Kehidupan Baru Sanjana

Kehidupan Baru Sanjana
BAB 4 Zaina


__ADS_3

Lagi-lagi sanja berangkat kesiangan, ia sama sekali belum terbiasa dengan sumur timba. Sedikit lagi sanja telat masuk sekolah, karena pak satpam sudah akan menutup gerbang. Ia berlari menuju ke kelasnya dan tanpa sengaja menabrak seorang gadis, buku yang dibawa gadis itu berserakan di koridor.


"Maaf!!  Aku ngga sengaja, lagi buru-buru" sanja membantu merapikan buku, tapi setelah melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul 7 lebih


" kalau punya mata tuh dipake jangan cuma buat pajangan" ucap gadis yang tadi ditabrak sanja


"Sorry banget jam pertama guru killer, maaf aku duluan" belum selesai sanja membantu ia pergi duluan karena guru killer terkenal on time, sanja nggak mau dihukum.


Sepeninggalan sanja gadis tadi merasa sangat marah karena merasa sanja pergi tanpa mau bertanggung jawab.


"Zaina!!" Panggil temannya


"Kamu nggak papa? Ini kenapa bukunya berserakan dilantai" lanjutnya


" Udah diem, cepet beresin" perintah Zaina.


'Aku ngga bakalan lupa sama cewe tadi, aku bakal bales semuanya' ucap Zaina dalam hati.


Ibu sanja datang kesekolah sanja saat jam istirahat, karena tadi sanja tidak sempat sarapan dan lupa bawa bekal. Ibu yang tidak tahu letak kelas sanja, akhirnya bertanya pada seorang siswi yang sedang lewat.


"Maaf dek ruang..." belum selesai ibu bertanya sanja sudah memanggil


"Bu!!" Sanja menghampiri ibu


"Jangan lari-lari" ucap ibu


" he he he iya bu. Ibu ngapain repot-repot ngaterin bekal aku sih, kan aku bisa beli di kantin" ucap sanja merasa tidak enak


" takut uang kamu kurang"


" cukup kok. Tapi makasih yah udah dianterin" sanja memeluk lengan ibu.


"Ibu mau langsung pulang atau mau kemana lagi?" Tanya sanja


"Langsung pulang"


"Aku anter ke depan ya" Sanja mengantar ibu sampai gerbang sepanjang perjalanan sanja menceritakan hal-hal yang ia alami disekolah.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memandang tak suka pada kedekatan ibu dan anak itu. Ya dia adalah Zaina siswa yang tadi ditanya oleh ibu sanja.


Sekembalinya sanja ke kelas ia langsung dihujani banyak pertanyaan oleh Ara.


"Sanjaaa!!!" Teriak Ara


" kamu kemana aja hah?"

__ADS_1


" aku tadi nyariin kamu di kantin tau ngga"


"Aku jadi kayak anak ilang"


"Kenapa ngga bilang bilang kalau  mau pergi sih" Sanja sampai tak diberi kesempatan untuk menjawab


'Bug!!!'


"Aduh sakit! Ngapain mukul aku dasar wakil ngga ada akhlak" Ara dipukul pake buku oleh cowo paling pendiem di kelas.


"Kuping aku sakit denger suaramu, kamu tuh ketua kelas harus kasih contoh yang baik" bukannya mendengarkan Ara malah ngikutin ucapan cowo bernama Arjana sambil manya-menye


"Ara!! Jangan sampe gue lempar kamu ke tong sampah ya" Arga memang pendiem tapi tidak akan ada orang yang tetap jadi pendiem ketika berhadapan dengan Ara, dan terjadilah kejar-kejaran yang tak terelakan. Sanja santai melihat drama tersebut sambil makan bekalnya, karena kejadian seperti ini tak terjadi sekali dua kali tapi setiap ada kesempatan.


Memang saat ini sanja belum memiliki teman selain Ara. Bukan tidak punya tapi tidak akrab karena setiap anak yang mengajak berkenalan akan dijawab seadanya dan jadi terkesan canggung dan tidak nyaman. Jadi kebanyakan memilih untuk tidak mengakrabkan diri ke sanja. sebenarnya sanja ingin berteman hanya saja dia tidak pandai mencari topik pembicaraan jadi agak sulit untuk bergaul. Berbeda dengan Ara yang memang sifatnya yang periang jadi tidak masalah untuk berteman dengan siapapun termasuk sanja dan tidak pernah kehabisan kata-kata.


