
Kembali ke masa kini, Arjana akhirnya tertidur
Hari minggu tiba dan waktu sudah menunjukan pukul 08.30 pagi. Sanja sudah datang untuk berlatih beladiri, saat ini mereka sedang melakukan pemanasan untuk melemaskan otot-otot.
Tapi pelatihan ini tidak seperti yang diharapkan oleh Ar karena ARA ikut nimbrung bahkan mendominasi, ia kehilangan momen untuk berduaan dengan Sanja (modus emang si Arjana).
Mereka selesai pukul 11.32, cukup lama memang.
Sanja selalu berlatih setiap akhir pekan entah itu bersama Ara, Arjana, ataupun keduanya dan kini gadis itu sudah mengetahui tekhnik beladiri untuk pertahanan.
*
*
Tak terasa kini sudah akan dimulai ulangan akhir semester, banyak latihan-latihan yang diberikan oleh guru. Ara uring-uringan karena ia sering ketinggalan pelajaran entah itu karena tidur dikelas atau pun karena tidak memperhatikan.
“ wah gawat kenapa nggak ada pelajaran yang masuk ke otakku” mondar-mandir
“ tenang nanti aku bantuin” Sanja menenangkan
“ kamu mau nyontekin aku?” matanya nampak berbinar
“ hadeh, ya enggak lah! Masa aku mau njrumusin temen sendiri. Maksudnya aku bantu kamu belajar”
“ oalah yaudah deh” lesu
“ yang semangat dong”
“ yah semangat”
Mereka janjian belajar bareng dirumah Sanja sepulang sekolah, Ar tidak ikut karena ada rapat OSIS.
Kini kedua sahabat itu sudah siap belajar dimulai dengan mapel MTK
“ kamu udah hafal tabel perkalian?” Ara menggeleng
“ sebelum kita masuk ke rumus-rumus kayaknya lebih baik kamu pelan-pelan belajar tabel, karena nanti bakal lebih cepet ngitungnya”
“ siap bos”
“ aku ngambil minum dulu yah” saat ia kembali, Sanja melihat tingkah lucu sahabatnya saat menghafal. Ara bernyanyi sambil joget-joget
__ADS_1
“ tiga dikali tiga sama dengan sembilan houo, tiiiigaaa dikali empat sama dengan deng derengdeng dua belas..” begitupun seterusnya, ternyata cara ini cukup efektif bagi Ara
Cukup lama mereka bergelut dengan rumus-rumus matematika dan kini keduanya akan memasuki mapel Sejarah.
“ aduh kenapa sih kita harus belajar sejarah, kan udah ada lagunya. Masa lalu biar lah masa lalu jangan kau ungkit jangan ingatkan aku~” meski suaranya fals tapi ia bangga
“ sejarah kan dipelajari agar kita selalu ingat dengan leluhur kita atau pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan”
“ tapi banyak banget kan pusing jadinya, kenapa nggak nonton dokumenternya aja kan lebih enak nggak perlu ngafalin tanggal”
“ ati-ati sama ucapan kamu nanti kalau tiba-tiba kamu isekai ke masa lalu gimana?” seloroh Sanja
“ ya enggak lah kan nggak di tabrak truck-kun “
“ atau gini aja biar seru, kita belajar buat persiapan kalau nanti kita isekai kan setidaknya kita udah ada persiapan”
“ wah iya juga yah, kayaknya seru tuh” Ara kembali bersemangat
( ambil positifnya ja yah temen-temen, kita nggak boleh yang ngeremehin sejarah. Kalau metode biar semangat belajarnya sih boleh ditiru >_<)
Ara dan Sanja sedang istirahat setelah cukup lama belajar, hari ini Ara akan menginap dirumah Sanja. Cukup sering ia menginap jadi cukup banyak barang-barangnya di rumah Sanja.
“ aku udah ngantuk nih, aku tidur duluan yah” ucap Ara
“ eh kamu udah ngerjain PR?” tanya Sanja
“ hah emang ada PR? Kok kamu baru bilang”
“ maaf aku juga baru inget” pada akhirnya kedua gadis itu harus mengerjakan PR dan tidur agak larut
Dampaknya terasa sekarang Sanja dan Ara malah ngantuk di sekolah, beruntung ada jamkos jadi mereka manfaatkan untuk tidur di UKS (jangan ditiru yah, kasian yang lagi sakit nggak kebagian tempat)
Pelajaran terakhir adalah olahraga, disaat yang lain sudah lelah kedua sahabat itu malah segar bugar karena sudah tidur cukup lama.
“ selamat siang anak-anak,”
“ siang pak” banyak yang terpesona dengan ketampanan guru baru mereka
“ oh jadi dia guru” gumam Arjana yang diangguki Sanja dan Ara
“ oh iya sebelum itu perkenalkan nama saya Zaki Sutedja. Saya menggantikan Pak Tejo di pelajaran olahraga. Ada yang ingin ditanyakan”
__ADS_1
“ saya Pak, mau tanya jamnya beli dimana? Bagus banget” seru Ara
“ waw pertanyaan yang diluar ekspektasi saya, tapi nggak papa bakal saya jawab. Saya nggak beli tapi minjem” Ara hanya bisa bengong
“ ok kita absen dulu yah biar tambah kenal” satu persatu murid mulai diabsen, Pak Zaki memberikan kisi-kisi untuk UTS nanti dan membiarkan siswa membaca untuk melihat adakah yang kurang dipahami.
“ yah nggak jadi olahraga deh” keluh Ara
“ iya padahal udah berharap Pak Zaki ngajarin aku” Nurul malah berkhayal
Sanja duduk disebelah Arjana “ Ar kayaknya aku mau gabung di club musiknya Pak Zaki” ucapnya tiba-tiba
“ yakin kamu” Sanja mengangguk
“ yaudah nanti aku temenin” ucap Arjana
“ apa aku sekalian ajak Ara yah?”
“ ya boleh” kini Sanja menghampiri Ara yang sedang nyari undur-undur, yah bisa dibilah hari ini pelajaran olahraganya bebas.
“ lagi ngapain Ra”
“ nyari undur-undur buat dipelihara” ucap Ara semangat, “nih bantuin aku” sambil nyodorin sedotan
“ kayak gini, kita cari rumahnya trus tiup. Fuuhh.. aduhh kelilipan mataku” Sanja malah tertawa
“ bantuin tiupin dong” tapi tak sembuh juga
“ pake air Ra, kedip-kedip di air” dan cara ini berhasil meski harus merelakan bajunya basah
“ habis mandi kamu” kalau urusan menertawakan Ara, Arjana akan tertawa paling keras
“ berisik, bantuin cari undur-undur cepatan” perintah Ara ke Arjana
“ yah gini aja nggak bisa” dalam sekejap Arjana bisa menangkap dua ekor undur-undur, Ara memasukannya ke gelas plastik bekas minuman.
“ gimana cara peliharanya Ra?” tanya Sanja
“ eh gimana yah, coba aku cari di kangtube dulu” setelah mencari beberapa saat, “ kok nggak ada yah”
Pada akhirnya Ara memutuskan untuk memulangkan undur-undur tersebut
__ADS_1
“ dadah hati-hati dijalan. Jangan nakal yah” ucap Ara,