Kehidupan Baru Sanjana

Kehidupan Baru Sanjana
BAB 26 Berakhirnya JamKos


__ADS_3

Satu minggu berlalu Zaki sudah pulang dan mungkin sudah siap ngajar lagi beberapa hari kemudian.


"Bener kamu udah bisa ngajar lagi?"


" Iya mah, mamah tenang aja. Lihat nih aku udah bisa salto"


" udah-udah iya mama percaya. Hih kamu tuh mbok ya kalem sedikit gitu, kamu kan baru sembuh"


" iya mah Zaki nurut"


" mamah masih lama kan nginepnya? Zaki masih kangen" ucapnya manja


" iya mah Zain juga" Zain yang entah datang dari mama ikut memeluk


" kalian tuh udah tua, kelakuannya kayak anak kecil malu nanti kalau ketahuan sama pacar kalian" keluarga mereka memang sangat dekat satu sama lain


" kita ini baru umur 21 tahun masa udah dibilang tua" protes Zaki


" iya deh, anak mama yang ganteng dan pinter" mereka tertawa bersama, tanpa mereka sadari ada seseorang yang iri


" papah kalau mau gabung sini, nggak usah malu-malu udah tua juga" ledek mama


" padahal rasanya baru kemarin lihat kalian lahir, sekarang udah segede ini dan akan menikah" ucap papa


" kok kedengerannya kaya lagi melepas anak gadisnya menikah" celoteh Zaki


" tenang pah mereka masih seperti anak-anak jadi sepertinya masih lama menikahnya" sindir mama


Sikap twins Z memang berbanding terbalik ketika diluar dan saat bersama keluarga.


*


*


Ditempat lain tepatnya dengan tiga sekawan


" pak Zaki udah sembuh brarti nggak ada jamkos lagi dong" seloroh Ara

__ADS_1


" wah akhirnya kita bisa belajar dan olahraga seminggu sekali" sanja terkekeh


" nggak bisa dibiarin jatah baca komik aku berkurang deh, duh gimana ya" Ara mulai frustasi


" apa kita bikin pak Zaki sakit lagi yah" celoteh Sanja,


" makanya kan aku dah bilang jangan terlalu deket sama Ara, jadi gini nih. Nggak bener" menyentil dahi Sanjana


" aduh!"


" maaf maaf" Arjana mengusap pelan dahi Sanja


' bucin teroos ' teriak Ara dalam hati


Entah mengapa sejak kejadian yang menimpa mereka, kelimanya jadi lebih dekat apa lagi karena mereka masuk ke club yang sama.


" nonton layar tancep yuk nanti malam" ajak Arjana


" layar tancep?" Sanja sedikit bingung pasalnya dia belum pernah mendengar, maklum anak kota yang kudet.


" bioskop outdoor" jawab Arjana


" nanti malam aku jemput, sekalian izin sama ibu kamu"


" trus aku sama siapa" seru Ara


" Jalan kaki" Arjana menarik tangan Sanja karena bel sudah berbunyi pertanda pelajaran akan dimulai.


" mentang-mentang cari pacar ninggalin adik sembarangan"


" gini aja dimarahin, ngajak brantem" tantang Arjana


" udah-udah kenapa jadi brantem sih nanti keburu telat loh. Ayo!" Sanja menarik tangan keduanya.


malam harinya Sudah siap dengan hoodie dan celana training, tinggal menunggu dijemput.


deru motor semakin mendekat ia menduga kalau itu Arjana dan tebakannya tak salah, pemuda itu turun dan menanyakan keberadaan ibu Sanja untuk minta izin.

__ADS_1


Sampai dilokasi menonton sudah banyak orang yang berdatangan. Ditemani kacang rebus mereka menonton film, sebenarnya filmnya cukup membosankan. Tapi entah mengapa karena nonton bersama-sama rasanya jadi lebih seru.


*


*


Sanja menatap sekelilingnya tidak menyangka tinggal disini lebih menyenangkan dari yang ia kira.


Banyak pengalaman yang ia dapatkan, pelajaran hidup yang hanya bisa didapat dengan mengalaminya sendiri.


Sanja merasa sangat bersyukur karena dikelilingi orang yang baik dan memberi pengatuh positif kepadanya.


Meski tidak sehebat yang lainnya Sanja berusaha untuk melakukan yang terbaik.


Benar kata pepatah kehidupan itu seperti roda yang berputar kadang diatas kadang juga dibawah, tapi dimanapun kita berada harus tetap bersyukur.


*


*


Zaki sudah mulai aktif kembali, kini ia sedang ada dikelas Sanja.


" Pak nggak sakit lagi" tanya Ara


" tidak, memangnya kenapa?"


" enggak!, brarti jamkosnya udah selesai dong" gumam Ara


" baik kalau begitu kita mulai pelajarannya yah, kumpulkan tugas yanh sudah saya berikan" satu persatu murid mengumpulkan buku tugas mereka.


Pelajaran akhirnya selesai


" Adira Kirania bantu saya bawa ini ke ruang guru dan letakkan dimeja saya" ucap Zaki sambil berlalu


" boleh nggak sih murid mukul gurunya, nggak tahu apa lagi kepanasan" gerutu Ara


" aku bantuin yah " Sanjana mengangkat setengah tumpukan buku, "ayo!" Melihat Ara yang tidak juga bergerak

__ADS_1


"Ok makasih cantik" goda Ara


__ADS_2