
Puncak acara sekolah dimulai hari ini, setiap peserta mulai mempersiapkan diri mulai dari tes vokal sampai dengan pakaian yang akan dipakai di panggung. Semua siswa memakai hari bebas khusus untuk hari ini, acara yang lumayan mewah untuk ukuran ulang tahun sekolah.
Panggung sudah dibangun oleh pengurus osis dengan menggunakan meja yang disusun sedemikian rupa agar aman untuk dinaiki.
Sound sistem dan alat-alat lainpun sudah terpasang, tinggal menunggu para peserta siap. Benar - benar hari yang sibuk bagi setiap kelas, tapi tidak dengan kelas sanja. Mereka hanya berniat meramaikan suasana dan tidak berminat untuk menang jadi tidak ada persiapan, latihan sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya.
Ada yang jajan dikantin, main game sampai gibah mirip emak-emak di tukang sayur.
Ketua kelas lain sibuk mempersiapkan segalanya, mengatur teman-temannya. Tapi Adira sebagai ketua kelas malah sibuk halu dengan pacar 2d nya.
Satu-satunya yang gugup adalah Arjana, orang paling waras dikelas. Karena ini pertamakalinya ia tampil dipanggung. Pemberitahuan agar peserta berkumpul sudah terdengar pertanda akan dimulainya acara.
Acara kesenian pun dimulai dengan tarian adat jawa tengah yang ditampilkan oleh club tari. Kelas Sanja mendapat no urut 3, satu-persatu peserta menampilkan bakat mereka dan kini giliran kelas Sanjana yang tampil.
Tapi masalah muncul saat Nurul harus bolak-balik ke kamar mandi, kemungkinannya kecil untuk bisa naik panggung. Arjana yang awalnya tenang karena nanti ada yang bernyanyi bersamanya panik, Sanja meminta tambahan waktu kepada panitia. Mereka hanya punya waktu 5 menit untuk menemukan solusinya.
“ Ar tarik nafas trus buang dari mulut pelan-pelan, denger yah ini demi nyelametin kelas kita dari denda. Jadi kamu hanya perlu tampil, kita nggak perlu penampilan bagus. Ngerti?” ucap Ara yang tiba-tiba menjelma menjadi ketua kelas sejati.
Akhirnya mereka tampil tanpa nurul membawakan lagu ‘Sunset di Tanah Anarki’ dari SID.
“ Desing peluru tak bertuan hari-hari yang kan benderang setiap detik nyawa ini ku pertahankan untukmu…” Arjana menyanyikan dengan cukup baik meski nampak jelas kalau dia sangat gugup.
Sanja merasa ia perlu membantu, tanpa sepengetahuan orang lain ia mengambil mic dan mulai bernyanyi.
“ Dalam gelisah ku menunggu berita tentang gerilyamu semerbak rindu kuasai udara panas ini..
Sepucuk surat telah tiba dan senja pun ikut berdebar kalimat indah dan kisahmu tentang perang dan cinta…” perlahan Sanja menaiki panggung dan memberikan senyum semangat kepada Arjana. Suaranya yang powerful mampu memberikan efek semangat bagi pendengarnya, kejutan yang tidak pernah disangka siapapun.
Suasana yang tadinya canggung berubah menjadi meriah, bahkan terasa seperti konser. Arjana yang mulai terbawa suasana mulai menampilkan suara terbaiknya dan bahkan bisa mengimbangi suara Sanja.
Mereka berdua tampil serasi dan sangat romantis, yang akhirnya mendapat julukan Golden Couple.
Sampai pada bagian dimana hanya suara Sanja yang terdengar “ oh hatimu beku, serta jiwamu yang lelah, tak henti lawan dunia, demi mimpi besar untuk cinta,
dan jalan untuk pulang diujung waktu kan ada cahaya, itulah aku raihlah mimpimu” suaranya melembut.
Zaina melihat tampilan mereka, terpana “ hanya orang bodoh yang mengatakan kalau Sanja tidak kompeten” gadis itu tersenyum mengingat perkataan bodohnya dulu, .
Penampilan Sanja dan Arjana disambut dengan gembira oleh semua orang terbukti dengan gemuruh tepuk tangan dan teriakan kagum.
__ADS_1
“ Sanjaaa… my Angel” Ara berlari menghampiri Sanja.
“ gila! Keren banget, nggak sia-sia aku sakit perut” teriak Nurul yang akhirnya keluar dari kamar mandi, ia mendengar karena letak kamar mandinya tidak terlalu jauh.
