
29 April
Hari kedua, jadwal lomba kali ini adalah futsal bersarung. Jagoan paling ditunggu-tunggu, Ara sang juara bertahan sebagai pemain yang paling sering dapat kartu kuning dari wasit.
“ dulu sekolahku waktu ulang tahun paling dirayain satu hari, kok ini sampai seminggu ya?” sanja sedang membantu Ara memakai sarung.
“ yee.. itumah sekolahmu yang cupu, lagian lebih seru kaya gini kan jadi nggak pusing-pusing mikirin pelajaran” dengan nada berbisik saat mengucapkan kalimat terakhir
“ anak rajin kaya kamu mah nggak bakalan ngerti” lanjut Ara
“ nggak kok, aku juga paling suka jamkos bisa nyemilin nasi”
“ kenapa harus jam kos kalau jam pelajaran juga bisa “ gemas Ara
“ itu kan kamu yang duduk di bangku belakang, bisa sambil tumpengan. Kalau aku kan di bangku depan”
Arjana menghampiri dua gadis itu
“ buruan makenya udah mau mulai nih”
“ sabar kenapa sih, maklum nggak pernah di sunat jadi nggak bisa pake sarung” ucap Ara
“ sini! Iket aja pake tali rafia” Ar langsung bantu memasangkan
“ wooow” Ara mengacungkan jempol
Permainan berlangsung sengit, senggol sana senggol sini. Ara bermain agresif bahkan sampai sarung yang ia pakai robek, ia mendapatkan kartu kuning pertamanya saat ia menarik baju lawan secara kasar untuk merebut bola.
“ woi, bisa jadi wasit nggak sih kan aku cuma megang bajunya masa langsung dapat kartu kuning” teriak Ara
“ itu narik Adira, bukan megang” wasit masih mencoba untuk sabar
“ pulang lewat mana lo” gadis itu sudah menggulung lengan baju
“ Ara balik!” bentak AR
“ awas lo gue tandain” pertandingan dimulai kembali
Babak pertama berjalan lancar dengan skor 3-1, dimenangkan oleh kelas sanja. Babak ke 2 dimulai setelah istirahat 5 menit, Ara kembali menunjukan kebolehannya menit pertama ia sudah mampu membobol gawang lawan. Skor masih 1-0 saat Ara kembali mendapat kartu kuning karena mentackling lawan.
__ADS_1
“ mau jadi back dancernya IU di lagu BBIBBI apa, ngeluarin kartu kuning mulu. Aku juga punya nih kartu Dorakemon, dadu pemundur waktu” bernada
“ brarti aku belum dapet kartu kuning nih kan udah diundurin waktunya”
“ nggak gitu konsepnya Adira” kesabaran wasit sudah mulai menipis
“ wah curang! Udah nggak suci nih wasitnya” teriaknya ke orang-orang” sudah ternoda”
“ tarik nih biang kerok” ucap wasit sambil mengeluarkan kartu merah.
Ara hanya bisa pasrah saat diseret ke luar lapangan, Sanja tertawa melihat tingkah aneh sahabatnya itu. Masih bersungut-sungut mereka memilih kembali kekelas sebelum amarahnya kembali berkobar.
“ udah jangan cemberut terus, aku punya sesuatu buat kamu. Udah telat lama banget sih, tapi semoga kamu suka yah” Sanjana menyerahkan bungkusan kado yang sudah ia siapkan dari kemarin
“ kado? Buat aku?” Sanja mengangguk
“ uuuwwaaaaaa komik baru” Ara berteriak kegirangan
“ bukan baru sih, maaf yah “
“ nggak papa yang penting ada cogannya”
“ tenang saja, aku pakar pencari cogan 2d tersembunyi. Oh iya ceritanya nggak sad kan?”
“ engga kok ini menceritakan tentang bagaimana mencintai diri sendiri yang diekspresikan melalui musik dan bukan hanya itu komik ini juga mengajarkan bagaimana menghargai orang lain. Pokoknya banyak banget deh nilai moralnya” Sanja benar-benar antusias
“ berat yah bund ceritanya” seloroh Ara. Meski bilang begitu tapi ia malah keasyikan membaca sampai melupakan Sanja yang ada disampingnya.
Karena bosan dicueki Sanja memutuskan untuk pergi jalan-jalan sekedar mencari udara segar, lomba masih berlanjut. Tanpa sengaja ia mendapati Arjana sedang berbincang dengan seorang gadis yang ia yakini sebagai adik kelas dilihat dari identitas kelas.
Sanja yang penasaran berusaha menguping, meski agak jauh tapi suaranya masih terdengar jelas.
“ kak aku mau bilang kalau aku suka sama kakak” ucap gadis itu malu-malu, Sanja makin bersemangat berasa nonton drama langsung.
“ aku hargai usaha kamu tapi maaf aku nggak bisa terima” ucap Arjana
“ apa kakak sudah punya pacar?” gadis itu seakan tidak mau menyerah
“ sebenarnya bukan pacar sih, tapi ada seseorang yang aku suka”
__ADS_1
Wah makin panas nih, pikir sanja. Gadis pecinta drakor itu semakin menajamkan mata dan telinganya, tapi ia malah dikagetkan dengan kedatangan Zaina.
“ kamu lagi ngapain? “tanya Zaina
“ ssttt.. kita ngomong ditempat lain” bisik Sanja
“ wah jahil banget “
Saat menarik lengan Zaina mereka justru kepergok oleh Arjana.
“ Sanja!”
“ lanjutin aja silahkan. Aku bakal jaga rahasia, kalau inget” Sanja tertawa melihat ekspresi Ar dan langsung berlari meninggalkan tempat itu bersama Zaina.
“ stop stop kita mau lari sampai mana sih?”
“ maaf, kamu ada acara lain?” tanya Sanja
“ enggak sih kenapa?”
” oh ok, aku kekelas dulu yah. Dah “
“ eh gimana?” Zaina masih bingung, tapi tidak bisa bertanya karena Sanja sudah pergi.
Sanja berasa menang lotre saat menemukan berita heboh dari anak paling kalem dikelasnya.
“ Ara kamu tahu nggak” tapi langkahnya terhenti saat melihat Arjana
“ sorry lupa” Sanja hanya bisa nyengir
“ gila banget si Demian, meleleh aku” teriak Ara
“ ih iya sih aku juga langsung suka sama dia, soft boy banget” mereka mulai heboh dengan tokoh dalam komik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Terimakasih sudah membaca karyaku...
...maaf jika masih banyak kekurangan...
__ADS_1
...See you next time...