Kehidupan Baru Sanjana

Kehidupan Baru Sanjana
BAB 22 Rencana


__ADS_3

Mereka berjalan menyusuri sungai sejauh 5 km, dan pada akhirnya berjumpa dengan pemukiman warga!?


“ per..” Zaki membekap mulut Ara karena merasa aneh dengan pemukiman yang mereka temui itu.


“ siapa disana?” salah seorang pria berbadan kekar mendengar suara Ara tadi, tapi beruntung tidak mencari arah suara.


“ kenapa?” tanya seorang temannya


“ aku mendengar ada suara perempuan”


“ apa kau mengigau tak ada suara, apa lagi suara perempuan. Kau fikir siapa perempuan bodoh yang sampai berani datang ke markas kita” menertawakan


“ mungkin dia terlalu rindu bermain dengan perempuan” sahut temannya yang lain


Sedangkan disisi lain Sanja dan teman-temannya sudah dag dig dug der takut tertangkap, setelah perhatian para pria berbadan kekar itu teralihkan kelima anak itu pelan-pelan menjauh, setelah dirasa cukup jauh mereka mulai berdiskusi.


“ apa ini seperti yang aku pikirkan” ucap Zaki


“ sepertinya iya, mereka mungkin sekelompok mafia atau gengster” sahut Arjana


“ apakah akan terjadi transaksi ilegal? Karena mereka sedang berjaga-jaga sambil membawa senjata” terka Arjana


“ bagaimana ini, kita hanya punya jalan itu untuk sampai di perkemahan” Sanja mulai khawatir


“ jadi kita harus melewati mereka?” Ara merasa lututnya melemas


Mereka semua terdiam karena tidak mungkin mereka melawan dengan tangan kosong

__ADS_1


“ kita harus menemukan bukti kejahatan mereka “ ucap Zain tiba-tiba


“ untuk kita bisa pulang dengan selamat juga kemungkinannya kecil apa lagi jika harus ikut campur urusan mereka, mungkin jasad kita pun tidak bisa kembali” ucap Ara frustasi


“ sepertinya aku punya alat yang bisa membantu” Zaki mengeluarkan mobil remot kontrol kecil yang dilengkapi kamera


‘jadi itu yang dia bawa ditasnya, pantas saja tidak membawa makanan ataupun minum’ ucap Arjana dalam hati


“ benar juga kita bisa merekam rencana mereka dan dengan peta ini. Itu bisa menjadi bukti kuat” ucap Sanja sambil menggambar rancangan rencana di tanah


“ kita buat penyamaran untuk mobil ini” melapisi mobil dengan dedaunan dan ranting


“ seperti yang kita tahu pasti di salah satu bangunan terdapat pusat informasi, kita harus menyelinap untuk meretas sistem mereka dan mengirimkan lokasi kita ke kepolisian beserta data-data yang ada disitu. Apa pak Zain bisa?” papar Sanja, seperti yang kita tahu sebelumnya Zaki adalah guru olahraga sedangkan Zain adalah guru Teknologi Informasi dan Komunikasi atau yang biasanya berhubungan dengan komputer


“ yah itu tidak terlalu sulit”


Mereka dapat informasi yang sangat berguna, seperti proses transaksi senjata api ilegal, pergantian giliran jaga setiap empat jam sekali, lokasi dimana paling lemah penjagaannya sampai lokasi persenjataan dan seragam.


Sambil menunggu gelap mereka mulai membagi tugas masing-masing,


Sanjana bertugas sebagai pengalih perhatian dan pemberi tanda


Ara bertugas mencuri seragam dan persenjataan


Arjana bertugas melumpuhkan lawan yang mendekati area Ara dan Zain


Zaki bertugas menyamar sebagai petugas yang berjaga didepan pintu bangunan pusat komunikasi musuh

__ADS_1


Zain bertugas meretas sistem komunikasi musuh


“ kalian tahu resiko dalam misi ini sangat tinggi bahkan bisa mengancam nyawa kita, prosentase keberhasilan kita adalah 40%, kita kalah jumlah dan persenjataan tapi apapun yang terjadi kita serahkan pada Allah SWT. kalian siap” meski takut namun semangat mereka tetap berkobar


“ sebelum kita mulai, berdoa dimulai” Zain memimpin doa mereka


Rencana ini dimulai dengan Sanja yang mulai menyalakan obor buatan mereka sendiri, yang dipasang di area yang terlihat jelas oleh para penjahat itu. Dibuat seolah-olah ada sekelompok orang yang akan memasuki area mereka.


Obor disusun sedemikian rupa agar bisa menyala bergiliran seolah-olah berjalan, dan Sanja memadamkan satu persatu obor dari belakang.


Di markas penjahat


“ lihat ada yang berjalan kemari, apakah harimau merah* sudah tertangkap?” * kode anggota


“ siapa orang bodoh yang menyerang kita secara terang-terangan seperti itu” jawab temannya


“ tapi mereka mengarah kemari, kita tidak boleh gegabah”


“ cepat siapkan pasukan untuk menghadang” komando salah satu ketua


Sanja menyisakan 10 obor terakhir dilokasi yang cukup dekat dari markas penjahat. Sanja berlari menjauh dari area agar tidak ketahuan.


Selagi penjagaan terfokus pada obor tadi Ara, Arjana, Zaki dan Zain memasuki markas. Mereka melakukan tugas dengan cukup baik, Ara keluar lagi dari markas membawa persenjataan yang diperlukan menemui Sanja di titik temu.


“ Hei siapa kau” teriak seorang penjahat,


‘gawat aku ketahuan’ Ara berlari namun naas kakinya tersandung dan terjatuh

__ADS_1


“ ha ha ha tertangkap kau, hah dasar larimu cepat juga yah”


__ADS_2