
"Ini pak!" Meletakkan buku di meja Zaki
" terimakasih"
" Sanja bisa ikut bapak sebentar?" Ucap Zain
" baik pak. Ra kamu duluan aja"
" aku tunggu di bangku depan" ucap Ara sambil berlalu. Ternyata Arjana sudah menunggu diluar ruang guru " mana Sanja, kok kamu keluar sendiri"
" tadi pak Zain manggil, nggak tahu buat apa" entah mengapa hati Arjana panas mendengar penuturan Ara
" kok nggak kamu temenin" ucap Ar
" kenapa sih, nggak usah panik selow. "
Sedangkan Sanja pada saat yang sama
" Ada apa yah bapak manggil saya?" Ucap Sanja tak sabaran
" jadi gini, saya mau ajak colab di chanel kangtube saya. Gimana kamu bersedia?"
" bukannya anggota club band kita ada banyak, kenapa yang diajak cuma saya"
" bertahap, pertama saya ajak kamu trus nanti di diskusikan buat siswa yang lain" papar Zain.
" tapi takutnya nanti ada yang iri.
" Nanti saya pertimbangkan dulu yah pak" lanjut Sanja
__ADS_1
Sanja akhirnya keluar dari ruang guru ia cukup terkejut melihat Arjana, yang ikut menunggu nya.
Mereka pulang bersama seperti biasanya, ia menceritakan apa yang tadi ia bicarakan dengan Ara dan Arjana.
" kalau memang kamu mau nggak papa gabung aja " seloroh Arjana
Sanjana masih bimbang dengan apa yang harus ia lakukan,
Keesokan harinya ia langsung menemui Zain yang sedang membereskan buku-bukunya
" pak Zain" panggil Sanja
" gimana keputusan kamu"
"Saya memutuskan untuk ikut colab bapak kalau yang lain ikut. Kerena kita sudah berjuang bersama-sama, dan rasanya tidak adil jika mereka dibeda- bedakan" ucap Sanja dengan mantab
" saya suka sifat suportif mu. Baik lah nanti saat kegiatan club saya umumkan, untuk membahas persiapannya"
Waktu jam istirahat dimulai, waktu untuk bersantai dan makan. Sanja telah selesai makan bekalnya dan berniat pergi jalan-jalan, tanpa sengaja ia melihat Arjana yang sedang main basket.
Gadis itu tertegun sejenak, karena tidak ada kegiatan lain Sanja memilih untuk menonton bersama para siswi lain.
Ar sangat lincah dalam bermain, dan Sanja merasa itu keren.
Banyak teriakan anak-anak perempuan untuk memberi semangat, karena yang bermain saat ini kebanyakan adalah cowo-cowo populer.
Sanja dikagetkan dengan kedatangan Ara yang awalnya tidak disadarj
" ya ampun Ra, jantungan nanti aku"
__ADS_1
" tenang rumah sakit siap menampung" oceh Ara
"Pamer banget tuh anak, aku juga bisa bahkan lebih keren dari dia" yang dimaksud Ara adalah Arjana
" masa sih" ucap Zaki yang sudah duduk disebelah Ara
" mau bukti? Nanti sepulang sekolah saya tantang bapak main basket"
" ok deal, jangan kabur yah" pancing Zaki.
" harusnya saya yang bilang kayak gitu"
Sepulang sekolah seperti yang sudah disepakati, Ara dan Zaki melakukan pemanasan sebelum bertanding.
pertarungan yang cukup ketat, karena tidak ada seorangpun yang berniat untuk mengalah. point pertama di dapat oleh Ara dan tidak berselang lama disusul oleh Zaki.
dan kedudukan saat ini satu sama. Beberapa anak datang untuk menonton dan terbentuklah dua kubu diantara penonton, mereka memberi semangat pada jagoan masing-masing.
setelah pertandingan yang cukup sengit di temukanlah seorang pemenang yaitu Zaki, Ara merasa kesal tapi ia tetap menerima dengan lapang dada.
" lihatkan siapa yang lebih hebat, jadi kamu harus turuti perintah saya" ucap Zaki
" hah tadi kan nggak ada perjanjian kaya gitu" protes Ara
" sekarang ada, jadi kamu harus bantu saya mengoreksi tugas siswa"
" itu sih pemaksaan pak"
" kalau nggak mau ya sudah, brarti kamu nggak suportif" pancing Zaki
__ADS_1
" iya deh saya terima tapi bapak harus jajanin saya loh"
negosiasi berlanjut, satu persatu penonton bubar karena tidak mau melihat pertarungan konyol mereka.