Kehidupan Baru Sanjana

Kehidupan Baru Sanjana
BAB 24 Kalah?!


__ADS_3

Zain menyusup ke setiap bangunan mencari P3K, namun tak kunjung ia temui.


Tanpa ia ketahui Ara dan Zaki sudah ditangkap dan dimasukan ke sel.


Zain terus berjalan sambil menghindari para penjaga, karena pada dasarnya ia tidak terlalu mahir beladiri.


Hampir saja ia berpapasan dengan salah seorang penjahat, Zain memilih mundur tapi sepertinya nasib baik tak berpihak padanya. Sebab ia malah menabrak kaleng, suara yang cukup keras membuatnya terlibat kejar-kejaran.


Sudah pasti ia kalah jumlah, Zain jadi korban amukan massa. Sekujur tubuhnya terasa sakit semua, entah berapa lama ia pingsan hingga saat matanya terbuka kejadian yang buruk pun terjadi.


Meski tidak terlalu jelas tapi ia sangat yakin bahwa murid dan juga saudaranya satu persatu dilempar ke bawah air terjun.


Hingga sampai pada gilirannya ia hanya bisa pasrah tanpa mampu melawan, memori-memori penuh penyesalah terputar dikepalanya.


'Maafkan aku' satu kalimat yang terucap sebelum badannya hanyut dan jatuh terbawa derasnya air.


" Itulah akibatnya kalau mengganggu kami" para penjahat itu tertawa puas karena berhasil menyingkirkan kerikil yang mengganggu jalannya

__ADS_1


Sanja


Perlahan matanya terbuka kepalanya terasa berat, satu warna yang ia lihat pertamakali yaitu putih. Sampai ia mendapati ibunya yang sedang terisak di samping ranjang pasien,


'Aku selamat' air mata menetes ia menangis dalam diam


Ibunya menyadari kalau Sanja sudah terbangun dan langsung memanggil dokter.


Hasil pemeriksaan dokter menunjukan bahwa Sanja mengalami trauma pasca bencana, ia jadi lebih sensitif dari sebelum kejadian yang menimpanya.


Satu hal yang ia ingat terakhir kali adalah rasa sesak yang teramat sangat dan ia melihat cahaya putih yang menghampirinya, setelah itu ia tidak ingat apapun.


" Ibu bagaiman keadaan yang lain" Sanja khawatir dengan teman-temannya


" mereka selamat tapi kondisinya tidak terlalu baik, dan salah satu gurumu dalam keadaan koma. Karena sudah terlalu banyak kehilangan darah, jika saja tidak segera ditangani tim medis mungkin dia sudah tidak selamat. Dia anak yang beruntung karena Allah SWT masih memberinya kesempatan kedua" Sanja ingin mengecek keadaan temannya tapi dicegah karena kondisinya.


Diketahui bahwa tidak lama setelah melempar Sanja dan kawan-kawan. Perugas keamanan yang mendapat informasi dari Zain, datang menggunakan helikopter. Bahkan tim SAR juga datang dan langsung melakukan pencarian yang anehnya anak-anak itu sudah tergeletak di pinggir sungai.

__ADS_1


Komplotan penjahat itu ditangkap sampai keakarnya, tak ketinggalan bos besar mereka yang ternyata pemilik tempat wisata.


Terungkaplah bahwa tempat wisata itu adalah Alibi untuk menutupi kejahatannya.


Kembali pada masa kini di ruang ICU Zaki terbaring lemah, berbagai peralatan medis terpasang di tubuhnya.


Zain yang terbangun langsung menghampiri Zaki, ia lupa akan kondisi tubuhnya yang tidak terlalu baik.


" aku tidak bisa menjaganya, maafkan aku ma, pa" rasa sesal memenuhi seluruh rongga hatinya tak luput satu inchipun


" Ini sudah takdir nak, ini semua bukan salahmu" mama Zain terisak sambil memeluk anaknya.


Ara lebih dulu siuman karena kondisinya lebih baik dari Arjana. Ia merasa sangat bersyukur karena bisa selamat dari bencana yang ia alami.


Begitupun Arjana  pemuda itu siuman dan dirayakan dengan  ribuan rasa syukur dari kedua orang tuanya.


Bunda merasa beban yang menghimpit dadanya perlahan-lahan menghilang. Berita hilangnya kedua anak kesayangannya menjadi pukulan keras dirinya.

__ADS_1


__ADS_2