperti itu mas?"
__ADS_1
"Hu'um,beneran. Mas gak bohong"
"Ya udah,mas mandi sana. Pasti mas sangat capek,mas udah makan? Biar aku panas kan lauk nya lagi"
"Sudah sayang,mas tadi makan pas betulin motor mas karna di samping bengkel itu ada warung nasi"
"Ooh,ya sudah kalau gitu. Mas mandi yah,supaya kita istirahat "
"Ok siap istri ku"
Niko pun berlalu ke kamar mandi,meninggalkan Mela yang duduk di depan tv ber alas kan tikar karna memang badan nya juga sudah gerah
Tapi,di kamar mandi Niko merasa bersalah dan menampar nampar pipi nya pelan tanpa sadar menangis sesenggukan menahan suara nya
"Kau bodoh Niko, bodoh! Karna kau tidak bisa memegang janji dan ucapan mu! Sebenarnya kau ingin hidup yang seperti apa,hah? Apa kau sudah gila,hiks hiks" isak Niko yang menutup mulut nya agar istri nya tidak mendengar dan bicara pada diri sendiri yang merasa terguncang
Niko begitu frustasi,karna dia takut semua kesalahan nya di masa lampau akan terulang lagi. Dia benar benar hampir gila karna sesekali dia memukul kepala nya dengan kedua tangan nya
"Kau sudah gila Niko,benar benar gila hik hik. Kau berdoa saja,semoga istri mu tetap percaya pada mu dan tidak mengetahui kebohongan yang baru saja kau lakukan. Hiks hiks,maafkan aku dek maafkan aku...Aku benar benar khilaf" Niko yang masih terisak penyesalan di dalam kamar mandi. Dia sengaja menghidupkan keran air sangat kencang,agar istri nya Mela tidak mendengar desis an nya yang terdengar sangat berat krna ter isak
Sebenarnya apa yang di lakukan Niko,hingga dia merasa seperti orang yang berbuat kesalahan yang begitu fatal. Akan kah dia mengulangi kesalahan nya yang pernah dia lakukan dulu terhadap mantan istri nya Rya?????
__ADS_1