Kehidupan Baru Sanjana

Kehidupan Baru Sanjana
BAB 23 Tertangkap


__ADS_3

Ara berusaha kabur dari penjahat yang mengejarnya ia bersembunyi di kegelapan, sebenarnya bisa saja penjahat itu langsung menangkap tapi dia ingin sedikit bermain.


" kau pikir bisa bersembunyi dariku gadis kecil" perlahan-lahan ia mendekati persembunyian Ara


Penjahat itu menjauh saat Ara bersiap untuk kabur


" Tertangkap! Cukup sudah main-mainnya. Kenapa kau menutupi mukamu meski kau menyamar jadi laki-laki aku akan selalu bisa menemukan gadis cantik" bual pria tua itu


" Tenang saja cantik kami akan bermain pelan-pelan"


lelaki itu mengikat tangannya dan dibawa ke dalam  markas, berulang kali berusaha melepas tapi nampaknya percuma karena badan penjahat itu lebih besar.


" apa yang kau bawa itu macan kumbang" nama samaran


" aku membawa seorang gadis pencuri" ucap orang yang dipanggil macan kumbang


" dari mana kau menyebut dia seorang gadis" temannya tertawa geli


" sedang apa kalian berkumpul disini, apa kalian sudah tidak butuh pekerjaan hah!" Bentak pimpinan mereka


" lapor bos saya menangkap seorang pencuri, dia terlihat keluar dari gudang persenjataan" sambil menyerahkan tas


" dasar bodoh! Hanya karena ini kau buat keributan, sepertinya aku terlalu baik kepadamu. Pukul dia 20 kali menggunakan balok kayu" tasnya hanya berisi beberapa pakaian dan makanan, suara teriakan menggema di kesunyian malam.


" dimana komplotanmu" menampar


" bos dia seorang gadis, mungkin kita bisa memanfaatkannya"


" siapa yang mengatakan" dengan tatapan dingin, orang yang di panggil bos pun mengerti siapa yang melakukan.


" ikat dia dan jangan beri makan sebelum aku perintahkan, jika ada yang melanggar kalian akan bernasib sama"


" lucuti pakaiannya dan lihat kebodohan kalian" pakaian atasnya sudah terbuka, Arjana tersenyum mengejek.


Beberapa waktu yang lalu


Ara keluar dari gudang persenjataan, sengaja memancing penjaga agar menjauh dari ruang komunikasi untuk memberikan Zain waktu lebih lama.


Karena lokasi gudang persenjataan dan ruqng komunikasi dekat, tidak mungkin Arjana bisa melawan mereka sekaligus.


Setelah melumpuhkan beberapa penjaga Ar menyusul Ara, kesempatan mereka bertukar tempat adalah saat Ara bersembunyi di kegelapan.


Sebenarnya adegan tersandung juga masuk dalam skenario mereka. karena sudah malam perubahan kecil tidak disadari apa lagi Arjana memasang tudung kepala yang ada pada jaket hoodienya dan mengotori muka menggunakan tanah.


Kembali pada saat ini


" katakan selagi ditanya baik-baik nak "

__ADS_1


" aku sendiri " jawab Ar lantang, bos penjahat itu mulai tersulut emosinya dan menendang dan memukul Ar, pemuda itu tersungkur, darah mengalir dari sudut bibirnya.


" perintahkan pasukan pelacak untuk mencari komplotan pencuri kecil ini"


" jangan harap kau dan kawanmu bisa keluar hidup-hidup dari tempat ini" lanjutnya


" bos" ucap bawahannya takut-takut


"Katakan" dingin


" pasukan pelacak sedang menghadang penyusup"


" mereka terperangkap dengan trik murahan itu? Siapa yang memberi perintah!" Suaranya naik satu oktaf, urat lehernya menonjol bos penjahat itu marah besar


" Kapten Rudolf" pemberi informasi itu menjadi sasaran kemarahan bos mereka


" pengkhianat! berani-beraninya b*j*ng*n itu"


" kumpulkan semua pasukan yang tersisa tangkap pengkhianat itu beserta komplotan pencuri ini" Arjana dikurung di sel yang kumuh, kaki dan tangannye terikat. Badannya lemas tak berdaya setelah beberapa kali menerima pukulan.


' semoga kalian selamat' ucap Arjana sebelum jatuh pingsan.


Disisi lain Zaki sedang menahan beberapa prajurit yang akan menerobos masuk, gerakannya semakin melambat dan satu peluru mengenai bahu kirinya.


