
"Kamu sudah siap Mel?" tanya Rya meyakinkan Mela yang sudah siap siap untuk pergi ke pengadilan di dampingi semua keluarga Baskoro kecuali para suami
"Sudah kak,semoga semua nya berjalan lancar yah kak. Dan,mudah mudahan lelaki yang akan menjadi mantan suami ku hadir juga" Mela menarik nafas dan mengehmbuskan nya perlahan karna seolah lega sedikit
Rya dan yang lain nya yang masih belum mengetahui tentang lelaki yang akan di gugat oleh Mela yang sudah di anggap Rya adik nya. Seandainya Rya dan yang lain tau,sudah pasti Rya akan marah besar karna lagi lagi Niko menikahi wanita hanya untuk di sakiti dan di khianati nya
Tring tring
Ponsel mama Imel berdering yang ternyata pak Dirman lah yang menghubungi
"Bentar yah,pak Dirman menghubungi" ucap mama Imel sembari mengusap tombol hijau pada layar ponsel nya di ikuti anggukan yang lain
[Halo pak,dan selamat pagi,ada apa pak?]
[Selamat pagi bu,ini saya mau bilang kita ketemu di pengadilan saja yah. Karna saya langsung kesana saja bu]
[Oooh,iya iya pak. Kami segera kesana yah dan sampai jumpa di sana pak]
Obrolan mereka pun terputus karna sudah membuat janji untuk bertemu di pengadilan. Karna jika pak Dirman harus datang menjumpai Mela ke kediaman Baskoro sudah pasti memakan banyak waktu,belum lagi terkena macet
"Pak Dirman bilang apa mah?" tanya Rya pada sang mertua
"Pak Dirman cuma bilang kita ketemuan di pengadilan saja,supaya mempercepat waktu kan" jelas mama Imel
Mereka pun siap berangkat semua dan di antarkan oleh pak Fajar. Sementara anak anak semua tinggal bersama para ncus mereka dan Eci sudah berangkat sekolah
"Ncus,titip anak anak yah. Kami berangkat dulu" seru Rya pada ncus siska sembari mencium kedua jagoan nya itu di ikuti Erin dan Monik yang menciumi putra mereka
🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Sementara di sebuah kontrakan, Niko yang mondar mandir di ruang depan itu merasa di lema. Harus datang atau tidak menghadiri sidang pertama mereka
"Gimana yah,aku harus datang. Seperti kata temen ku kemaren,siapa tau setelah aku jumpa dengan Mela di pengadilan aku bisa membujuk nya untuk memperbaiki hubungan kami. Iya bener,aku harus datang. Aku harus hubungi paman nya Alex,agar kami pergi nya barengan" ucap Niko yang berbicara sendiri sambil mengambil ponsel nya untuk menghubungi paman nya Alex yang sudah bersedia membantu nya
[Halo paman,saya mau ikut saja. Apa kita barengan atau gimana?]
