
Setelah selesai sarapan ibu dan sanja langsung berangkat ke sekolah baru. Sanja pindah sekolah saat selesai liburan kenaikan kelas jadi dia bisa langsung masuk ke kelas 2 SMA. Seluruh administrasi pendaftaran sudah selesai kini mereka menuju ke ruang TU untuk mengambil seragam sekolah.
“gimana sanja bagus kan sekolahnya! Bersih dan keamananya juga terjamin” ucap ibu saat mereka berada didepan gerbang sekolah.
“lumayan” jawab sanja singkat
Ibu menyadari perubahan sikap sanja, sejak kepindahan mereka sikap sanja semakin dingin bukan hanya itu bahkan sikapnya seolah tidak peduli apa yang ada di sekitar. Mereka sampai dirumah naik becak dan sanja langsung masuk kekamar. Ibu menghampiri kamar sanja. “nak bisa kita ngomong sebentar Ibu mau ngomong sesuatu yang serius, ibu tunggu diruang tamu“ ibu berbicara didepan pintu tanpa membukanya. Sanja menemui ibunya di ruang tamu.
“duduk” kata ibu
“kamu marah ke ibu?” sanja hanya menggeleng
“trus kenapa kamu terus diemin ibu?” sanja masih tetap bungkam dan menunduk
“ ibu tahu kamu pasti kecewa dan marah, maaf karena belum bisa jadi ibu yang baik dan bisa diandalkan. Tapi jangan hukum ibu dengan terus mendiami ibu kaya gini”mata ibu mulai berkaca - kaca. “sekarang ibu hanya punya kamu sanja, jadi tolong jangan kaya gini.” air mata sudah tak terbendung lagi bahkan suara ibu bergetar karena menangis.
“aku memang kecewa tapi aku nggak marah, aku cuma butuh waktu sendiri” setelah mengatakan itu sanja masuk kekamar.
Baru saja pintu ditutup air mata yang sedari tadi sanja tahan meluap, mendengar ucapan ibunya saja ia sudah merasa bersalah dan sedih apa lagi harus melihat ibunya menangis seperti tadi.
“maaf bu sanja memang egois, selalu merasa jadi orang paling tersakiti tanpa sadar bahwa orang yang paling menderita adalah ibu. Harus menanggung beban keluarga dan rasa bersalah, serta harus menghadapi sikapku yang kekanak - kanakan ini.”
Bukan tanpa alasan sanja mendiami ibunya hanya saja emosi dia yang tidak stabil karena kehilangan orang yang paling dia sayangi serta musibah yang menimpa ibunya. Ia takut akan melampiaskan semuanya ke ibu, karena jika sudah marah ia akan sulit mengendalikan emosinya dan tidak jarang menyakiti hati orang lain dan ia tak mau itu terjadi ke ibunya. Karena Sanja tahu bahwa saat ini kehidupan ibunya sudah berat, dan tanpa ia sadari sikap diamnya itu justru yang menyakiti hati ibunya. Karena lelah menangis sanja akhirnya tertidur.
Suara ayam membangunkan sanja dari tidurnya, Ia mulai bersiap mandi karena hari ini hari pertama ia masuk ke sekolah barunya.
“ Bu! Ak..”
“sanja cepet mandi siap- siap, jangan sampai telat dihari pertamamu” belum sempat sanja menyelesaikan ucapannya, ibu sudah memotong. Sanja menyadari ada yang berbeda dari ibunya seakan menghindari topik kemarin. Gadis itu memutuskan untuk bertanya kembali saat sarapan. Sanja masih kesulitan dalam menimba air dan waktu yang yang dibutuhkan untuk mandi jadi lebih lama.
Waktu sudah menunjukan pukul 06.40 kurang 20 menit sampai gerbang di tutup. Karena tidak sempat sarapan ibu menyiapkan bekal untuk sanja. Gadis itu langsung berangkat dan melupakan niatnya untuk bicara dengan ibunya. Beruntung sanja sampai 5 menit sebelum gerbang ditutup, setelah memarkirkan sepedanya ia langsung datang keruang guru karena belum tahu ia akan berada di kelas mana. Suasana kelas masih ramai baru diam saat guru masuk kelas.