“ untung ada kamu kalau nggak mungkin Ar udah pingsan di atas panggung” seloroh Ara
“ thanks” ucap Arjana, dan dibalas anggukan oleh Sanja.
“ laper nih jajan yuk” ajak Sanja
“ kamu mau makan apa? Gorengan, cilok atau apa. Biar nanti aku yang beli, pake duit kamu tapi”
“ yah payah banget ketua kelas kita, masa nggak mau traktir” ucap Arif gitaris mereka tadi.
“ yaudah ditraktir pake duit kas” jawab Ara
“ sama aja itumah, tapi nggak papa yuk berangkat”
Mereka akhirnya makan bersama menggunakan uang kas.
“ permisi!” saat sedang asyik makan ada sekelompok anak yang masuk ke kelas
“ maaf uangnya habis buat beli gorengan” celoteh Ara
“ ya ada apa neng?” ucap Arif dengan percaya dirinya
“ bukan kakak, tapi kakak yang itu” menunjuk Ar yang lagi asyik membaca.
Seketika semua orang menoleh ke arah Sanja, yang ditatap malah asyik dengan dunianya sendiri (baca novel ). karena merasa ditatap Sanja pun mengedarkan pandangan ke teman-temannya,
“ nyari aku?” dengan tatapan polosnya, sayup-sayup Sanja mendengar perkataan anak tadi.
“ kenapa?” Arjana merasa sedikit terganggu, “maaf” ucap Sanja
“ bukan kamu” suaranya langsung melembut sambil tersenyum tipis, berjalan dan duduk disebelah Sanja.
“ woy ini ada yang nyariin, malah tebar pesona” geram Arif
“ kak Arjana ganteng banget!” sekelompok anak perempuan mulai mengerubungi Ar, Sanja pun tak luput dari dampak itu. Gadis itu terdorong dan jatuh “ tidak! Cowokku” seketika kelas hening
__ADS_1
“ weh pawangnya ngamuk” bisik Nurul
Sanja berjalan dan mengambil novelnya yang terjatuh “untung Alexku nggak keinjek” menatap buku dengan penuh kasih sayang, Sanja tersadar saat dirinya ditatap “silahkan dilanjut”.
“ sudah tak tertolong” seloroh Arif
“ Ara kamu apakan Sanja yang polos itu” teriak Nurul, yang sedang dibicarakan malah asyik sendiri dengan pacara halunya.
“ apa yang telah aku lakukan” sok dramatis
Arjana sudah kembali diperebutkan para gadis dan tidak ada yang peduli, nasib cowok populer.
“ hei! Kamu mau gabung di club musik kami?” tawar seorang pemuda yang entah datang dari mana, Sanja yang sedari tadi fokus membaca menoleh kearah pemuda tadi.
“ hah? Saya?”Sanja menatap tak percaya.
“ iya, jalur eksklusif. Oh iya sebelum itu perkenalkan namaku Zain dan ini saudara kembarku Zaki” dengan senyum manisnya
“ hai cantik” sapa Zaki, Sanja menatap bergantian antara Zaki dan Zain. Melihat itu Zain hanya tersenyum tipis, “Ara, Ar. Lihat ini yang namanya anak kembar nggak kaya kalian beda banget” Sanja tertawa mengejek.
Arjana sudah terbebas dari fangirlnya dan menatap tajam kearah dua bersaudara ‘Z’.
“ kalem bro nggak akan direbut kok cewenya, ya nggak Zain”
“ yah mungkin” dengan senyum misteriusnya, situasi semakin memanas. Sanja yang sebenarnya tidak paham dengan apa yang terjadi berusaha menengahi.
“ terimakasih atas tawarannya, akan saya pertimbangkan” senyum canggung
“ ok kita tunggu jawabannya cantik” ucap Zaki dengan riangnya
Setelah keduannya pergi Arjana langsung menghampiri Sanja “kenapa nggak langsung ditolak sih, kamu nggak liat cowok tadi tuh mencurigakan banget, pasti ada niat tersembunyi”
“ nggak mungkin lah, keliatannya mereka tuh anak baik”
“ anak baik gimana, kamu nggak lihat senyuman cowok tadi”
“ lihat kok manis banget” potong sanja, Ar makin kepanasan
“ jangan pernah puji cowok lain!” suara Ar naik satu oktaf
__ADS_1
“ kenapa sih kok kamu marah-marah nggak jelas” Sanja heran dengan sikap Arjana yang meledak-ledak tidak tenang seperti biasanya.
“ itu karena aku suka sama kamu dan aku cemburu saat kamu deket sama cowok lain”