Kehidupan Baru Sanjana

Kehidupan Baru Sanjana
BAB 17 Wah apa ini


__ADS_3

“itu karena aku suka sama kamu dan aku cemburu saat kamu deket sama cowok lain”


Penginnya sih ngomong gitu tapi lidahnya kelu untuk mengucapkan kalimat sakral itu.


“ nggak papa kok “ dan langsung pergi, Sanja yang ditinggal kan semakin bingung.


“ aaaghh kenapa aku marah marah nggak jelas sih” muka Ar sudah seperti kepiting rebus malu dengan tingkahnya tadi, Arjana sekarang sedang di toilet.


“ duh pasti Sanja mikir aku aneh” pikirnya


“ atau jangan -jangan jadi benci karena aku ngatur-ngatur” makin over thingking


Ar merutuki kebodohannya sendiri dan juga merasa bersalah karena sudah membentak Sanja.


Sementara itu dikelas, Sanja yang ditinggal begitu saja semakin bingung.


Ara menghampiri sahabatnya itu “ udah nggak usah dipikirin dia itu memang rada- rada gila, jadi harap maklum aja”


“ oh iya kamu tahu tentang club musik atau dua anak cowo tadi, kok kayaknya aku baru lihat yah” seloroh Sanja


“ sama aku juga , dari kelas satu nggak pernah aku lihat mereka. Karena dengan tampang mereka yang lumayan cakep itu pasti lebih terkenal.”

__ADS_1


“ atau jangan-jangan anak baru” tebak Sanja


“ tapi kalaupun iya anak baru tapi kenapa bisa punya club dan lagi setahu aku disekolah kita cuma ada club Padus sama tari”


“ apa aku selidiki pelan-pelan dengan pura-pura gabung?”


“ jangan! Itu terlalu beresiko” mereka berdua berpikir keras sampai sebuah ide muncul di kepala Sanja, “ kita tanya Nurul aja, kan dia ketua club pecinta cogan” Ara langsung menyetujui ide cemerlang dari Sanja.


Tapi sayang sampai jam pulang Nurul tidak kelihatan batang hidungnya, mereka memutuskan untuk pulang setelah lelah menunggu


“ Sanja!” Arjana menghampiri Sanja yang sedang bersiap dengan sepedanya di parkiran,


“ kabur aja kalau dia mulai aneh, itu tandanya dia lagi kumat” bisik Ara yang diusir oleh Ar


“ kamu boleh marah atau pun pukul aku, bakal aku terima asal kamu maafin” terdengar jelas penyesalan dari suaranya


“ nggak mau!” ucap Singkat, Ar langsung mendongak mendengar jawaban tersebut


“ emang aku kayak tukang pukul apa, main pukul sembarangan. Gini aja aku bakal maafin kamu kalau memenuhi syarat yang aku ajukan”


“ katakan apapun itu selagi aku mampu bakal aku lakukan” dengan penuh keyakinan

__ADS_1


“ syaratnya kamu harus ajarin aku beladiri, sebenernya bisa sih aku minta tolong Ara kalau kamu nggak mau”


“ ok aku terima syaratnya, jadi kapan kita bisa mulai. Eh tunggu! Tapi kamu terima kan permintaan maafku?”


“ gimana kalau minggu? Sekalian ajak Ara biar rame” Sanja tak sabar memulai pelajaran barunya,


“ mending gausah lah, bakal repot nanti” Ar nggak mau momen langkanya bakal diganggu


“ nggak papa, makin rame kan makin asyik. Oh iya takut kesorean nih aku pulang dulu ya. Dah!”


Saat Ar sampai rumah dia dihadang oleh bodyguard pribadi Sanja,


“ minggir” Ar tidak peduli dengan tatapan selidik dari Ara, ya betul bodyguard Sanja yang tidak pernah dianggap. Karena lebih dianggap sahabat ketimbang pelindung.


“ kamu suka sama Sanja?” Ara akhirnya buka suara


“ iya” Ara mencari kebohongan di mata Ar namun nihil


“ sejak kapan?” Ara semakin penasaran


“ satu tahun yang lalu” sambil berlalu

__ADS_1


“ hah gimana gimana, kan Sanja baru pindah beberapa bulan yang lalu kok kamu udah kenal dia?” pertanyaannya tidak digubris oleh Ar


__ADS_2