“selamat pagi anak-anak!”
__ADS_1
“Pagi pak guru!”
“ jadi hari ini kita kedatangan murid baru pindahan dari kota. Silakan perkenalkan dirimu nak sanja”
“ Perkenalkan nama saya Sanjana Nilakandi, biasa dipanggil sanja.” kelas mulai riuh oleh suara murid murid cowo, mencari perhatian sanja. Karena memang sanja memiliki wajah yang cantik dan manis tak heran banyak yang suka, tapi sayang jarang senyum.
“sudah!..sudah perkenalannya nanti saja, nah nak sanja kamu bisa duduk di sebelah Adira”
“sini..sini..sini..”seorang anak melompat dan melambai-lambaikan tangan heboh. Setelah sanja dudukpun Adira masih heboh
“hai kenalin namaku Adira Kirania orang paling keren dan kece sekecamatan. Kamu bisa panggil aku Ara” ucap Ara dengan gaya di keren-kerenin.
“Sanja suka komik ngga aku punya banyak loh dirumah nanti kalau kamu mau aku bisa pinjemin”
“ngga usah” sanja sebenarnya tidak suka saat pelajaran diganggu tapi tidak enak menegur
“ngga papa kok sanja aku bolehin, banyak loh komik yang seru kaya yang lagi aku bawa ini judulnya bunga bangkai ceritanya tentang kehidupan diluar angkasa. Trus ini cintamu seharum bunga refflesia arnoldi cerita romance tokoh utamanya sweet banget” sanja menjawab dengan gelengan kepala.
“Adira ini jam pelajaran jangan ngobrol” tegur pak guru
“Adira kalau kamu masih berisik bapak kasih nilai nol”
“jangan pak! Aku diem nih, ampun yang mulia guru” ucap Ara dengan menangkupkan tangan diatas kepala seakan sedang menghadap raja.
Hari pertama berjalan dengan lancar meski harus pusing dengan semua tingkah laku Adira teman baru sanja. Gadis itu seakan tidak mengenal kata lelah, padahal sanja yang hanya melihatpun merasa lelah.
“bu aku pulang” rumah kelihatan sepi tidak terdengar suara ibu, sanja mencari keberadaan ibunya di kamar namun nihil ia melangkah kedapur. Saat sampai dapur sanja melihat pintu belakang terbuka ia langsung melihat kebun belakang dan benar saja ibunya ada disana sedang merapikan kebun.
“ BU!” panggil sanja
“udah pulang nak, nyariin yah?” sanja mengangguk dan menghampiri ibunya untuk mencium tangan ibu.
“ganti baju trus langsung makan. Ibu udah siapin di meja dapur”
__ADS_1
Setelah berganti pakaian sanja langsung menghampiri ibunya di kebun belakang
“ibu mau berkebun yah?” tanya sanja
“iya, niatnya ibu mau nanem cabe sama sayur yang gampang ditanam”
“kamu ngga makan nak?”
“engga bu aku belum laper ini kan baru jam 11 “ucap sanja
“kok kamu udah pulang kamu bolos?”
“ ha ha ha engga bu tadi guru ada rapat dan kita di bolehin pulang”
“oh ibu kira kamu bolos”
“udah lah bu, aku jadi kaya tersangka dituduh gini” canda sanja
“yaudah sini bantu ibu cabutin rumput”
Mereka lanjut berkebun atau lebih tepatnya membersihkan kebun sambil saling bercanda, tanpa disadari hubungan mereka sudah kembali baik. Matahari sudah tepat diatas kepala dan mereka memutuskan untuk masuk kerumah karena cuacanya sudah mulai panas.
"sanja mandi duluan yah bu udah gerah banget"
"iya, tapi ibu mau cuci tangan sebentar"
"ok! aku ambil baju sama handuk dulu dikamar"
sanja masih kesulitan dalam menimba air waktu mandi yang yang biasanya cuma sebantar, sekarang bahkan harus 45 menit.
...****************...
***Terimakasih udah baca cerita aku. maaf jika masih banyak kesalahan
__ADS_1
see you next time***