
Setelah sanja selesai kini giliran ibu mandi tak membutuhkan waktu lama ibu sudah selesai.
“ibu kok bisa cepet sih? perasaan aku mandi kaya lama banget” heran sanja
“ya iya lah kan ibu dari kecil udah biasa pake sumur jadi lebih cepet, kamu lama pasti karena susah ngambil airnya kan”
“iya bu berat trus talinya kasar jadi sakit. Tuh merah kan” sanja menunjukan telapak tangannya
“nanti juga biasa, yaudah makan dulu kenapa malah bahas mandi”
“ he he he iya bu aku dah laper nih”
Setelah selesai makan siang mereka mencuci piring bekas makan.
“sanja ibu belum bisa dapet pekerjaan, padahal kriterianya udah sesuai”saat ini mereka sedang bersantai di belakang rumah duduk diatas bebatuan.
“kayaknya susah deh bu cari pekerjaan di umur ibu, mereka pasti lebih memilih orang orang yang lebih muda. Apa aku cari kerja paruh waktu aja yah bu?” ucap sanja
“nggak usah nak! Kamu fokus belajar aja untuk urusan uang biar ibu aja yang pikirin” ibu mengusap puncak kepala sanja
“ atau gini aja bu kita usaha aja, jualan kue misalnya kan ibu pinter dan kue buatan ibu juga enak. Trus aku bisa bantu juga sepulang sekolah. Gimana?” saran sanja
“ iya juga yah ibu ngga kepikiran, tapi kan belum ada yang tahu” ucap ibu
“ gini bu untuk awal-awal kita titipin di warung-warung, nanti kalau udah pada tahu kan bisa pesen langsung kekita. Untuk wilayah codnya disekitar sini aja jadi ngga bingung kirimnya dan ngga takut basi juga.” jelas sanja.
“ ok besok ibu coba tanya kewarung-warung dekat sini boleh apa engga nitip. Setelah itu baru belanja bahan kue” ucap ibu
Saat sedang asyik ngobrol terdengar suara ketukan pintu dan suara salam seorang perempuan. Ibu masuk kedalam untuk membukakan pintu, sedangkan sanja masih tetap duduk dan memainkan ponselnya atau lebih tepatnya membalas chat dari teman-temannya dijakarta. Kira kira begini isi chatnya. ( ‘> ‘ untuk pesan masuk dan ‘*’ jawaban sanja)
> san lo kok dihubungin susah banget sih
* sorry mel soalnya aku sibuk pindahan rumah trus juga harus urus ini itu buat sekolah baru
> alasan lo
* dih ni anak nyolot mulu, gue block nih no lo
> eh jangan dong gue kan cuma bercanda kaya ngga tahu gue aja
* iya gue tahu
> wah wah lo ngerjain gue nih ceritanya
> di mall tempat kita nongkrong mau adain event musik nih
* terus
> mereka ada lomba kategori band
* ya?
__ADS_1
> lumayan banget hadiahya juara satu Rp 10.000.000
* lalu
> ih lo mah gitu ngga peka banget
* ya gue harus gimana?
> kita mau ikutan
> lo bisa ke jakarta ngga
* ngga
> kenapa?
> ngga setia kawan banget deh kamu, masa ngga bisa di usahain
> kamu kan vokalis. Masa iya kita ikut lomba tanpa vokalis
> mau cari yang baru juga waktunya mepet
* maaf tapi aku ngga bisa
> terserah
* jangan marah dong mel aku kaya gini bukan tanpa alasan
* aku ngga mau terus bersedih, karena untuk sekarang aku hanya bisa mendoakan ayahku disana
* aku harus bisa kuat biar bisa jadi sandaran ibuku
* mel
* mel jangan marah yah, maaf aku egois dan sampaikan maafku juga ke temen temen yang lain
* udah dulu ya aku udah dipanggil ibu
Chat yang berakhir dengan pertengkaran, belum ada jawaban dari amel teman sanja. ‘mungkin masih marah’ pikir sanja. Sanja memutuskan untuk masuk kerumah untuk urusan temannya akan dia bicarakan nanti setelah kemarahan Amel agak reda.
