Kehidupan Baru Sanjana

Kehidupan Baru Sanjana
BAB 29 Nggak Jelas


__ADS_3

Banyak hal yang terjadi dalam hidup, entah menyenangkan atau bahkan menyebalkan. Perjalanan hidup seseorang tidak lepas dari peran individu lain yang ada disekitarnya.


Mereka membentuk pribadi kita, mengubah kepribadian bahkan cara pandang kita terhadap dunia.


Adakalanya kita ingin menghilang dari dunia ini, tapi satu uluran tangan mampu menarik kita dari gelapnya kehampaan.


“ jika kamu tak mengajakku berbicara saat pertamakali kita pindah, mungkin aku masih sendirian sekarang” ucap Sanja tiba-tiba


“ mungkin aku harus berterimakasih padamu karena mau berteman denganku “ Ara tersenyum


“ siapa yang menolak berteman dengan orang sebaik kamu” Sanja terkekeh


“ aku tidak sebaik yang kamu tahu, aku serampangan, nakal dan banyak lagi sifat burukku” entah mengapa Ara tampak lebih tenang dari sebelumnya.


“ apa kau mau bertanding dengan sifat burukku”


“ aku tidak tahu ini timing yang pas atau tidak, tapi akan aku katakan satu kali dengar dan kau tidak wajib menjawabnya” Arjana yang sedang berbaring mengatakan dengan mata yang masih terpejam

__ADS_1


“ mungkin kau tidak ingat tapi aku akan selalu ingat denganmu. Kau pernah diganggu oleh beberapa preman sebelum ikut lomba band kan?.” Ar duduk matanya menatap Sanja dalam


“ Orang yang menyelamatkanmu adalah aku, dan aku ingin mengakui perasaanku I Love You Sanja. Aku mengatakan kejadian satu tahun yang lalu bukan agar kau menerimaku tapi agar kau selalu ingat kalau aku akan selalu menjagamu seperti dulu” setelah mengucapkan kalimat terakhirnya Arjana meninggalkan kedua gadis yang masih syok mendengar pernyataan cintanya


“ kau gila yah, nggak romantis banget sih.” teriak Ara kesal, ia sebenarnya berharap melihat pernyataan cinta orang lain secara langsung.


Muka Sanja sudah seperti kepiting rebus dan dadanya berdebar kencang . Ia menutupi mukanya menahan malu, dan tak bisa dipungkiri bahwa dia cukup senang.


Disisi lain Arjana yang pergi dengan gaya coolnya akhirnya mleyot juga setelah berjalan cukup jauh


“ gila gila gila” ia membentur-benturkan kepalanya ketembok


“ aku kehilangan kesempatanku satu-satunya”


“ nggak mungkin dia mau terima aku yang payah ini” makin overthingking


“ kayaknya dia bakalan jijik sama aku, atau malah jadi benci” tingkahnya makin random. Seseorang menatap Arjana tanpa disadari olehnya

__ADS_1


‘ gemess banget! Nggak nggak sadar kamu’ menggeleng-gelengkan kepala


“ kenapa kamu, kayaknya syok banget yah. Aku anter ke UKS ya, jangan sampai trauma sama orang gila kayak Arjana. Gitu-gitu juga saudaraku jadi aku harus akuin dia” ucap Ara yang melihat Sanja geleng-geleng kepala.


*


*


Esok harinya Arjana selalu menghindar saat berpapasan dengan Arjana, karena hatinya belum siap sekaligus malu jika mengingat kejadian kemarin. Apa lagi Ara sejak semalam memarahinya karena pernyataan cintanya yang nggak jelas dan kuno.


Padahal ada yang ingin Sanja sampaikan pada pemuda itu tapi kesempatannya selalu hilang begitu saja.


Sampai akhirnya Sanja sampai batasnya, ia geram melihat kelakuan Arjana. Jadi gadis itu diam-diam mengikuti Ar, ketika kesempatan datang Sanja menarik tangan dan mengungkung Ar di tembok. Serasa lihat dunia terbalik.


“ aku mau ngomong sama kamu” Arjana menutup matanya karena jarak mereka yang sangat dekat dan dadanya serasa mau meledak apalagi jika melihat wajah gadis pujaan hatinya.


‘ padahal sebelumnya nggak pernah sampai kayak gini, kayaknya aku sudah tambah gila’ oceh Ar dalam hati

__ADS_1


“ kenapa kamu menghindar dari aku"


__ADS_2