[Oooh,kamu bersedia hadir. Bagus lah,siapa tau nanti setelah kalian bertemu pernikahan kalian masih bisa di selamat kan. Sebaiknya kita ketemu di pengadilan saja,supaya mempercepat waktu]
[Iya paman,terimakasih dukungan paman. Baik lah jika seperti itu,dan sampai jumpa di sana yah paman]
tut tur
Panggilan Niko pun berakhir dan dia segera bersiap siap mengganti pakaian nya dan mengambil kunci motor nya
*Huuh,semoga saja pernikahan ku kali ini bisa aku selamatkan. Dan,aku sangat yakin perpisahan ini tidak akan pernah terjadi karna Mela tidak memiliki bukti apapun * gumam Niko dengan percaya diri nya
Niko pun bergegas menuju pengadilan agama itu dengan setelan nya yang begitu rapi,memakai kemeja lengan panjang warna maroon itu di padukan nya dengan celana hitam nya yang menambah ketampanan nya memang
Sementara Niko mengendarai motor nya,Meta tidak sengaja melihat Niko keluar dari simpang kontrakan Niko. Meta yang terus memantau perkembangan hidup Niko selalu tau apa yang di lakukan Niko dan apa yang akan menjadi rencana nya
*Itu kan Niko,mau kemana dia? Wah,apa jangan jangan dia mau jemput istri nya itu yah. Kalau bener,aku harus bertindak ini* gumam Meta sembari mengambil ponsel nya dari dalam tas nya
Meta yang sudah sampai empat x menghubungi Niko,tapi Niko tak kunjung mengangkat nya karna Niko memang bener bener tidak tau jika ponsel nya berdering
*Waaah,gak bisa di biarkan ini. Enak aja mau baikan,setelah aku rela mengorbankan tubuh ku dia nikmati agar dendam ku terlampiaskan. Gak akan pernah terjadi itu* gumam Meta lagi yang sedikit kesal dan gak terima yang mengepalkan tangan kanan nya
Karna Niko tidak tau jika Meta menghubungi nya,akhir nya Meta memutuskan untuk tetap mengikuti kemana arah Niko. Agar Meta bisa tau,apa sebenarnya yang terjadi
Setibanya Niko di pengadilan agama,Meta benar benar bahagia karna keinginan nya melihat Niko berpisah akhir nya terjawab. Meta yang begitu senang,tertawa pelan
__ADS_1
bug
Meta yang asik dengan ponsel nya tidak memperhatikan jalan nya hingga ia tidak sengaja menubruk tubuh seorang wanita cantik
"Maaf,maaf. Saya tidak sengaja dan terlalu sibuk dengan ponsel ku" ucap Meta lembut sembari mengambil ponsel nya yang terjatuh
Sebenarnya Meta memang memiliki pribadi yang lembut dan baik,tetapi karna memiliki dendam yang begitu dalam membuat sifat asli nya di tutupi oleh niat jahat nya
*Wanita ini* gumam Meta dan Rya serentak dalam hati,karna mereka memang saling mengenal walau tidak pernah saling bersapa ria
"Ooh,iya gak apa apa kok mbak" sahut Rya tulus,walau Rya masih bertanya tanya mengapa wanita itu datang ke pengadilan agama
"Maaf juga yah mbak,mari" lanjut Rya dengan lembut sambil bergegas meninggalkan Meta berdiri di tempat nya
*Ia memang wanita yang sempurna,sudah cantik,baik,lembut lagi. Seharusnya bukan wanita itu yang menjadi sasaran ku,tapi mantan suami nya. Ah,tapi ya sudah lah. Hm,kira kira wanita itu ngapain ke sini yah! Apa itu tadi,bersama rombongan yah. Trus tadi,wanita paruh baya itu bukan nya istri dari tuan Jimmy Baskoro yah yang orang terkaya di kota ini. Lalu,ada hubungan apa mereka?* gumam Meta yang menimbulkan banyak pertanyaan di benak nya
*Ah,ya sudah lah. Hubungan apapun itu aku gak perduli,yang aku perduli Niko jangan sampai bahagia* lanjut Meta bergumam dengan dendam nya
Sementara Rya,Mela dan yang lain nya menuju ruang sidang yang di tuju untuk sidang perceraian Niko dan Mela . Meta justru masih asik menunggu di depan yang ingin mengetahui apa kelanjutan dari semua dugaan nya
Niko yang sudah berada di dalam ruangan itu,harap harap cemas menunggu kehadiran Mela
"Tante,Kak,dan yang lain aku ke toilet bentar yah. Tiba tiba aku kebelet pipis,mungkin karna terlalu deg deg an hihihi" seru Mela sambil menampilkan deretan gigi nya yang putih
"Ok adik ku,kami ke dalam aja langsung yah" ucap Rya di ikuti anggukan Mela
"Hu'um"
Mama Imel, Rya,Erin,dan Monik menuju ruangan,sementara Mela pergi ke toilet karna kebelet pipis
__ADS_1
**Akan kah Rya dan kedua sahabat nya juga mama mertua nya berjumpa dengan Niko?
Jangan pernah bosan untuk meninggalkan jejak nya yah kakak kakak🙏🤗♥️**