
Arjana benar-benar benci dengan warna pink
“ kenapa memangnya kalau warna pink, kan bagus” ucap sanja saat melihat ekspresi Arjana
“ jadi gini san. Ha ha ha” belum bercerita Ara sudah tertawa duluan.
“ nooo.. jangan cerita ke Sanja” Arjana berusaha mencegah Ara untuk bercerita.
“ pak pegangi kak Ar sebentar” ketika dirumah Ara selalu memanggil Arjana kak, karena disuruh ibunya.
“ pak” ucap Arjana dengan nada memohon, namun bapak tidak melepaskan pegangannya. Jadi jelaskan sikap Ara menurun dari siapa, bapaknya memang senang menjahili Arjana karena biasanya Ar diem terus.
“ kita cerita diluar aja san, disini berisik” Ara merasa menang
“ please Ra lo bisa cerita ke siapapun tapi jangan ke Sanja” Para orang tua hanya tersenyum menyaksikan drama Arjana.
“ cerita aja nggak papa, yuk Ra aku udah penasaran banget” Sanja sudah ketularan jailnya Ara
“ kuy!!” Ara semangat 45
Ara mulai bercerita,
“ Aaaaraaaaa please!!. aku bakalan pinjemin jaket baru aku” terdengar teriakan dari dalam rumah, Ara tak tergiur dengan penawaran Ar.
“ aku cerita dari kenapa Ar bisa jadi kakak aku ya. Jadi aku dan Ar itu kembar, iya kita memang ngga ada kemiripan” Ara mulai bercerita.
“ mukaku lebih dominan ke bapak sedangkan Ar lebih dominan ke bunda” Sanja mendengarkan dengan seksama
“ jadi karena kita kembar jadi orang tua aku sering beli baju kembar, dan warnanya lebih sering pink. Nggak pernah ada yang mempermasalahkan ini, sampai ketika kita masuk ke SD mulailah terjadi masalah dengan warna pink ini.”
“ aku yang tomboy dan Ar yang soft boy sering tertukar. Dalam artian banyak yang mengira kalau Ar itu cewek karena sifatnya yang kalem, bahkan pernah ada cowo yang nembak dia. Hahaha “ Ara tertawa ketika mengingat kejadian itu
“ aku dari kecil memang lebih suka rambut pendek kaya sekarang ini” rambut Ara potongan model pixie dengan poni tipis ala korea.
“dulu Ar suka warna pink yang identik dengan warna cewek. Tapi setelah kejadian ia ditembak temen cowoknya, ia berubah 180 derajat. Dari yang soft boy jadi cool boy, dan mulai membenci warna pink atau mungkin lebih tepatnya trauma. Sampai sekarang pun ia masih trauma. Kamu mau lihat kecilnya Ar nggak, aku pernah dikasih bunda”
“ boleh nih?” tanya sanja
“ nih lihat. Hahaha… jangan bilang Ar yah takut nanti ngamuk dianya. Karena nggak bisa lagi jaga imej depan kamu” Ara menunjukan foto-foto masa kecilnya lewat handphone
“ ya ampun imut banget! Kalau aku laki-laki juga bakalan nembak sih. Kalau aku nggak kenal kalian pasti bakal ngira kamu laki-laki dan Ar perempuan. Kok bisa cantik banget” Sanja merasa takjub dengan apa yang ia lihat.
__ADS_1
Setelah selesai bercerita mereka berdua masuk kembali ke dalam rumah, nampak Arjana yang duduk di pojokan dan enggan bertatapan dengan Sanja karena ia benar-benar malu dengan kejadian itu.
Bapak, bunda dan ibu duduk di sofa dan sedang bernostalgia.
“ neng Ana nggak mau gabung” entah sejak kapan Sanja mulai suka menggoda Arjana.
“ Hahahaha.. cocok juga neng Ana” Ara nampak sangat puas dengan panggilan baru Ar
“ neng Ana siapa nak?” tanya ibu ke Sanja, bapak dan bunda yang tahu siapa yang dimaksud Sanja hanya tersenyum.
