
Tanpa terasa hari ini sudah memasuki hari terakhir ulangangan tengah semester, para siswa sedang belajar didepan ruang UTS mengerahkan semua kemampuan terbaik mereka untuk menyelesaikan ulangan dengan baik.
Mereka semua tampak serius apalagi hari ini adalah jadwal untuk mapel matematika dan bahasa inggris, pelajaran yang ditakuti oleh murid. Suara bel tanda memasuki waktu masuk kelas sudah terdengar.
Detik berganti menit, hanya terdengar suara goresan bolpoint pada kertas. Mereka memutar otak mengingat apa yang sudah dipelajari, menggerakan tangan untuk mengisi setiap lembar jawaban.
Detik-detik yang menegangkan sudah berakhir kini mereka bisa sedikit bersantai setelah minggu-minggu yang padat kemarin.
“ MERDEKA akhirnya selesai juga” Ara merasa sangat lega
“ YAH kita hanya perlu bersantai sekarang” Sanja berjalan dengan riangnya. Arjana berjalan menghampiri mereka, Sanja malah menarik Ara menjauh untuk mengerjai pemuda itu.
“ LARII” mereka tertawa bersama, sampai parkiran baru berhenti.
“ sengaja yah” Arjana mengacak rambut Sanjana gemas
“ kenapa?” tanya Ara
“ oh aku cuma mau kasih tahu, kita ada jadwal kemping minggu depan” balas Arjana
“ wohoo my trip my adventure” Ara memang suka dengan petualangan di alam
“ Ra kita packing barang bareng-bareng yuk” seru Sanja
“ cuma berdua?” Ara meledek
“ iya lah emang mau sama siapa lagi, Ar? Dia kan cowok ya persiapannya beda lah. Iya nggak Ar?”
“ iya “ singkat Arjana meski ada sedikit rasa kecewa, Ara menertawakannya merasa menang
“ aku ada rapat OSIS kalian pulang duluan aja” ucap Arjana dan langsung meninggalkan kedua anak yang masih asik mengobrol.
Secara tiba-tiba mereka dihampiri empat orang gadis,
“ kayak de javu yah” bisik Sanja
“ iyah, semoga mereka nggak cari masalah” balas Ara masih dengan berbisik
“ kakak nggak usah caper atau deket-deket kak Arjana” ucap salah seorang dari mereka setelah saling dorong, nanpaknya mereka takut dengan Ara dan Sanja
“ boleh nggak sih aku gigit dia, gemes banget” bisik Ara
“ tenang kamu nggak sendiri” Sanja berusaha tenang
“ emang kenapa kita nggak boleh deket-deket?” tanya Sanja setelah berhasil mengendalikan diri
“ karena aku pacarnya kak Arjana, jadi kalian nggak boleh deket-deket” ucap anak yang dulu pernah ditolah Arjana dan disaksikan oleh Sanja
__ADS_1
“ pfft ha ha ha” tawa Sanja dan Ara meledak
“ kalian jangan jadi pelakor” bela temennya takut-takut
“ tunggu kalian tahu siapa kita” tanya Sanja
“ tahu kalian kakak kelas kita kan” ucap pacar Arjana (mungkin)
“ wah kalian udah tahu kita kakak kelas kenapa ucapannya nggak sopan. Coba ngomongnya baik baik ya cantik” dengan senyum manisnya
“ oh iya kenalin aku Ara saudara kembar Arjana Akira dan rekan saya”
“ Sanja yang akan membawakan berita pada siang hari ini” kenapa malah jadi pembawa berita
“ oh maaf kak Ara kita nggak tahu, ngomong-ngomong Kak Sanja siapanya kak Arjana yah” ucapan adik kelas itu lebih sopan dari tadi.
“ kalian bakal tahu nanti” jawab Ara yang melihat Arjana berjalan ke arah mereka
“ Ar pacar kamu nungguin nih” tunjuk Sanja, adik kelas itupun ketar-ketir takut ketahuan kalau dia berbohong
“ hah?” Ar binggung dengan pernyataan Sanja
“ punya pacar cantik kok nggak dikenalin ke kita sih” alis Sanja naik turun
“ pacar?” makin bingung
“ wah jangan mengalihkan pembicaraan, ayo dong Ar kenalin nggak usah malu-malu” ledek Sanja
“ tahu nih nggak gentleman banget “ kompor Ara
“ serius aku nggak punya pacar Sanja”
“ kok ngomongnya cuma ke Sanja” pancing Ara
“ cantik tenang saja aku bakal tegakkan keadilan untukmu” seloroh Sanja dengan gaya alag badboy menyadarkan male lead
“ Sadarkan dirimu kisanak, jangan pernah menjadi laki-laki tukang PHP. Lihatkah gadis cantik itu kau telah menyakiti hatinya” Sanja sudah siap dengan kuda-kudanya. Sekalian mencoba latihannya pikir Sanja
“ rasakan ini” berasa nonton tutur tinular. Arjana hanya menangkis serangan tanpa berniat kembali menyerang.