“ ada apa bu?” tanya sanja
“ gini jadi tadi bu rt dateng kesini ngasih tahu kalau besok ada kerja bakti bangun bersihin balai rt. Karena udah banyak orang yang akan bersihin besok jadi kita kebagian buat urusan konsumsi” ucap ibu
“ bagus tuh biar sekalian promosi” balas sanja
“ iya ibu juga pikir gitu cuma ibu bingung mau bikin apa. Kamu ada saran ngga” tanya ibu
“ gimana kalau dadar gulung aja bu atau pastel” saran sanja
“ dadar gulung aja kayaknya yah, enten-entennya bisa di masak malem jadi paginya tinggal bikin kulitnya” ucap ibu
__ADS_1
“ apa nanti ngga basi bu enten-entennya” tanya sanja
“ dulu nenek kamu pernah ngajarin cara bikin enten-enten yang ngga mudah basi. Pertama pakai kelapa yang tidak terlalu tua, kedua buang kulit yang hitam jadi nanti tinggal daging yang putihnya aja, ketiga masak sampai lembut atau sampai airnya tinggal sedikit , terus yang terakhir masaknya jangan terlalu banyak air karena nanti waktu dimasak kelapa ngeluarin air. Nah tambahan tips jangan dipegang pake tangan langsung karena bisa cepat basi” jelas ibu panjang lebar
“besoknya juga bisa dipanasin lagi sebentar sebelum dipake. Tapi kalau masih fresh itu lebih enak lagi” tambah ibu
“kenapa ngga dibikin besok aja?” ucap sanja
“takut ngga keburu kan kerja baktinya mulai pagi. Terus besok kan kamu sekolah jadi ngga bisa bantuin ibu” jawab ibu
“iya juga yah. Berarti harus cari bahannya sekarang yah bu, sebelum kesorean. Pasar masih buka bu?”
“ ngga usah kepasar, di warung bude wati ada” kata ibu
“oh warung yang deket balai rt, ngga terlalu jauh dari rumah kita” pikir sanja
Selagi ibu ke warung sanja mengecek handphone nya berharap amel menjawab, namun nihil belum ada pesan masuk dari amel. Sanja memutuskan untuk bertanya keteman-temannya sekaligus minta maaf perihal dia yang tidak bisa datang. Sanja merupakan orang yang sulit untuk bergaul dan beradaptasi jadi agak canggung untuk mengobrol dengan teman-teman bandnya. Karena sebagian besar adalah teman Amel dari smp jadi mereka sudah akrab, sedangkan dia yang berbeda sekolah smpnya jadi sulit untuk berbaur. Ia kenal dengan teman bandnya dari Amel, karena saat itu tanpa sengaja Amel mendengan sanja bernyanyi jadi ditawari untuk masuk ke bandnya yang baru saja ditinggal vokalis. Dari situ sanja mulai akrab dengan Amel yang satu kelas dengannya, karena sikap Amel yang friendly jadi gampang akrab.
Sudah malam dan saat ini sanja sedang membantu mengaduk enten-enten. Awal-awal sanja masih santai mengaduk tapi lama-lama tangan sanja mulai pegal karena enten-enten harus diaduk terus agar tidak gosong.
“aduh! pegel yah bu” ucap sanja
“mau gantian” tawar ibu
“ngga bu aku masih kuat” tolak sanja
“tolong yah bu” baru beberapa detik sanja menyerah
“katanya kuat” ledek ibu
“he he he ” sanja menggaruk kepalanya yang tak gatal
Setelah beberapa saat enten-enten matang
“ini wadahnya bu” sanja menyodorkan toples ukuran sedang
“masukinnya nanti kalau udah dingin biar ngga cepet basi” ucap ibu
“kamu ngga ada pr nak?” tanya ibu
“ngga ada bu”
Setelah dingin enten-enten dimasukan ke toples, dan setelah itu mereka masuk kekamar masing-masing dan tidur karena sudah malam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***fyi. enten-enten yaitu isian mendut atau dadargulung. terbuat dari parutan kelapa yang di masak dan dicampur gula jawa (gula merah).
terimakasih sudah membaca karyaku.
maaf jika masih terdapat banyak kekurangan***
__ADS_1