Kehidupan Baru Sanjana

Kehidupan Baru Sanjana
BAB 5 Main


__ADS_3

“bu aku ganti baju dulu yah” ibu mengangguk


“Ayo nak Ara” ibu langsung mengajak Ara kedapur


Sementara itu Sanja yang akan ganti baju teringat pesannya yang belum dibaca oleh Amel, ia pun mengambil ponselnya dan berharap ada balasan dari Amel.


> sorry


> gue nggak mempertimbangkan itu


> maaf gue belum sempet untuk main ketempat lo


> beruntung kemarin sepupu gue nelfon


> dan gue tawari biar jadi vokalis band kita. Karena memang kualitas vokalnya yang cukup memadai semua anggota setuju.


> gue mau latihan dulu. Doain semoga bisa menang


* ha ha ha santai sis kita sama-sama egois disini


* jadi gue mohon semoga kita bisa terus temenan. Meskipun jarang ketemu. Ok


* walaupun belum bisa dateng dalam waktu dekat ini, gue akan selalu menunggu kedatangan lo


* wah untung bisa dapet vokalis pengganti cepet


* aku jadi merasa bersalah karena ngga bisa bantu


* ok semoga kalian bisa menangin lomba ini


* gue tahu kualitas musik kalian, jadi gue rasa peluang menang kalian cukup besar


Terdengar suara ibu memanggil sanja, karena cukup lama Sanja berada dikamarnya. Gadis itu buru-buru mengganti pakaian sekolahnya dengan pakaian rumah.


“ maaf bu tadi aku lagi chat sama Amel” ucap Sanja setelah sampai di meja makan


“ untung kamu cepet kesininya kalau ngga udah habis nih makanan sama gue” gurau Ara


“ Syukur kalau nak Ara suka masakan ibu, sering sering main yah biar Sanja ngga kesepian di rumah”


“ iya bu aku bakal sering-sering dateng kesini biar bisa sering makan masakan ibu yang enak ini” seru Ara


“ oh iya bu gimana? Udah tanya sama pemilik warung, boleh nitip apa engga?” tanya Sanja


“ boleh nitip tapi ngga bisa banyak-banyak” jawab ibu


“ apa nih jiwa kekepoanku mulai meronta-ronta “ seru Ara


“ jadi ibuku mau buka usaha jualan kue, terus nanti dititipin di warung-warung sekalian untuk promosi” jelas sanja

__ADS_1


“ oh gitu! Bundaku juga punya toko kue, walaupun ngga terlalu besar. Mungkin bisa diajak bisnis bareng, aku yakin kue buatan ibu juga nggak kalah enak” tawar Ara


“ wah boleh banget itu nak Ara sekalian ibu bisa belajar juga”


“ ok bu nanti aku bilang ke ibu, atau gini aja aku pesen roti ulang tahun bisa nggak bu?” tanya Ara


“ siapa yang ulang tahun ra?” Sanja penasaran


“ kakakku. Aku request bikinin roti yang dalemnya pake cream coklat, rotinya juga coklat. Tapi luarnya warna pink, bisa kan bu?”


“ bisa! Nak Ara perhatian sekali yah sama kakaknya” puji ibu


“ kakakmu perempuan yah ra”


“ bukan kakakku laki-laki. Tapi dia benci sama warna pink dan makanan yang manis jadi aku kasih deh roti yang kaya tadi. Ha ha ha biar aku bisa makan sepuasnya” Ara sudah terbayang reaksi kesal kakaknya yang membuat ia sangat bersemangat.


“ ada-ada aja kamu ra” kata Sanja, mau heran tapi itu Ara


Setelah selesai makan mereka akan mulai berkebun, lebih tepatnya Sanja dan Ara karena ibu pergi untuk membeli bahan untuk membuat es untuk mereka nanti.


“ kamu nggak berniat untuk berkebun pake sragam kan?” tanya sanja


“ emang kenapa kalau aku pake seragam?”


