Kehidupan Baru Sanjana

Kehidupan Baru Sanjana
Bab 10 Kesal


__ADS_3

Akhir pekan sudah berakhir, saatnya kembali sekolah. Hari senin sudah tiba, hari yang paling dibenci oleh kebanyakan orang. Seperti biasa sanja sedang bersiap untuk kesekolah, hari senin yang berbeda dari hari-hari sebelumnya, karena Ara masih menginap jadi mereka bersiap-siap bersama. Ajana juga sudah menunggu untuk berangkat bareng.


Tak butuh waktu lama mereka sudah tiba disekolah, suasana masih sepi karena sekarang baru menunjukan pukul 06.15 pagi. Mereka sengaja berangkat pagi, karena hari senin jadwalnya upacara dan siswa akan dihukum jika terlambat.


~


Upacara sedang berlangsung, pidato panjang dari pembina upacara masih belum usai.


“ jadi yang seperti yang kita ketahui bersama anak-anak besok tanggal 28 April sekolah kita akan ulang tahun dan pihak sekolah akan mengadakan berbagai macam lomba, dimohon untuk setiap kelas mengirimkan perwakilannya. Untuk lebih jelasnya akan disampaikan oleh OSIS, silahkan”


“ baik terimakasih atas waktunya pak. Jadi teman-teman acara ini akan dilaksanakan seminggu lagi dimulai dari tanggal 28 April sampai tanggal 1 Mei, susunan acaranya sebagai berikut” OSIS mulai menyampaikan runtutan acara yang akan diikuti oleh seluruh siswa. Upacara selesai dan para murid serta guru sudah kembali ke tempat masing-masing, kecuali ketua kelas yang diminta untuk mengambil formulir terlebih dahulu.


Pelajaran pertama kebetulan adalah wali kelas Sanja jadi sekalian diskusi, Ara juga sudah kembali.


“ untuk lomba tarik tambang siapa saja yang ingin ikut, silakan angkat tangan” ucap guru, dan tiba pada lomba terakhir. “ untuk lomba kesenian kita sepakat yah akan ngeband, untuk anggotanya Arjana, Arif, Siska, Nurul dan Beni. Karena acaranya terakhir jadi kalian persiapkan sebaik mungkin. Tidak ada yang mau dituker kan, jika tidak kita langsung mulai pelajarannya” begitulah pembagian peserta lomba yang berjalan cukup lancar,


~


Bel tanda istirahat sudah berbunyi,


“ akhirnya istirahat, san kantin yuk” tanpa menunggu jawaban Ara langsung menarik tangan Sanja


Suasana kantin sudah ramai oleh siswa bahkan sampai berdesak-desakan. Sanja memilih membeli roti dan minuman, karena lebih sepi, saat berbalik tanpa sengaja ia menabrak seseorang.


“ kalau jalan liat-liat dong! “ bentak Zaina.


“ maaf.. maaf nggak sengaja, kamu nggak papa kan”


“ heh kamu pikir dengan minta maaf semuanya bisa selesai, dasar orang miskin” ejek Zaina, Sanja masih tetap diam. Banyak siswa yang menonton karena suara Zaina yang keras cukup menarik perhatian.


“ kasihan yah kamu, bapak meninggal dan sekarang jadi miskin lagi. Oh iya satu lagi, didepak dari band yang kamu tenarkan. Miris!”

__ADS_1


“ dari mana kamu tahu” api di diri Sanja sudah hampir meledak, namun ia tahan agar tidak timbul masalah yang lebih besar.


“ kamu tahu Amelia prasetyo, dia sepupuku. Semua informasi ini dari dia, ternyata sifat tidak bertanggung jawabmu sudah mendarah daging yah. Amel meminta aku untuk jadi vokalis di bandnya, menggantikan orang tidak kompeten seperti kamu” mulai timbul bisik-bisik dari orang sekitar.


“ nerima bekasan aja bangga” Ara yang baru selesai jajan menghampiri kerumunan itu


“ heh kamu makhluk jadi-jadian, cowok bukan cewek bukan. Nggak usah ikut campur deh, ini urusan aku sama dia” sambil menunjuk Sanja, hampir terjadi baku hantam antara keduanya


“ emang kenapa kalau aku miskin, nggak minta sama kamu kan” Sanja langsung menarik lengan Ara menuju kelas. Munculah gosip baru bagi para siswa, sebenarnya bukan topik yang menarik tapi karena dibumbui sana sini jadi agak berbeda.