Hampir saja penjahat itu menarik kembali pelatuk pistol, beruntung Ara datang dan memukul kepala orang itu menggunakan balok sampai pingsan


" sepertinya mereka prajurit paling rendah karena tidak dilenhkapi senjata dan pakaiannya lusuh" ucap Zaki


" Apa ini saatnya memikirkan itu, lihat darahmu mengalir banyak sekali. Tolong jangan meningsoy didepanku pak. Nanti aja kalau aku udah nggak lihat" sempat-sempatnya Ara ngelawak


" astaga! Tekan lukamu" Zain sudah selesai dengan tugasnya sedang membantu mengobati Zaki. Zain merobek  bajunya untuk dijadikan perban.


" kau bisa menahannya. Berjanjilah kau harus selamat" ucap Zain suaranya sedikit bergetar menahan tangis


" aku tak akan mati semudah itu percayalah"


" kamu jaga disini saya akan mencari kotak p3k dan melihat situasi"  ucap Zain pada Ara


" kau harus kembali kesini" seloroh Zaki dengan suara yang sedikit melemah


" Pasti!"


Beberapa kelompok orang berbadan besar mengecek area Zaki dan Ara, namun terdengar suara ledakan yang cukup keras.


Mereka langsung berlari kearah ledakaan itu berasal.


Beberapa puluh menit sebelumnya, Sanja mengambil tas berisi senjata. Dia tidak cukup berpengalaman dengan senjata api tersebut.

__ADS_1


Namun ada satu yang cukup ia kenali yaitu granat kejut/ flashbang, karena ia sering melihat di film-film.


Ia menarik tuas dan melemparkannya kedekat pasukan pelacak.


Selagi fokus pasukan pelacak berantakan ia berlari, karena menggunakan kacamata dan penutup telinga khusus ia tak terkena dampak flashbang sehingga mudah untuk kabur.


Setelah pulih pasukan pelacak kembali mengejar dengan sesekali menembak beruntung tembakan mereka melenceng dan hanya menggores lengan kanan dan kaki kiri.


Sekali lagi Sanja melempar flash bang ke arah musuh dan melompat berlindung di balik batu besar.


Pasukan pelacak jatuh kedalam perangkap yang tadi siang mereka siapkan diam-diam


mulai dari perangkap hewan yang mereka ambil dari sekitar hutan (mungkin milik penjahat ) sampai lubang yang mereka gali dengan alat seadany. Tapi karena tanahnya gembur jadi lebih mudah digali.


Sanja memasang masker gas dan melempar granat bius agar semuanya pingsan.


Rupanya gudang persenjataan mereka cukup lengkap, bahkan granat bius pun ada


( sebuah penemuan yang mengabungkan antara granat dengan daya ledak ringan dan obat bius yang sudah direkayasa agar efeknya lebih kuat)


Sanja tahu karena ada tulisan di labelnya jadi dia memanfaatkan hal ini untuk mengkap para penjahat.


" rupanya Ara tahu banyak tentang senjata bahkan pelindungnya pun ia siapkan, memang ridak bisa dianggap remeh" gumam Sanja


Gadis itu mulai mengikat orang-orang itu satu persatu menggunakan tali tanpa melepas perangkap.


Mengotak-atik pistol mereka untuk mengeluarkan peluru, ia berhati-hati agar pelatuknya tidak tertarik.


Setelah berhasil mengeluarkan semua peluru ia mengembalikan senjata pada tempatnya.


Terdengar suara langkah kaki yang cukup banyak berlari ke arah mereka rupanya pasukan bantuan dari penjahat mulai berdatangan dan mengepung Sanjana, tanpa mampu kabur akhirnya ia di seret oleh sekelompok penjahat.


Sepertinya hasil akhirnya tidak 100% berhasil, karena yang mereka hadapi sekarang adalah mafia, meski masih tergolong baru tapi sangat berbahaya.


Kini nasib mereka ada diujung tanduk berharap semuanya bisa selamat.


" Lapor bos kami sudah membawa pasukan pelacak tapi sepertinya mereka sudah terkena granat bius, kemungkinan akan bangun besok. Bukan hanya itu kami juga menemukan gadis ini dia adalah komplotan pencuri kecil"


" Bagus! ikat dan masukkan ke sel. Kita tunggu perintah dari Big Bos"


" Apa kita tidak boleh mencicipinya bos?"


" Apa kau lupa dengan motto Big Bos. Jangan lukai orang tua, wanita cantik dan anak-anak. Meski terdengar aneh tapi kita tidak boleh melanggar, atau kita bisa lenyap. paham?"


"paham bos karena anak ini masuk ke kriteria no 2 dan mungkin 3. Jadi kita tidak boleh melukai anak ini"


'meski tidak bisa dianggap aman tapi setidaknya ia tidak akan diapa-apakan oleh mereka' pikir Sanja tanpa tahu nasib mereka nantinya

__ADS_1


__ADS_2