“ ya kotor lah nanti, besok kan seragamnya masih harus dipake” ucap Sanja


“ iya yah, trus ini gimana”


“ eh aku pake baju olahraga aja lah, kebetulan udah agak kotor” kata Ara


Mereka memulai acara berkebun yang dari tadi tertunda, mereka sangat menikmati. Karena di kerjakan bersama teman jadi terasa lebih menyenangkan, apalagi dengan si cerewet Ara yang tidak pernah kehabisan bahan lawakan. Mereka menanam beberapa tanaman seperti, cabai, tomat dan terong.


“ anak-anak istirahat dulu yuk, ibu udah nyiapin es buat kalian” Ara yang mendengar kata ‘es’ langsung semangat 45. setelah selesai bersih-bersih sekarang mereka sedang duduk dibawah pohon mangga ditemani es buah dan angin sepoi-sepoi.


“ surga dunia, memang kalau minuman yang diminum saat lelah bekerja itu beda yah. Kayak ada semangat dan kenikmatan tersendiri” ucap Ara


“ ucapan kamu tuh kayak bapack-bapack, tapi emang bener sih” sanja tersenyum


Saat sedang asik minum terdengar suara ibu


“ nak Ara ada yang jemput didepan” teriak ibu


“ iya bu” Ara dan Sanja penasaran siapa yang menjemput. Nampak seorang anak laki-laki membawa sepeda motor, dan orang itu adalah Arjana.


“ kenapa?” tanya Ara


“ disuruh jemput sama pak bos” jawab Arjana singkat


“ bapakku?” Arjana mengangguk

__ADS_1


“ tumben mau” lanjut Ara


“ katanya kalau aku jemput kamu, nanti diajarin jurus harimau putih” kata Arjana


“ jurus?” Sanja yang dari tadi diam buka suara karena penasaran


“ iya, itu salah satu jurus beladiri. Kamu nggak tahu yah aku itu anak dari pemilik padepokan beladiri harimau putih. Ar kok kamu bisa diajarin sih itu kan jurus rahasia, aku aja yang penerus padepokan belum diajari masa kamu udah sih” Sanja masih tercengang dengan penuturan Ara


“ waw keren banget kamu ra, bisa jadi pewaris padepokan beladiri. Aku masih nggak percaya, kamu nggak bohong kan ra?” seru Sanja


“ enggak kok Ara memang anak pemilik padepokan dan juga merupakan pewarisnya. Aku belum diajari jurus itu, baru akan” Arjana yang menjelaskan


“sama aja Arjana, berarti kamu bakal diatas aku” ucap Ara tak terima


“wah nggak bisa dibiarin nih, aku harus tanya sama bapak” Ara mulai ketar-ketir


“ nggak usah panik kaya gitu kali, nggak mungkin juga padepokan diwarisin ke aku” kata Arjana


“ udah diem! Buruan anterin aku pulang” Ara sudah ningkring di motor


“ nggak duduk dulu Ar” tawar Sanja


“ engga San, itu nek lampir udah marah-marah” jawab Arjana sambil tersenyum


“ nggak usah senyum-senyum ke Sanja dia nggak bakal kepincut sama lu buaya darat. Jangan mau sama nih buaya darat San nggak ada bagus-bagusnya”


“ suka- suka aku, lagian Sanja ngga keberatan kok” kata Arjana


“ Sanja itu masih polos, jadi dia baik sama kamu. Aku sebagai sahabat mau ngelindungin dia dari cowok-cowok modus kayak kamu”


“ udah nggak usah berantem, nih Ra barang-barang kamu” Sanja baru kembali mengambil barang-barang milik Ara


“ oh iya hampir lupa! Makasih Sanja yang cantik”seru Ara


“ yaudah kami pergi dulu yah San, sampai ketemu besok” pamit Arjana


“ iya hati-hati” Arjana mengangguk


“ ibu aku pamit! Da dah besok aku kesini lagi!” teriak Ara saat motor mulai melaju dan ibu yang baru keluar


“ hati-hati” ucap ibu


“ masih semangat aja temanmu nak” mereka masuk ke dalam rumah


“ ia bu kaya nggak ada capeknya”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


***terimakasih telah membaca karyaku.

__ADS_1


maaf jika masih banyak kesalahan.


see you next time***


__ADS_2