Sanja meletakan kepalanya diatas lengan, menunduk, selera makan hilang sudah. Sebenarnya ia tidak begitu mempedulikan apa yang orang lain katakan tapi ia merasa kecewa pada Amel orang yang ia anggap sahabat bahkan saudara.


“ bener-bener keterlaluan, masa kamu dipermalukan didepan banyak orang. Emang nggak punya hati tuh anak” justru Ara yang lebih marah


“ aku nggak malu kok “ ucap sanja masih dalam posisi yang sama


“ atau jangan-jangan orang yang bikin kamu basah kuyup dia?” Sanja hanya diam,


“ jadi bener beritanya?” tanya salah seorang teman sekelasnya, hati- hati


“ termasuk yang bilang bapak kamu seorang kriminal yang dihukum m*ti?” entah dari mana berita itu ia dengar


“ hah beritanya sampai kaya gitu? Tapi beneran ayah aku bukan kriminal, beliau meninggal karena kecelakaan pesawat” berkat rumor itulah perlahan-lahan Sanja mulai akrab dengan teman-temannya, dan ia mulai belajar untuk bersosialisasi.


~


Disisi lain, Zaina sedang kesal melihat postingan dari pelakor yang pamer barang branded dan liburan ke bali, padahal baru kemarin ia bertengkar dengan papahnya. Bahkan surat cerai belum diproses tapi mereka sudah mesra-mesraan menggunakan uang warisan kakek dari ibunya, banyak properti yang dialih namakan. Hal itu terjadi sebelum skandal perselingkuhannya terungkap, jadi mama Zaina tidak curiga, beruntung ada seorang rekan bisnis yang memergoki suaminya. Zaina sudah kesal dari pagi dan puncaknya saat istirahat tadi yang pada akhirnya melampiaskan semuanya ke Sanja.


Zaina masih merasa bersalah atas kejadian tempo hari tapi karena hari ini ia dikuasai oleh amarah jadi ia sulit mengendalikan ucapannya. Padahal ia merasa puas saat menampar Sanjana tapi entah kenapa perasaan bersalah muncul tepat ketika Sanja jatuh ke kolam.


Kejadian itu mengingatkannya saat papah Zaina mendorong ibunya ke kolam renang, padahal saat itu ibunya sedang sakit. Kenangan pahit yang tidak akan ia lupakan, bahkan semenjak itu sikap ibunya berubah menjadi workaholic dan sering mengacuhkannya. Sikap kasarnya terpengaruh oleh kedua orang tuanya yang sering bertengkar.

__ADS_1


Zaina hanya butuh teman yang tulus mendengarkan apa yang ia rasakan, sedangkan temannya hanya memanfaatkan kekayaannya saja.


~


Arjana yang baru selesai dengan tugas OSISnya kaget saat melihat namanya ada dibaris band.


“ tenang aja kamu pasti bisa, kan sering konser dikamar mandi” ucap Ara


“ ya bedalah, ini kan tampil didepan banyak orang. Trus harus duet sama Nurul? Aku nggak bisa nyesuain nadanya. Siapa sih yang ngusulin aku!” bentak Ar


“ sorry Ar” sanja mengakui perbuatanya. Arjana tak tega untuk marah


“ waktu kita pulang bareng kan, kamu bilang pengen jadi penyanyi”


“ ciee.. pulang bareng” seru teman-teman sekelas


“ kan searah” ucap Sanja polos


“ yang sabar ya bro, perjalananmu masih sangat panjang” ucap Arif


“ aku pernah denger suara kamu waktu nyanyi, nih aku ada rekamannya” saat itu tanpa sengaja ia mendengar Arjana nyanyi di taman dan diam-diam merekam, teman-teman yang mendengar semakin yakin dengan pilihan mereka.


“ aku tahu kamu bisa, semangat!!” hati Arjana berbunga dan semangat dalam dirinya meningkat, melihat senyum Sanja bahkan diberi semangat. Hal itu tidak luput dari pandangan Ara, yang menemukan kelemahan baru kakaknya yang akan dia manfaatkan, tertawa jahat.


~


Sanja membawa kunci sendiri karena ibunya bekerja, ia memasak makanan yang ia dan Ara praktekan kemarin, dan hasilnya lebih baik. Satu pesan ia terima dari Amel yang membuatnya teringat kejadian di sekolah, ingin bertanya tapi hatinya belum siap. Sanja mematika handphonenya dan mengerjakan tugak dari sekolah, untuk mengalihkan pikirannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...**Terimakasih telah membaca karyaku...

__ADS_1


...Maaf jika masih banyak kekurangan...


...see you next time**...


__ADS_2