Kehidupan Baru Sanjana

Kehidupan Baru Sanjana
BAB 6 Terkejut


__ADS_3

Malam telah tiba Sanja dan ibu sedang makan malam sambil berbincang-bincang.


“oh iya bu kata Ara kue ulang tahunnya untuk besok sore, bisa kan?” ucap Sanja


“ bisa! Acaranya an sore jadi masih ada waktu buat belanja bahan-bahan” jawab ibu


“ ok nanti aku bilang ke Ara” mereka sudah menyelesaikan makan malam, tapi masih duduk di meja makan.


Setelah membereskan meja Sanja pamit untuk mengerjakan tugas di kamar, sedangkan ibu sedang menyetrika. Baru saja menyelesaikan tugas terdengar dering telfon, nampak nama Ara di layar.


“ hallo ra ada apa yah”


‘ tugas matematika dari bu yuni udah kamu kerjain’


“ udah emangnya kenapa?”


‘ engga cuma mau ngingetin takut kamu lupa’


“ oh, kirain ada apa. BTW makasih yah udah diingetin”


‘ iya sama-sama, brarti udah dikerjain semua kan san’


“ iya udah aku kerjain semua”


‘ bagus deh, brarti aku boleh liat kan. Udah aku kerjain sih tapi masih kurang lima, boleh yah aku liat please cuma lima kok’


“ hadeh mau nyontek aja harus muter-muter dulu” canda sanja


‘ he he he brarti boleh nih,’


“ ya engga lah. Lagian kan soalnya cuma lima, masa kamu mau nyontek lima-limanya”


‘ habisnya soalnya susah banget sih’


“ besok aku ajarin aja yah di sekolah. Kalau misalnya kamu cuma nyontek kan sayang kamu ngga dapet ilmunya” saran Sanja


‘ OK, tapi bener yah diajarin’ suara Ara nampak kecewa


“ jangan kecewa dong! Aku kan jadi ngga enak. Besok beneran aku ajarin sampai kamu bisa, matematika kan jam terakhir jadi waktunya banyak”


‘ iya nggak papa, lagian apa yang kamu bilang bener kok kalau aku cuma nyontek aku nggak bakal dapet apa-apa’

__ADS_1


‘ oh iya kue ulang tahunnya bisa dianter ke rumahku kan? Nggak jauh kok. Nanti aku kirim alamatnya, kamu dan ibumu dateng yah’


“ bisa sih kayaknya, coba nanti aku tanyain ke ibu. Aku nggak ganggu acaranya?”


‘ nggak kok, lagian ini bukan acara khusus kok. Cuman aku pengin makan roti sambil ngerjain kakakku.’


“ ok aku usahain dateng”


‘ oke deh, udah dulu yah aku dah ngantuk. Sampai ketemu besok! dah'


“ iya dah”


Setelah panggilan ditutup sanja merapikan buku-bukunya dan pergi tidur.


Pagi ini berbeda dari pagi-pagi sebelumnya karena Sanja bangun lebih awal. Sehingga ia memiliki waktu untuk sarapan dan berangkat kesekolah dengan santai. Sanja sampai sekolah lebih awal, begitu sampai di depan kelas nampak pemandangan yang sangat aneh. Ya Sanja melihat Ara sudah menunggunya di depan kelas, padahal biasanya Ara sering telat.


“ aduh sanja aku dah nunggu kamu dari jam enam di sini kenapa baru dateng sih. Ayok buruan ajarin aku” Ara langsung menarik sanja ke dalam kelas


“ sabar atuh masih ngos-ngosan ini” setelah dirasa cukkup istirahat dimulailah kelas privat dadakan


“ ok kita mulai dari no satu yah. Lim ( 5x - 1) dimana x\= 1, jadi kita masukin nilai x ke 5x. yaitu 5(1) - 1 \= 5-1 berarti hasilnya 4” Sanja mulai menjelaskan satu persatu. Dan sampai no yang ke 5


“ nah terakhir no lima. Lim tan 4x / sin 3x dimana nilai x adalah 0. kita gunakan rumus lim 0 tan ax / sin bx \= a / b


“ kok bisa jadi gampang sih, waktu di jelasin guru juga ngga bisa” seru Ara


“ gimana mau bisa kan waktu pelajaran matematika kamu tidur, sekarang dah bisa kan. Jadi coba kerjain sendiri jangan liat buku aku” ucap Sanja


“ iya sih, soalnya waktu pelajaran tuh mata aku berat banget. Sip lah, aku udah bisa sekarang ”


Jam pelajaran pertama gurunya telat jadi Ara dan Sanja bisa menyelesaikan tugas.


Bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi, para siswa mulai berhamburan keluar kelas. Termasuk Ara dan Sanja, mereka langsung menuju ke parkiran. Padahal Ara tidak bawa sepeda tapi dia selalu mengikuti Sanja keparkiran.


“jangan lupa dateng yah san” mereka sampai di parkiran, setelah mengatakan itu Ara langsung pergi


“ tuh anak nganterin aku ke parkiran cuma mau ngomong kaya gitu? Aneh banget sih” gumam sanja sambil tersenyum.


“ woy jangan senyum-senyum sendiri, ajak-ajak napa” ucap Arjana yang saat itu ada diparkiran dan melihat sanjana yang tersenyum sendiri


“ aaa! kaget aku”

__ADS_1


“ pulang yuk, bareng aku. Kita searah kok” ajak Arjana dan dibalas anggukan oleh Sanja. Akhirnya mereka pulang bareng meskipun menggunakan sepeda masing-masing. Jarak rumah Ajana lebih jauh dari rumah Sanja jadi bisa dibilang diantar sampai depan rumah.


Saat sampai rumah Sanja melihat ibunya yang sedang menghias kue pesanan Ara, karena Sanja pulang jam 3 jadi Sanja langsung siap-siap. Tak butuh waktu lama semua sudah siap, mereka langsung pergi kerumah Ara naik bentor (becak montor) milik tetangga Sanja.


Disana Ara sudah menunggu di pinggir jalan karena takut kelewatan, rumah Ara cukup besar dengan rumah ber cat kuning gading. Di depan rumah terdapat pohon mangga yang cukup rindang dan di sebelah kiri rumah nampak sebuah bangunan yang sanja yakini sebagai padepokan milik keluarga Ara dengan halaman yang cukup luas.


“ makasih pak becak! Dadah” seru Ara saat becak yang Sanja tumpangi pergi.


“ ayok bu masuk” ucap Ara mengajak tamunya untuk masuk


“ silahkan duduk, bentar aku panggilkan bunda dulu”


“ oh iya ini kuehnya nak Ara” ucap ibu


“ hampir lupa, makasih bu” ucap Ara sambil menyerahkan uang untuk bayar kue


“ bund tamunya dah dateng tuh” kata Ara kepada bundanya di dapur


“ iya bentar, lagi siapin minum”


Pertemuan tak terduga terjadi, ternyata ibunya Sanja dan bundanya Ara adalah teman masa kecil. Kehebohan terjadi, khas emak-emak rempong. Peluk, cipika-cipiki semua dilakukan, lalu datang seorang pria paruh baya dengan seorang remaja laki-laki.


“ wah ada apa nih rame-rame” tanya pria paruh baya yang merupakan bapak Ara


“ AR! SELAMAT ULANG TAHUN” teriak Ara sambil membawa kue, semua perhatian tertuju kepada Ara. Sanja mendapati sosok yang tidak asing dimatanya.


“Arjana kakak kamu Ra? Kok bisa!” Ucap Sanja


“ iya sayang banget, aku nggak bisa milih sodara. Kalau bisa sih aku tuker aja” ucap Ara


“ nanti aku jelasin San. Nah sekarang tiup lilinnya” lanjut Ara


“ PINK!!” nampak jelas wajah Arjana yang terkejut dan tidak suka. Dan ekspresi itulah yang dinanti-nantikan oleh Ara, ia mengabadikannya dengan merekam menggunakan kamera ponsel. Sedari tadi Arjana tidak terlalu memperhatikan kuenya jadi baru sekarang melihat kue dengan warna yang paling ia benci.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...terimakasih sudah membaca karyaku....


...maaf jika masih terdapat banyak kesalahan...


...see you next time...

__ADS_1


...


...


__ADS_2