“ kak Arjana bu” Ara yang menjawab
“ Sanja nggak boleh kaya gitu masa ganteng-ganteng gitu dipanggil neng” ucap ibu
“ iya bu maaf. Maaf Ar aku cuma bercanda kok, sini masa mojok terus.” ajak Sanja.
“ eh tunggu kalian kan kembar berarti sekarang juga ulang tahunmu Ra?”lanjut sanja
“ iya dong mana sinih kadonya” kata Ara
“ sorry Ra aku nggak tahu jadi cuma bawa buat Ar” mendengar hal itu Arjana yang sedari tadi mojok langsung mendekat.
“ giliran kaya gini semangat banget” ejek Ara
“ kalau sama bos nggak boleh ngejek” ucap Ara
“ nggak nyambung” Arjana sedang membuka hadiah dari Sanja yang isinya buku notebook dan pulpen motif batik.
“ kaliankan saudara, kenapa waktu dirumahku Ar ngomong pak bos?” Sanja yang tiba-tiba teringat kejadian dirumahnya bertanya
“ oh yang waktu itu, Kak Ar ngumpetin buku komik kesayangan aku. Aku nangis karena kejadian itu dan akhirnya bapak hukum Ar buat jadi pegawai sehari di padepokan. Makanya Ar manggil bapak pak bos” jelas Ara panjang lebar.
Waktu sudah menunjukan pukul lima sore akhirnya Sanja dan ibu pamit pulang.
“ ya ampun udah sore banget, nggak kerasa yah “ ucap ibu
“ bener banget saking asiknya ngobrol sampai lupa waktu” balas bunda
“ pak becaknya udah dateng!” seru Ara. Ibu memanggil becak yang tadi mengantar untuk menjemput
“ saya pamit pulang yah tante om” pamit Sanja
__ADS_1
“ dadah Sanja!! hati-hati pak becak jangan sampai lecet penumpangnya!” teriak Ara
“ Ar itu hadiah punya aku, kan aku yang undang Sanja. Lagian kamu kan nggak suka kalau dikasih hadiah sama cewek” Ara merebut buku yang di pegang Ar. Arjana tidak menanggapi ucapan Ara dan langsung masuk kekamarnya
“hehehe aku bakal colong tuh bukunya, enak aja dia dapet hadiah dari bestieku” gumam Ara
Keesokan harinya di rumah Ara, saat ini mereka sedang sarapan bersama. Tadi malam Ara sudah menyusup ke kamar Arjana dan mengambil hadiah dari sanja. Sebenarnya ia tidak masalah dengan hadiah Sanja namun ia ingin membalas perbuatan Arjana yang pernah menghilangkan komiknya dan juga menyembunyikannya tempo hari. ‘sepertinya Ar belum sadar harus cepat-cepat berangkat untuk nyembunyiin’ ucap Ara dalam hati.
“ bund aku berangkat dulu yah, pak salim” pamit Ara
“ duluan Ar”
Sesampainya disekolah ia langsung menyembunyikannya di meja Sanja . 5 menit kemudian Arjana sampai ia langsung menghampiri Ara.
“ ngaku cepet!”
“ apa sih Ar nggak jelas banget” Ara pura-pura nggak paham
“ kamu kan yang ngumpetin buku aku”
“ jangan asal nuduh dong!” sebenarnya Ara sudah tidak tahan untuk tertawa namun ia tahan
“ loh ini kan, Ar ini kan buku yang aku kasih. Kamu nggak suka? Aku ganti aja gimana?” Sanja yang baru masuk kelas tanpa sengaja melihat ada buku di loker mejanya setelah dicek ternyata itu buku Arjana.
“ kok bisa di kamu? Eh nggak usah! Aku suka kok. Makasih “
“ makanya jangan asal nuduh” ucap Ara
“ udah jelas kamu pelakunya” kata Arjana
“ kan ada dimeja Sanja berarti dia yang ngumpetin” seru Ara
“ eh kok aku” ucap sanja
Dan terjadi lah keributan, yang sudah jadi rutinitas dan pemandangan wajib di pagi hari bagi kelas mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...**Terimakasih telah membaca karyaku...
...maaf jika masih terdapat banyak kesalahan...
__ADS_1
...see you next time**...