“ aduh tunggu-tunggu cape nih, Ra gantian” setelah beberapa saat Sanja kelelahan. Berbeda dengan tadi, saat melawan Ara Arjana justru melawan dengan aktif seperti pertarungan yang sebenarnya.
Perbedaan itu disadari oleh fangirl Arjana dan mulai meragukan temannya yang mengaku sebagai pacar Arjana.
“ tenang dek Ara itu pewaris padepokan harimau putih jadi dia bakalan menang. Harap maklum ya Ar memang sering pikun faktor U kayaknya” ucap Sanja tulus, yang membuat ‘pacar Arjana’ goyah
“ maaf kak sebenarnya aku bohong, kak Arjana bukan pacar aku.” ucap gadis itu
__ADS_1
“ tuh kan, aku kan udah bilang kalau aku nggak punya pacar” Ar sudah menyelesaikan pertandingannya. Entah mengapa ada perasaan lega di hati Sanjana tapi langsng ia tepis perasaan aneh itu
“ kak aku minta maaf yah dan temen-temen aku juga minta maaf yah udah bohongin kalian”
“ oh iya aku ada sesuatu buat kamu” Sanja mengambil sesuatu dari tasnya yang tergeletak di tanah
“ ini ada surat dari seseorang yang selalu mengagumimu dalam diam” menyodorkan surat
Begitulah akhir dari kisah ini,
*
*
Saatnya kemping. Acara kebersamaan yang dipersiapkan sekolah untuk mempererat kekeluargaan, nampaknya kepala sekolah suka dengan keramaian.
Semuanya berkumpul di lapangan sekolah untuk melakukan absensi dan akan berangkat bersama menggunakan truck agar muat banyak dan bisa menekan pengeluaran.
Mereka menuju tempat wisata baru yang dialokasikan untuk berkemah dan acara outbond, kendaraan besar tidak bisa mengantar sampai area wisata karena harus melewati jalan yang kecil.
Karena Ara kebelet buang air kecil, ia memutuskan untuk menumpang di rumah warga ditemani Sanja dan Arjana. Rumah-rumah disekitar situ bisa dibilang agak jarang, apalagi area sekitar tempat kemah mereka tapi banyak posko yang disediakan oleh pemilik tempat wisata untuk karyawannya jika ada acara berkemah jadi bisa dibilang tempatnya cukup aman.
Karena cukup lama mereka bertiga tertinggal jauh dengan rombongannya mereka berjalan mengikuti papan penunjuk jalan, tapi entah mengapa semakin mereka berjalan semakin dalam mereka memasuki hutan.
“ apa kita salah jalan? Kok kaya makin jauh masuk kehutan” Sanja merasa ada yang janggal
“ bener kok kamu kan lihat tadi papannya nunjuk ke arah sini” ucap Ara
“ kita berhenti dulu disini, aku telfon Beni buat jemput kita” Arjana mengeluarkan ponselnya
“ kok nggak ada sinyal yah” Arjana berjalan kesana kemari untuk mencari sinyal bahkan memanjat pohon pun iya lakukan, tapi semua sia-sia.
Semakin lama semakin terasa panik mereka, Arjana berusaha tetap tenang meski sangat sulit
“ kalian bawa persediaan makanan?” tanya Ar
“ iya aku bawa, lumayan banyak”ucap Sanja
“ ok denger untuk sementara kita harus survive, sampai ada guru yang mencari kita” ucap Ar
“ kita harus menghemat persediaan makanan. Karena kita tidak tahu sampai berapa lama kita tersesat” lanjutnya
Tak berapa lama terdengar langkah kaki mendekat ke arah mereka
“dis..” Arjana membekap mulut Ara
“ jangan berteriak karena kita tidak tahu apakah suara langkah kaki itu adalah manusia atau hewan buas” bisiknya kecil tapi masih bisa didengar oleh Ara, mereka bersembunyi tapi masih terus mengawasi, berharap itu adalah penyelamat mereka.
__ADS_1