Kejar-kejaran antara ketua dan wakil ketua kelas itu baru berhenti saat bel berbunyi, dan mereka tidak sempat makan. Jadi perut mereka selalu berbunyi saat jam pelajaran belangsung, terdengar jelas karena suasana sedang tenang dan membuat seisi kelas tertawa.


Bel istirahat kedua berbunyi, Ara yang sudah kelaparan langsung berlari kekantin tanpa mengajak Sanja.


"Mau ikut ke kantin?" Ajak Arjana


"Nggak, masih kenyang" sanja menggeleng


"Ok" Arjana langsung pergi. Dari dulu sanja terbiasa membawa bekal dan hanya menggunakan jam istirahat pertama untuk makan. Ia juga jarang kekantin karena tidak suka berdesakan, untuk istirahat kedua biasanya ia gunakan untuk mendengarkan musik menggunakan headset. Musik adalah cara sanja untuk mengusir kebosanan.


Baru sampai kekelas ia sudah akan diomeli oleh Ara yang sedang mencarinya. Saat Ara akan membuka mulutnya. Arjana yang tidak suka dengan kebisingan yang ditimbulkan oleh suara Ara, menyumpal Ara dengan roti.


" Habis keliling, lihat-lihat sebentar" ucap sanja sebelum Ara ngomel-ngomel lagi. Setelah mendengar jawaban sanja ia akhirnya tersadar dengan apa yang dilakukan Arjana.


"Sering-sering Ar, biar ngirit duit jajan" Ara malah keenakan makan roti dari Arjana.


Saat pulang sekolah, sanja yang saat ini sedang ada diparkiran dipanggil oleh Ara


"Sanja!! yuhuu!!"


" kenapa?" tanya sanja


"main yuk ke rumahku. Aku tunjukin koleksi komik-komik paling legendaris yang ada dimuka bumi"


"Sanja kamu pulang aja nggak usah dengerin tuh orang gila" Arjana yang entah sejak kapan ada di parkiran menyahut.


"nggak usah dengerin suara dedemit itu" Ara menatap tajam ke arah Arjana


" tapi maaf Ra aku ngga bisa main kerumahmu, aku sama ibu mau berkebun" ucap sanja

__ADS_1


"rasain!" ucap Arjana penuh rasa kemenangan, Ara mendelik tak suka


" ya udah ayo" Ara sudah duduk di boncengan sepeda Sanja


"kemana?" Ucap Sanja bingung


"katanya mau berkebun ayo aku ikut" jawab Ara


Akhirnya mereka berdua pergi kerumah Sanjana, untuk Arjana dia sudah pulang. Sampai di rumah, mereka langsung masuk.


"Bun aku pulang!" teriak Ara


"Ini kan rumah aku" ucap sanja


" oh iya lupa" Ara cengengesan ngga jelas


" ok ulang. bundanya Sanja"


"ibu!!" sanja membenarkan, sebenarnya hanya ingin menjaili Ara


" ok. ibunya sanjana, Ara yang paling kece sekecamatan dateng nih" ibu yang ada di kebun belakang langsung masuk karena penasaran dengan suara asing didalam rumah.


"ibu kira siapa yang dateng, rame banget" ibu tersenyum karena anaknya membawa teman kerumah. Sebenarnya ia khawatir kalau sanja tidak memiliki teman, tapi melihat Sanja membawa teman ia merasa lega.


"ini teman Sanja bu namanya Ara" ucap sanja


" no.. no ..no.. salah yang bener harusnya Ara yang paling keren dan kece sekecamatan" Ara mencium tangan ibu sanja


"sanja salim" ucap Ara


"oh iya lupa, salim dulu bu" sanja mecium tangan ibu


"udah pada makan" tanya ibu


" belum" ucap Ara gercep


"yaudah sana makan dulu"


"siap bu, Asik makan gratis" Ara bersemangat. Ibu langsung mengajak Ara kedapur untuk makan, ia senang anaknya berteman dengan anak yang ceria seperti Ara. Tak butuh waktu lama Ara sudah akrab dengan ibu Sanja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Terimakasih sudah membaca karyaku.


maaf masih banyak kekurangan

__ADS_1


see you next time**


__ADS_2